Selamat Datang di Website Universitas Muhammadiyah Gresik


Kajian Ramadhan 1438 H : Syarat Sukses Puasa di Bulan Ramadhan

2017-06-06 | By Administrator


Kajian Ramadhan hari kedua, Selasa, 6 Juni 2017, bertempat di Masjid Kampus KH. M.Faqih Oesman UMG disampaikan oleh Wakil Rektor III Hasan Basri, S.Ag.,M.PdI. Dalam tausiahnya beliau mengambil tema “Sukses Puasa di Bulan Ramadhan”. Menurut beliau ada 3 syarat agar kita bisa sukses berpuasa di bulan Ramadhan, diantaranya dengan :

1. Muhasabah Diri/Introspeksi Diri

Allah menegaskan di dalam surat Al-Hasyr :

"Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap jiwa melihat kepada dirinya apa yang telah ia persiapkan untuk hari esoknya, dan bertaqwalah kepada Allah sesungguhnya Allah maha mengetahui apa yang kalian kerjakan. Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang melupakan Allah sehingga Allah melupakan diri mereka, merekalah orang-orang yang fasik. (Al-Hasyr: 18-19)

Hendaklah kita melakukan muhasabah, menghitung-hitung amal dan dosa yang telah kita lakukan selama setahun ini apakah diri kita lebih banyak berbuat baik ataukah lebih banyak berbuat kesalahan dalam kehidupan sehari-hari. Muhasabah ini dilakukan agar kita memiliki tujuan yang kuat untuk memperbaiki diri kita di bulan ramadhan dan seterusnya, kita menggunakan momen ramadhan kali ini hanyalah untuk kebaikan dan menggapai segala rahmat dan ampunan Allah yang ada didalamnya.

2. Mendidik Diri Untuk Taqwa Kepada Allah SWT

Puasa ramadhan termasuk rukun Islam yang wajib dipatuhi setiap muslim, puasa adalah menahan diri dari makanan, minuman, berbicara, menahan nafsu dan syahwat atau  menahan diri dari segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa, mulai sejak terbit fajar hingga matahari terbenam demi menjalankan perintah Allah. Taqwa adalah menjaga diri agar tetap berada pada rambu-rambu ajaran agama dengan melaksanakan segala perintah dan menjauhi segala larangan Allah.

Puasa dan Taqwa mempunyai hubungan yang penting bagi manusia, ibadah puasa dapat membentuk kepribadian, dan puncak pembentukan kepribadian adalah insan taqwa. Dalam puasa orang di didik bahwa keridhaan Allah itu lebih besar dari pada dunia seisinya.

Puasa merupakan wujud pengimplementasian sikap disiplin, bersyukur, sabar dan bagaimana,menata hati sebagai wujud ketaatan kepada Allah agar bisa menjadi orang yang bertaqwa yang senantiasa selalu menunjukkan rasa takut akan siksa Allah.

3. Berdoa Kepada Allah

Manusia adalah makhluk yang lemah yang senantiasa membutuhkan Allah dalam setiap aspek kehidupan karena tak ada daya dan upaya manusia dapat melakukan sesuatu dan mendapatkan yang diinginkannya kecuali hanya karena ada pertolongan dari Allah.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Artinya : Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku, dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran”. [Al-Baqarah : 186].

Allah SWT memerintahkan hamba-hambaNya untuk berdoa dan meminta apa saja yang mereka butuhkan dari kebaikan dunia dan akhirat. Allah SWT akan sangat senang jika ada di antara hambaNya yang berdoa dan meminta kepadaNya dan Allah SWT mencela hamba-hambaNya yang bersikap sombong dan tidak mau berdoa kepadaNya.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

 “Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembahKu akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” (QS Al-Mukmin [40]: 60)

Apapun yang dilakukan manusia harus teriring dengan doa untuk mendapatkan ridho Allah.

3 syarat diatas yang harus kita penuhi agar puasa ramadhan kita sukses, bisa membawa kebaikan dan perbaikan bagi diri kita menjadi insan yang bertaqwa.

kajian2.jpg (875 KB)