UM Gresik Bekali Mahasiswa Lewat KKN Berdampak, Siap Wujudkan Desa Mandiri Berbasis Potensi Lokal

UMGNews, GRESIK – Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) membekali ratusan mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 melalui kegiatan Pembekalan KKN Berdampak yang mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Program KKN Berdampak dengan Optimalisasi Potensi Lokal Menuju Desa Mandiri.” Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mempersiapkan mahasiswa sebagai agen pemberdayaan yang mampu menghadirkan solusi inovatif dan berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Pembekalan diselenggarakan sebagai upaya menyamakan persepsi sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa sebelum diterjunkan ke lokasi KKN. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai teknis pelaksanaan KKN, tetapi juga dibekali kemampuan dalam memetakan potensi desa, mengidentifikasi kebutuhan masyarakat, membangun komunikasi dengan para pemangku kepentingan, hingga menyusun program kerja yang berdampak dan berkelanjutan.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Gresik, Dr. Tumirin, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa KKN merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menghubungkan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, mahasiswa harus mampu menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi desa melalui pendekatan yang kolaboratif dan berbasis potensi lokal.

“KKN Berdampak bukan sekadar menjalankan program kerja selama beberapa minggu. Yang lebih penting adalah bagaimana mahasiswa mampu meninggalkan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat dalam jangka panjang. Potensi yang dimiliki setiap desa harus menjadi kekuatan untuk membangun kemandirian masyarakat,” ungkapnya.

Dr. Tumirin juga mengingatkan seluruh peserta agar senantiasa menjaga nama baik almamater selama melaksanakan pengabdian. Sikap disiplin, etika, kemampuan beradaptasi, serta komunikasi yang baik menjadi modal penting dalam membangun kepercayaan masyarakat.

Komitmen membangun desa melalui kolaborasi lintas sektor turut diperkuat melalui kehadiran Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bappeda Kabupaten Gresik, Havy Wardana, S.T., M.T. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai mitra pemerintah dalam mempercepat pembangunan daerah melalui inovasi dan pemberdayaan masyarakat.

Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN dapat memberikan perspektif baru dalam mengembangkan potensi lokal, mulai dari penguatan ekonomi masyarakat, pemberdayaan UMKM, peningkatan kualitas pendidikan, hingga pengembangan inovasi desa yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Sebagai bekal teknis pelaksanaan KKN, Kepala Pusat Pengabdian Masyarakat Universitas Muhammadiyah Gresik, Awang Setiawan Wicaksono, S.Psi., M.Psi., menyampaikan materi mengenai konsep dasar KKN Berdampak, tahapan pelaksanaan program, penyusunan rencana kerja, serta pentingnya melakukan analisis kebutuhan masyarakat sebelum menentukan program yang akan dijalankan.

Ia menekankan bahwa keberhasilan KKN tidak ditentukan oleh banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, melainkan dari sejauh mana program tersebut mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang berkelanjutan.

“Mahasiswa harus mampu mendengarkan masyarakat, memahami kondisi desa, kemudian menghadirkan program yang realistis, inovatif, dan dapat dilanjutkan oleh masyarakat setelah KKN berakhir,” jelas Awang.

Wawasan mengenai karakteristik wilayah dan tata kelola pemerintahan desa turut disampaikan oleh Camat Jetis Kabupaten Mojokerto, Tri Cahyo Harianto, S.Sos., M.M. Ia mengajak mahasiswa untuk membangun komunikasi yang harmonis dengan pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat sebagai fondasi utama keberhasilan pelaksanaan KKN.

Sementara itu, Camat Dawarblandong, Akhmad Taufiq, S.Sos., M.M., menyoroti pentingnya mengoptimalkan potensi lokal sebagai kekuatan pembangunan desa. Menurutnya, setiap desa memiliki sumber daya yang dapat dikembangkan apabila didukung dengan inovasi, kolaborasi, dan partisipasi aktif masyarakat.

Ia berharap mahasiswa mampu menjadi katalisator perubahan melalui berbagai program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus memperkuat kemandirian desa.

Sepanjang kegiatan, suasana pembekalan berlangsung interaktif. Para peserta aktif berdiskusi dengan narasumber mengenai berbagai tantangan yang mungkin dihadapi selama berada di lokasi KKN, mulai dari pendekatan sosial, penyusunan program kerja, penyelesaian permasalahan di lapangan, hingga strategi membangun kolaborasi dengan pemerintah desa dan masyarakat.

Antusiasme peserta menunjukkan semangat mahasiswa UM Gresik untuk tidak hanya menjalankan kewajiban akademik, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan masyarakat. Melalui KKN Berdampak, mahasiswa diharapkan mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah menjadi solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan pembekalan ini, Universitas Muhammadiyah Gresik optimistis para peserta KKN akan mampu menjalankan pengabdian secara profesional, adaptif, dan inovatif. Sejalan dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat melalui Program KKN Berdampak dengan Optimalisasi Potensi Lokal Menuju Desa Mandiri,” mahasiswa diharapkan menjadi motor penggerak perubahan yang mampu mengembangkan potensi desa menjadi kekuatan untuk mewujudkan masyarakat yang mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Melalui Program KKN Berdampak, UM Gresik terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga berkontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah melalui sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat.

📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK

Credit by Humas UM Gresik

Scroll to Top