
Gresik-Himpunan Mahasiswa Agroteknologi (Himagrotek) Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG) melakukan kegiatan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) di Dusun Klitih Kecamatan Lamongan Kabupaten Lamongan, Selasa (28/09). Program tersebut mengangkat tema Pengembangan Komposter Sampah Rumah Tangga untuk Mendukung Lingkungan Berkelanjutan di Dusun Klitih Desa Wajik, Lamongan. Tim Himagrotek mengajak warga memanfaatkan limbah rumah tangga menjadi pupuk organik padat dan cair.
Kegiatan PHP2D berlangsung sejak awal September, dimana tim melakukan sosialisasi kepada Ibu-ibu PKK Dusun Klitih mengenai pembuatan komposter dari timbo yang diberikan nama Timbo Komposter (Tooster). Ketua tim PHP2D Himagrotek UMG Anang Dwi Febrianto, menuturkan ide tersebut berawal dari kurangnya kepedulian masyarakat terhadap limbah rumah tangga yang tidak dimanfaatkan. “Memanfaatkan limbah rumah tangga seperti kulit buah, sayuran, sisa makanan kita jadikan kompos ” terangnya.
Setelah pembuatan Tooster, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman secara vertikultur yang memanfaatkan limbah sampah rumah tangga (anorganik) sebagai pot tanaman yang mempunyai nilai keindahan dan dapat mengurangi sampah rumah tangga (anorganik).

Dalam kegiatan tersebut, terdapat 43 ibu rumah tangga yang mengikuti dengan antusias. Mereka dibagi menjadi enam kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari tujuh orang. Mereka mendapatkan bimbingan dan pelatihan setiap satu minggu sekali untuk membuat pupuk organik padat maupun cair.
“Kita ajak ibu-ibu membuat kompos, mulai dari pengumpulan sampah hingga mendapatkan hasil, kita pantau setiap seminggu sekali, kata Atus salah satu anggota tim.
Sementara itu Kepala Dusun Klitih Desa Wajik Kasianto mengapresiasi kegiatan tersebut, terlebih sebagian warganya memiliki mata pencaharian sebagai petani. “ Yang jelas saya pribadi dan warga sangat senang sekali dengan kehadiran adik dari UMG, ini bisa mendukung kami khususnya Ibu-ibu untuk memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi lebih berguna,” ujarnya.
Dalam kegiatan pembuatan vertikultur ibu-ibu diajak untuk memanfaatkan kompos yang telah diproduksi sebagai pupuk. Mereka ditantang berkreasi dan berlomba dengan tim lain untuk membuat veltikultur dengan memanfaatkan botol plastik. Ibu-ibu sangat antusias menanam bibit sayuran sawi pakcoy dan selada.
“Semoga kedepannya ibu-ibu yang mengikuti program ini bisa bekerjasama dengan pasar dan pengepul untuk menampung hasil panen,” (HUMAS UMG)

