Welcome to the website of University of Muhammadiyah Gresik


Mimpi ‘Gila’ Rektor UMG, Bangun Gedung 8-17-45

2018-01-06 | By Administrator


GRESIK | duta.co – Sukses itu ketika orang mampu mewujudkan mimpinya. Itulah yang terus digelorakan Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) Prof Dr Ir Setyo Budi, MS. Untuk itu, Prof Budi, begitu dia biasa disapa, terus merawat mimpinya, dan yakin mimpi gilanya membangun gedung 8-17-45 akan terwujud.

“Orang terkadang harus memiliki mimpi ‘gila’ untuk menuju sukses. Salah satu mimpi gila saya di UMG  ya membangun gedung bertingkat 8, 17, dan 45,” ujarnya.

Gedung berlantai 8, 17, dan 45, itu harapnnya tidak hanya akan menjadi icon Gresik saja, namun selaras dengan motto UMG The Power of Islamic Entrepreneurship, sehingga nantinya juga akan menjadi pusat bisnis berbasis pendidikan.

Jadi gedung 8-7-45 itu lanjut Prof Budi, telah disiapi lahan seluas 34.000 meter persegi. Rinciannya luas lahan parkir yang akan dibeli dan dibangun seluas 7.000 meter persegi, dan milik Gress Mall 27.000 meter persegi. Lokasi itu nantinya akan jadi satu kesatuan bisnis dan pendidikan.

“Letaknya  tepat di samping kampus UMG nantinya bisa menjadi energi yang luar biasa bagi mahasiswa dan civitas akademi untuk menjadi sarana berwirausaha secara Islami,” tegasnya.

Jadi, kampus nantinya akan terintegrasi dan menciptakan iklim usaha, sehingga mahasiswa di UMG bukan hanya penonton melainkan bisa menjadi pelaku di dalamnya. “Mimpi Gedung 17-8-45 yang kita dedikasikan untuk pahlawan  itu akan dilengkapi, hall, mall (Gress Mall), perkantoran, hotel, apartemen, dan Bisnis TV.

“Dan kita harapkan nantinya akan menyerap tenaga kerja yang 70 persennya dari mahasiswa ataupun alumni dari UMG. Jadi doakan saja dengan lahan yang telah siap, dan izin-izin yang tengah berjalan, semoga saja April atau Mei 2018 mendatang, mimpi itu bisa diwujudkan, dengan dimulainnya pembangunannya,” tegasnya.

Dengan begitu, keinginan untuk terus membangun pencitraan itu akan terimplementasikan dengan adanya gedung 17-8-45 ini. “Kenapa? Ketika masyarakat mengetahui, kuliah di UMG mampu menghasilkan lulusan yang mandiri dan siap kerja, secara otomatis, mereka akan menguliahkan anaknya ke UMG,” tadasnya. hms