KKN Berdampak UM Gresik Resmi Dimulai, Ratusan Mahasiswa Siap Hadirkan Perubahan Nyata di Jetis dan Dawarblandong

UMGNews, Mojokerto – Semangat menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat kembali ditunjukkan Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) melalui pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Berdampak Reguler 2026. Ratusan mahasiswa resmi diterjunkan ke berbagai desa di Kecamatan Jetis dan Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, sebagai wujud nyata implementasi tridarma perguruan tinggi melalui program pengabdian yang berorientasi pada solusi, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat.

Kegiatan pembukaan KKN Berdampak Reguler 2026 dilaksanakan secara serentak di dua kecamatan. Di Kecamatan Jetis, pembukaan dipimpin oleh Ketua Pelaksana KKN UM Gresik, Candra Hadi Asmara, S.Pd., M.Pd. Seluruh peserta KKN diterima secara resmi oleh Camat Jetis, Tri Cahyo Harianto, S.Sos., M.M., sebagai bentuk sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan desa.

Dalam sambutannya, Candra Hadi Asmara menegaskan bahwa KKN Berdampak bukan sekadar program akademik yang harus dijalankan mahasiswa, melainkan sebuah gerakan pengabdian yang menempatkan mahasiswa sebagai mitra masyarakat dalam menciptakan perubahan yang berkelanjutan.

“KKN Berdampak menjadi ruang belajar yang sesungguhnya bagi mahasiswa. Mereka dituntut tidak hanya mengimplementasikan ilmu pengetahuan, tetapi juga mampu memahami kebutuhan masyarakat, menggali potensi desa, dan menghadirkan program-program yang benar-benar memberikan manfaat. Kehadiran mahasiswa harus meninggalkan dampak positif yang dapat dirasakan masyarakat, bahkan setelah masa KKN berakhir,” ujarnya.

Camat Jetis, Tri Cahyo Harianto, turut menyampaikan apresiasi atas kepercayaan UM Gresik yang kembali menjadikan wilayahnya sebagai lokasi pelaksanaan KKN. Menurutnya, kehadiran mahasiswa merupakan kesempatan yang sangat baik untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun desa melalui berbagai inovasi dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami berharap mahasiswa dapat berbaur dengan masyarakat, memahami kondisi di lapangan, serta menghadirkan ide-ide kreatif yang mampu mendukung pembangunan desa. Semoga kolaborasi ini membawa manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa,” ungkapnya.

Sementara itu, pembukaan KKN Berdampak Reguler 2026 di Kecamatan Dawarblandong dibuka secara langsung oleh Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) UM Gresik, Prof. Dr. Yudhi Arifani, S.Pd., M.Pd. Dalam arahannya, Prof. Yudhi menegaskan bahwa KKN Berdampak merupakan implementasi nyata komitmen UM Gresik dalam menghadirkan pengabdian yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mendukung pembangunan daerah.

Ia menekankan bahwa mahasiswa harus mampu menjadi agen perubahan yang mengedepankan kolaborasi, inovasi, dan keberlanjutan dalam setiap program kerja yang dilaksanakan. Program yang disusun tidak hanya berorientasi pada penyelesaian kegiatan selama KKN, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Mahasiswa harus hadir sebagai bagian dari solusi. Dengarkan masyarakat, identifikasi kebutuhan mereka, kemudian rancang program yang sesuai dengan potensi desa. Ketika mahasiswa mampu menciptakan dampak yang dirasakan masyarakat, di situlah nilai sesungguhnya dari KKN Berdampak,” tutur Prof. Yudhi.

Usai pelaksanaan pembukaan di masing-masing kecamatan, kegiatan dilanjutkan dengan serah terima mahasiswa kepada pemerintah desa. Para Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) mendampingi mahasiswa menuju desa-desa lokasi penempatan untuk melakukan kunjungan sekaligus menyerahkan peserta KKN kepada masing-masing kepala desa.

Prosesi tersebut menjadi awal dari kolaborasi antara UM Gresik, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menjalankan berbagai program pemberdayaan selama masa KKN. Mahasiswa akan menyusun dan melaksanakan program kerja berdasarkan hasil identifikasi kebutuhan masyarakat sehingga setiap kegiatan yang dijalankan benar-benar relevan dengan kondisi di lapangan.

Selama pelaksanaan KKN Berdampak Reguler 2026, mahasiswa akan mengembangkan berbagai program lintas bidang, mulai dari pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan UMKM, digitalisasi administrasi desa, pelestarian lingkungan, hingga pengembangan potensi lokal. Seluruh program dirancang dengan pendekatan partisipatif agar mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan dan meningkatkan kemandirian masyarakat.

Melalui KKN Berdampak Reguler 2026, UM Gresik kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya menghasilkan lulusan unggul, tetapi juga aktif menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat. Dengan semangat kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, pemerintah desa, dan masyarakat, UM Gresik optimistis kehadiran mahasiswa akan melahirkan inovasi, memperkuat pemberdayaan, serta menciptakan dampak positif yang dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh masyarakat di Kecamatan Jetis dan Kecamatan Dawarblandong.

📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK

Credit by Humas UM Gresik

Scroll to Top