
Gresik, Universitas Muhammadiyah Gresik dan Loei Primary Educational Service Area Office 2, Thailand, menyelenggarakan Seminar Internasional 1ST UMGCINMATIC Rethinking Education During Covid-19 Era : Challenges And Innovations secara daring melalui aplikasi zoom meeting dan live youtube (30/11). Seminar Internasional UMGCINMATIC melibatkan para ahli hingga akademisi lintas negera diantaranya USA, Filipina, Thailand dan tentunya Indonesia.
Seminar Internasional yang dipandu oleh Riska Batubara, S. Hum, M.Pd ini, merupakan rangkaian kegiatan dari Seminar Internasional yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Gresik secara periodik, seperti tahun sebelumnya yang telah melaksanakan Seminar Internasional yakni “UMGHESIC” yang fokus pada bidang kesehatan. Tahun 2021 ini, Seminar Internasional UMGCINMATIC fokus pada ilmu sosial kemanusiaan dan lebih menekankan pada pendidikan dan ekonomi.

Seminar UMGCINMATIC menghadirkan akademisi, peneliti dan praktisi, yang concern serta ahli di bidang pendidikan dan ekonomi, untuk mengembangkan pendidikan dan produktivitas ekonomi terutama selama pandemi Covid-19 dari berbagai negara. Seminar ini menghadirkan pembicara internasional yang akan topik terkini terkait tantangan pendidikan di era pandemi Covid-19.
Kegiatan Seminar internasional diawali dengan Opening Speech oleh Dr. Eko Budi Leksono, Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Mr. Prasit Kamking, Director of LPESAO2, Thailand dan Dr. Thira Bhawangkanantha, Senior Advisor in Networkin System and Participation Development (OBEC), Ministry of Education, Thailand.
Keynote Speaker pada kegiatan seminar tersebut diantaranya adalah : Widens Pierre, ESL Teacher & Trainer for AECS Business Acceleration Program, USA, Dr. Wanida Simpol, Supervisor of LPESAO2, Thailand, Dr. Jeffry Ocay, Lecturer of Eastern Visayas States University, the Philipines, Dr. Yudhi Arifani, M.Pd., dan Dr. Tumirin, M.Si., Dosen Universitas Muhammadiyah Gresik.
Multi Disiplin ilmu yang menjadi fokus kegiatan Seminar Internasional 1ST UMGCINMATIC adalah : Pendidikan secara umum, Pendidikan Bahasa, Pendidikan Bahasa Inggris, Virtual dan Blended Learning, Pembelajaran bahasa komputer, Media Pembelajaran, Pendidikan anak usia dini, Pendidikan Islam, Kewirausahaan, Ekonomi, Hukum, Psikologi dan Tehnologi Pembelajaran.

Penyampaian materi dari para Keynote speakers dipandu oleh Paulina S.Pd, M.Pd. Secara garis besar para Keynote speaker menyampaikan tantangan yang dihadapi oleh dunia pendidikan dan ekonomi saat pandemi Covid-19. Perlunya inovasi dan kreatifitas dalam dunia pendidikan yang dilakukan oleh beberapa negara untuk menghadapi tantangan di dunia pendidikan dan ekonomi saat ini.
Salah satu topik menarik yang disampaikan oleh Widens Pierre, ESL Teacher & Trainer for AECS Business Acceleration Program, USA, tentang perkembangan tantangan di dunia pendidikan Bahasa Inggris di USA. Pierre menyampaikan ada beberapa hal yang patutnya dicermati oleh para pendidik diantaranya adalah pembiasaan penggunaan Bahasa Inggris bagi siswa. Terkadang keterbatasan penggunaan bahasa inggris oleh para pendidik menjadikan tujuan pendidikan bahasa inggris belum tercapai sepenuhnya.

Sesi presentasi peserta, dilakukan secara paralel untuk melalui 9 breakout room yang telah disiapkan oleh panitia. Masing-masing breakout room didampingi oleh moderator dan evaluator yang akan mengawal jalannya pelaksanaan presentasi para peserta. Pada akhir kegiatan diumumkan best presenter dari masing masing Room. Room 1 : Thawinee Ponsa dan Assawin janwan, Room 2: Phattrawadee Jomsriprasert, Room 3 : Hongmanee prasansab dan Wuttichai Dana, Room 4 : Thailand : Warapon Yostasarn dan Indonesia Qothrunnada Almubarokah, Room 5 : Phoom Praraksa, Room 6 : Kazue Salzabella Rachelinda, Room 7 : Surya aditama, Room 8 : Arif Rubihanto, Room 9 : Reza Ayu Ningrum dan Room 10 : Inggrid Savitri (HUMAS UMG).