Pengukuran Kinerja Manajerial

2012-04-26 | By Administrator


Kemampuan manajerial yang dibutuhkan dalam mengelolah perusahaan dan penyusunan laporan keuangan sebagai informasi yang disampaikan kepada pihak internal dan ekternal merupakan salah satu kunci kesuksesan sebuah perusahaan,  adanya manajer yang berhasil dalam mendesain proses bisnis yang efisien dan mampu membuat keputusan-keputusan yang memberi nilai tambah bagi perusahaannya

Ukuran kemampuan manajerial adalah memberikan nilai efisiensi untuk masing-masing perusahaan berdasarkan faktor input (misalnya, modal dan biaya) dan output (misalnya pendapatan) perusahaan.  Penyusunan laporan keuangan tersebut diharapkan dapat memberikan informasi kepada para investor dan kreditor dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan investasi yang akan dilakukan. Laporan keuangan  lebih rasional dan adil dalam mencerminkan kondisi keuangan perusahaan secara riil adalah accrual oleh karena itu proses penyusunan laporan keuangan dipengaruhi oleh faktor-faktor tertentu yang dapat menentukan kualitas laporan keuangan.  

Informasi laba merupakan perhatian utama untuk menaksir kinerja atau pertanggungjawaban manajemen. Selain itu informasi laba juga membantu pemilik atau pihak lain dalam menaksir earnings power perusahaan dimasa yang akan datang. Oleh karena itu, manajemen mempunyai kecenderungan untuk melakukan tindakan yang dapat membuat laporan keuangan menjadi baik

 Meningkatkan kemampuan manajerial dengan menjaga hubungan pengendalian karakteristik perusahaan bawaan yang membuat lebih sulit untuk memperkirakan estimasi akrual (misalnya, siklus operasi dan penjualan) serta sifat struktur yang ditunjukkan untuk mempengaruhi kualitas laba, karena  manajer lebih mampu memperkirakan akrual yang menghasilkan ukuran yang lebih tepat dalam menentukan laba, hasil ini juga mendukung gagasan bahwa manajer lebih mampu menghasilkan kualitas laba yang lebih tinggi.

Seorang manajer lebih tahu akan bisnis yang mereka dan mereka mampu untuk beroperasi secara efisien dan juga semakin kecil kemungkian memiliki  akrual salah. Manajer adalah pelaku yang menyusun atau membuat laporan keuangan sehingga kualitas laba tergantung dari siapa yang membuatnya,  hal ini menarik untuk dilakukan guna menjawab pertanyaan  apakah semakin cakap/pandai/yang memiliki kemampuan seorang manajer akan berarti manajer tersebut  dalam penyusunan  laporan keuangan yang disajikan lebih baik  (labanya berkualitas) ataukah sebaliknya. 

Data Envelopment Analysis (DEA) merupakan ukuran efisiensi relatif, baik antara organisasi yang berorientasi laba maupun tidak, yang mengukur in-efisien unit-unit usaha yang dibandingkan unit lain yang dianggap paling efisien dalam data aset yang ada.  Analisis DEA (Data Envelopment Analysis) dimungkinkan beberapa unit mempunyai tingkat efisiensi 100% yang berarti bahwa unit tersebut merupakan unit yang terefisien dalam data tertentu dan waktu tertentu.

Analisis DEA (Data Envelopment Analysis) didesain secara spesifik untuk mengukur efisiensi relatif suatu unit produksi dalam kondisi terdapat banyak input maupun banyak ouput, yang biasanya sulit disiasati secara sempurna oleh teknik analisis pengukuran efisiensi lainya. Prosedur  statistikal yang digunakan untuk mengevalusi  efisiensi DEA (Data Envelopment Analysis) adalah sebuah peningkatan dalam analisis efisiensi dalam input dan output untuk mempertimbangkan (penjualan barang dan jasa/ongkos buruh, bahan baku dan biaya iklan). Sementara efisiensi bisa mempertimbangkan variabel multipel, bobot eksplisit akan diberikan pada tiap-tiap variabel (kemungkinan ongkos buruh lebih berat daripada ongkos iklan, atau semua tiga input akan dibebani yang sama.

 

*) Oleh : Suwandi, SE.,M.A. (Dosen Fakultas Ekonomi/Akuntansi UMG)