UMGNews, MOJOKERTO – Kepedulian terhadap lingkungan tidak selalu harus dimulai dari langkah besar. Hal tersebut ditunjukkan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) melalui program kerja Program Studi Teknik Sipil dengan melaksanakan kegiatan penanaman biopori di Desa Bangeran, Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto, pada Kamis–Jumat, 20–21 Agustus 2026.
Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam membantu masyarakat menjaga lingkungan, khususnya melalui upaya sederhana untuk meningkatkan daya resap air ke dalam tanah. Selain pemasangan biopori, kegiatan tersebut juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat agar semakin peduli terhadap pengelolaan lingkungan di sekitar tempat tinggal.
Tanam Biopori di Tiga Lokasi
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN UM Gresik membuat dan memasang lima lubang biopori yang tersebar di tiga lokasi berbeda. Sebanyak dua lubang dibuat di area sekolah, dua lubang di kawasan lapangan voli dan futsal, serta satu lubang ditempatkan di lingkungan rumah warga.
Pipa biopori yang digunakan memiliki panjang 50 sentimeter dengan diameter 4 inci. Proses pemasangan dilakukan secara bertahap, dimulai dari menentukan titik lokasi yang sesuai, menggali tanah, memasang pipa biopori, hingga mengisi lubang menggunakan bahan organik.
Pemilihan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan kebutuhan resapan air. Dengan ditempatkannya biopori di beberapa area yang digunakan masyarakat, manfaatnya diharapkan dapat dirasakan secara langsung sekaligus menjadi contoh penerapan sederhana yang dapat dikembangkan di lingkungan lainnya.
Hadapi Tanah Keras dan Penuh Batu
Pelaksanaan kegiatan tidak sepenuhnya berjalan tanpa tantangan. Mahasiswa harus menghadapi kondisi tanah yang cukup keras dan padat, bahkan bercampur dengan batu di sejumlah titik.
Kondisi tanah yang didominasi tanah lempung juga membuat proses penggalian menjadi lebih sulit. Mahasiswa membutuhkan tenaga dan waktu lebih banyak untuk membuat lubang dengan ukuran serta kedalaman yang sesuai dengan pipa biopori yang digunakan.
Menghadapi kondisi tersebut, proses penggalian dilakukan secara bertahap dan hati-hati. Pembagian tugas antaranggota menjadi salah satu kunci agar kegiatan tetap dapat berjalan hingga seluruh lubang biopori berhasil dipasang.
Meskipun menemui berbagai kendala di lapangan, semangat gotong royong dan kerja sama mahasiswa membuat kegiatan penanaman biopori dapat diselesaikan sesuai dengan target.
Langkah Sederhana untuk Lingkungan Berkelanjutan
Pembuatan biopori di Desa Bangeran diharapkan tidak hanya memberikan manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga dapat menjadi langkah awal untuk membangun kebiasaan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Lubang biopori dapat membantu meningkatkan daya resap air ke dalam tanah, sehingga berpotensi mengurangi genangan ketika terjadi hujan. Selain itu, lubang tersebut dapat dimanfaatkan sebagai media untuk memasukkan bahan organik yang kemudian dapat terurai secara alami.
Bagi mahasiswa KKN UM Gresik, kegiatan ini menjadi pengalaman untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus berinteraksi langsung dengan kebutuhan masyarakat.
Sementara bagi masyarakat Desa Bangeran, keberadaan lima lubang biopori tersebut diharapkan dapat menjadi contoh sederhana bahwa pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang relatif mudah diterapkan.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN UM Gresik tidak hanya hadir untuk menjalankan program kerja, tetapi juga berupaya meninggalkan manfaat nyata dan pengetahuan yang dapat dilanjutkan oleh masyarakat.
Selama dua hari pelaksanaan, sebanyak lima lubang biopori berhasil dibuat dan dipasang di tiga lokasi di Desa Bangeran. Kegiatan tersebut menjadi salah satu wujud nyata kontribusi mahasiswa dalam mendukung lingkungan yang lebih resapan, sehat, dan berkelanjutan.
📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK
Credit by Kelompok 20 KKN UM Gresik