Selamat Datang di Website Universitas Muhammadiyah Gresik


Puasa merupakan perisai

2012-07-21 | By Administrator








بسم الله الرحمن الرحيم

الحمد لله رب العالمين, والصلاة والسلام على أشرف المرسلين. أما بعد


Rosululloh bersabda:


نَّمَا الصِّيَامُ جُنَّةٌ يَسْتَجِنُّ بِهَا الْعَبْدُ مِنَ النَّارِ

Puasa adalah perisai yang dapat melindungi seorang hamba dari api neraka.” (HR. Ahmad dan Baihaqi)

 

Analisa hadist diatas, dengan puasa seseorang secara otomatis akan selalu menjaga diri dari kemaksiatan dan perilaku yang tidak dibenarkan oleh agama. Otomatisasi yang terjadi merupakan keistimewaan puasa bagi seorang mukmin, puasa merupakan aktivitas yang sangat individual yang hampir tak seorangpun selain dirinya sendiri dan Allah SWT yang maha mengetahui yang tahu pasti seseorang berpuasa atau tidak. Maka seseorang yang berpuasa hanya karena Allah SWT semata dan sesuai dengan syar'i yang dituntunkan Rosululloh yang akan mampu melindungi diri dari hal-hal yang membatalkan puasa termasuk perilaku yang bersifat maksiat, dengan demikian puasa yang benar akan membuahkan perisai diri sehingga seseorang akan terhindar dari neraka.

Pelajaran dari hadits diatas adalah puasa merupakan bentuk latihan WASKAT (pengawasan melekat). Implikasi puasa diharapkan seseorang mampu menjaga aktivitasnya dijalan yang lurus tanpa pengawasan atasan, berbuat baik bukan karena pujian, serta hasil pekerjaan/aktivitas merupakan konsekuensi logis dari mutu pekerjaan yang dilakukan (Puasa itu untukku, maka aku yang akan memberi pahalanya).