UMGNews, Gresik โ Dunia kerja terus berubah. Kompetensi yang dibutuhkan industri tidak lagi berhenti pada ijazah dan nilai akademik, tetapi juga menuntut kemampuan beradaptasi, berkomunikasi, berpikir kritis, hingga menguasai teknologi. Di tengah perubahan tersebut, muncul satu pertanyaan penting: seberapa siap generasi Z menghadapi kebutuhan pasar kerja di Gresik?
Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Workshop Hari Statistik Nasional (HSN) 2026 yang diselenggarakan oleh Pojok Statistik Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) dengan mengusung tema โStatistik Berkualitas untuk Menavigasi Masa Depan Dunia Kerja: Gen Z dan Skill Gap di Pasar Kerja Gresik.โ
Kegiatan ini tidak hanya membahas statistik sebagai kumpulan angka, tetapi menjadikannya sebagai dasar untuk membaca kondisi dan tantangan dunia kerja secara lebih nyata. Melalui data, peserta diajak melihat adanya kesenjangan antara kompetensi yang dimiliki generasi muda dengan keterampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan industri.
Kegiatan diawali dengan sambutan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik, Ir. Indriya Purwaningsih, M.T. Dalam sambutannya, ia menggarisbawahi pentingnya statistik dalam membaca berbagai kondisi masyarakat, termasuk perkembangan ketenagakerjaan dan kebutuhan pasar kerja.
Selanjutnya, Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd., turut memberikan sambutan. Kehadiran UM Gresik dalam kegiatan ini menegaskan peran perguruan tinggi tidak hanya sebagai institusi pendidikan, tetapi juga sebagai mitra dalam membangun ekosistem berbasis data dan memperkuat literasi statistik di masyarakat.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan keynote speech oleh Wakil Bupati Gresik, dr. H. Asluchul Alif, M.Kes., M.M., M.H.P. Paparan tersebut menjadi pengantar untuk melihat persoalan dunia kerja di Gresik dari perspektif pembangunan daerah, khususnya dalam menghadapi perubahan kebutuhan kompetensi tenaga kerja.
Dua Penghargaan Sekaligus untuk UM Gresik
Di tengah rangkaian kegiatan, momen istimewa turut hadir bagi UM Gresik. Dalam pemberian penghargaan yang terdiri atas 10 kategori, UM Gresik berhasil meraih dua penghargaan sekaligus.
Dua penghargaan tersebut yakni Mitra Literasi Statistik Terbaik 2026 dan Penghargaan atas Dukungan dan Kolaborasi dalam Bentuk KKN di Desa Cantik.
Penghargaan diterima oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) UM Gresik sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kolaborasi yang telah dilakukan bersama BPS Kabupaten Gresik.
Raihan tersebut menjadi bagian dari perjalanan kolaborasi UM Gresik dalam memperkuat literasi statistik. Tidak hanya di lingkungan kampus, pemanfaatan data juga didorong melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat, salah satunya melalui program KKN di Desa Cantik.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk nyata bagaimana mahasiswa dan perguruan tinggi dapat mengambil peran dalam mendukung masyarakat desa untuk mengenal, memahami, dan memanfaatkan data dalam melihat berbagai potensi maupun persoalan di lingkungannya.
Saat Data Bertemu Dunia Kerja
Setelah sesi penghargaan, kegiatan memasuki agenda utama melalui pemaparan materi dari Assoc. Prof. Dr. Ir. Djoko Soelistya, M.M., CPHCM, CHRMP.
Pembahasan berfokus pada tantangan generasi Z dalam memasuki dunia kerja yang semakin dinamis. Perubahan teknologi dan kebutuhan industri membuat kompetensi tenaga kerja ikut bergerak. Kondisi tersebut menuntut generasi muda untuk tidak hanya mengandalkan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki soft skill, kemampuan adaptasi, komunikasi, kolaborasi, serta kemauan untuk terus mengembangkan diri.
Pembahasan mengenai skill gap menjadi semakin penting karena kesenjangan kompetensi dapat menjadi tantangan tersendiri bagi lulusan ketika memasuki pasar kerja. Karena itu, dunia pendidikan perlu terus membaca kebutuhan industri dan menyesuaikan pengembangan kompetensi mahasiswa dengan perubahan yang terjadi.
Perspektif dunia industri kemudian diperkuat melalui pemaparan materi dari Sekretaris DPK APINDO Gresik, Ngadi, S.H., M.H. Peserta mendapatkan gambaran mengenai kebutuhan dan ekspektasi dunia usaha terhadap tenaga kerja, sekaligus kompetensi yang perlu dipersiapkan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan lingkungan kerja.
Pertemuan antara perspektif statistik, pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri tersebut membuat Workshop HSN 2026 menjadi ruang diskusi yang tidak berhenti pada persoalan data. Data digunakan untuk membaca realitas, sementara dunia pendidikan dan industri menjadi bagian penting dalam mencari langkah untuk menjawab tantangan tersebut.
Bagi UM Gresik, momentum ini sekaligus memperkuat komitmen untuk terus membangun kolaborasi berbasis data serta meningkatkan literasi statistik di lingkungan akademik dan masyarakat.
Sebab, ketika dunia kerja terus bergerak, angka bukan sekadar angka. Di baliknya terdapat kebutuhan industri, kesiapan generasi muda, dan masa depan tenaga kerja yang perlu dipersiapkan sejak sekarang.
๐ Informasi lebih lanjut:
๐ Website: www.umg.ac.id
๐ฑ Instagram: @um_gresik
๐บ YouTube: UM_GRESIK
Credit by Humas UM Gresik