UMG Adakan Workshop & Seminar Peningkatan Kualitas Pembelajaran Daring Bagi Dosen

Gresik – Universitas Muhammadiyah Gresik menggelar kegiatan Workshop dan Seminar sehari dengan tajuk Peningkatan Kualitas Pembelajaran Daring. Kegiatan yang diadakan oleh Biro Akreditasi, Daring dan Prodi Baru (ADPB) ini dilaksanakan secara daring menggunakan aplikasi Zoom, Rabu (04/03). Mengundang pembicara Dr. Rangga Firdaus, M.Kom., yang merupakan pakar pembelajaran jarak jauh dan juga tergabung dalam Tim Ahli PJJ Kemdikbud, kegiatan ini bertujuan untuk dapat mengembangkan potensi dosen dalam membangun engagement perkuliahan daring di lingkungan Universitas Muhammadiyah Gresik. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen di lingkungan Universitas Muhammadiyah Gresik, baik dosen tetap maupun tidak tetap, yang berjumlah lebih dari 100 orang. Moderator pada kegiatan Workshop dan Seminar ini adalah Wenti Krisnawati, S.E., M.SM., CPS., yang merupakan Dosen Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Gresik. 

daring_on (3).jpeg (179 KB)

Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Gresik, Dr. Khoirul Anwar, M.Pd., dalam sambutannya mengatakan bahwa pelatihan ini sangat penting dan luar biasa manfaatnya bagi para dosen terutama di Universitas Muhammadiyah Gresik, terutama pada masa pandemi Covid-19 seperti saat ini yang mana mengharuskan seluruh dosen untuk betul-betul menghayati dan mengaplikasikan pembelajaran secara blended daring dan luring sesuai arahan dari Kemdikbud. 

“Semoga pelatihan hari ini memberi dampak paling tidak pada tiga hal, mengupgrade atau memutakhirkan keahlian dosen Universitas Muhammadiyah Gresik dalam menggunakan LMS dalam pembelajaran online, mendapatkan solusi bagi masalah-masalah yang dihadapi bapak/ibu dalam pelaksanaan pembelajaran online satu tahun yang lalu terkait konten, teknis dan operasional, serta meningkatkan kinerja terkait pembelajaran dan yang terpenting peningkatan kualitas pembelajaran,” imbuhnya. 

daring_on (1).jpeg (158 KB)

Universitas Muhammadiyah Gresik telah memiliki sistem pembelajaran daring atau Spada. Menurut data yang dimiliki Biro ADPB, terdapat 1.329 mata kuliah yang telah terupload pada Spada UMG. Hal ini berarti dalam pelaksanaan pembelajaran daring selama pandemi, yang sudah berjalan dua semester, telah banyak dosen yang memanfaatkan sistem Spada yang telah dimiliki kampus. Tidak dipungkiri dalam pelaksanaannya, masih banyak kendala yang dihadapi baik bagi para dosen maupun mahasiswa dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan Spada. Maka diharapkan pelatihan bersama Dr. Rangga yang merupakan Kepala Pusat Pembelajaran Jarak Jauh Universitas Lampung ini dapat memberi pengetahuan bagi para dosen terkait bagaimana untuk menyiapkan dan mengembangkan konten pembelajaran daring supaya tidak membosankan, serta bagaimana sebaiknya melakukan asesmen pada pembelajaran daring.

daring_on (4).jpeg (153 KB)

Dr. Rangga mengatakan bahwa sebetulnya dalam membangun pembelajaran daring, dapat dianalogikan bahwa dosen menyiapkan satu paket berisi hidangan istimewa yang terbaik bagi para mahasiswa. Hal ini berarti dosen menyiapkan materi yang terbaik bagi mahasiswa, sehingga mahasiswa akan dapat terus mendambakan kehadiran dosen dalam pembelajaran, bukan sebaliknya. Mahasiswa hadir di dalam kelas untuk belajar, jika dosen tidak menyiapkan materi dengan baik, maka yang terjadi adalah mahasiswa merasa bosan dan keinginan untuk belajar akan hilang. Maka, engagement mahasiswa pada materi sangatlah penting dalam sebuah proses pembelajaran, terutama pada pembelajaran daring karena dalam pembelajaran daring kecenderungan mahasiswa untuk menjadi bosan lebih besar. Itulah yang harus dicari solusinya oleh para dosen, yakni dengan mengembangkan materi ataupun konten yang informatif dan menarik bagi para mahasiswanya. 

“Dalam pembelajaran banyak bahan ajar yang dapat digunakan, namun kita harus hati-hati, bahan ajar ataupun materi online akan sangat berbeda dengan materi offline. Pada bahan ajar ataupun materi secara online semua harus jelas dari awal, harus ada interaksi ada guidance bagi para mahasiswa untuk menggunakannya, maka terkadang mahasiswa tidak bisa mengerjakan bukan karena tidak bisa namun tidak jelas perintahnya, nah disini harus kita pahami bersama konsep dan filosofi dari pembelajaran online,” jelasnya.

daring_on (2).jpeg (95 KB)

Menurut Dr. Rangga ada beberapa prinsip utama pembelajaran yakni yang pertama adanya tujuan akhir (instructional objective) yang hendak dicapai. Yang kedua adalah pembelajaran harus berpusat pada mahasiswa, bukan pendidik. Kemudian yang selanjutnya adalah adanya kejelasan ukuran keberhasilan proses pembelajaran, adanya interaksi dan umpan balik yang efektif, dan adanya strategi pembelajaran yang tepat. Selain itu juga adanya bahan pembelajaran atau materi ajar yang relevan serta model engagement yang ampuh. Hal yang terakhir inilah yang terkadang dalam proses pembelajaran secara online sering kali sulit untuk tercapai. Yang sering terjadi adalah dalam pembelajaran daring, kurangnya atau tidak adanya interaksi yang baik dalam kelas mengakibatkan tidak adanya engagement mahasiswa dalam proses pembelajaran. 

Dr. Rangga menyebutkan bahwa kunci kesuksesan pada hybrid learning adalah instructional design, dimana dosen adalah sebagai arsitek program dan proses pembelajaran. Dosen harus dibekali dan dilengkapi dengan kemampuan merancang proses pembelajaran berbasis hybrid/blended learning yang menggabungkan pembelajaran daring dan luring. Namun semua ini membutuhkan proses, terlebih karena sebelumnya dosen tidak terbiasa melakukan hal tersebut. Idealnya memang untuk membangun hybrid learning yang baik banyak pihak harus terlibat, baik dari ahli video dan ahli desain, namun pada kenyataannya dosen yang harus melakukan semuanya. Maka tidak masalah jika dosen juga terus belajar dalam mengembangkan hybrid learning yang baik. 

“Tidak akan habis masalah yang muncul dalam pembelajaran daring, oleh karenanya kita sebagai dosen tetap harus belajar dan belajar untuk menyempurnakan pembelajaran kita dalam kelas. Pemahaman yang baik akan menimbulkan aktivitas yang baik, niatkan karena Allah. Apa yang kita pahami kita lakukan, kita lakukan sesuai tupoksi kita, nantinya akan mendapatkan hasil yang luar biasa nantinya. Jangan pernah patah semangat bagi kita para dosen,” ujarnya. (Humas UMG)

Scroll to Top