FGD “MODEL PENGEMBANGAN DESA WISATA YANG BERKELANJUTAN” RISET KEILMUAN LPDP MANDATORY DPPM UMG

Gresik, Tim Rispro LPDP Universitas Muhammadiyah Gresik yang diketuai oleh Dr. Sukaris, S.E, M.S.M menggelar Focus Grup Discussion “Model Pengembangan Desa Wisata yang Berkelanjutan” (12/02). Hadir pada acara tersebut, Sutaji Rudy, S.H, M.H Kepala Dinas DISPAREKRAFBUDPORA Kabupaten Gresik, Sekar Arum Ketua Paguyuban Pokdarwis Kabupaten Gresik, serta Purnomo H M Anshori, S.E, M.M, pemateri pada kegiatan FGD di Hall sang Pencerah Lnt 8, Gedung I Universitas Muhammadiyah Gresik.

rispro 1.jpeg (141 KB)

Peserta yang hadir pada kegiatan FGD adalah para koordinator Desa wisata dari daerah daerah wisata di Kabupaten Gresik. Lebih dari 30 peserta yang hadir pada kegiatan tersebut mendapatkan materi dari para pakar di bidang pariwisata.

Pada kesempatan tersebut, Dr Sukaris SE, M.S.M yang juga menjabat Direktur Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat UMG menyampaikan bahwa kegiatan FGD ini menjadi jembatan bagi pengelola desa wisata dan pemerintah Kabupaten Gresik dalam mensinergikan program yang telah berjalan. Hasil dari kegiatan FGD bisa menjadi acuan dalam model atau prototype pengembangan desa wisata yang ada di Kabupaten Gresik untuk ke depannya.

Sutaji Rudy, S.H, M.H Kepala Dinas DISPAREKRAFBUDPORA Kabupaten Gresik dalam sambutannya sekaligus membuka kegiatan FGD ini menuturkan bahwa hampir semua desa mempunyai potensi dalam bidang pariwisata, tinggal bagaimana desa tersebut bisa mengelola dan menjadikan daerah tersebut sebagai destinasi wisata yang ada di Kabupaten Gresik. Pariwisata di Kabupaten Gresik tidak terbatas pada wisata alam, namun ada wisata religi, kuliner, hingga wisata seni dan budaya. Diantara wisata budaya yang ada di Kabupaten Gresik adalah Pasar Bandeng kota Gresik, Rebo Wekasan Desa Suci hingga sanggring atau Kolak Ayam Desa Gumeno Manyar.

rispro 2.jpeg (155 KB)

Banyaknya jenis wisata di Kabupaten Gresik ini menjadikan Gresik menjadi Destinasi Wisata yang menarik bagi para wisatawan lokal maupun luar daerah. Namun karena musim pandemi yang belum juga menunjukan titik terang membuat beberapa destinasi wisata di Gresik menjadi sepi dan banyak juga yang vacum. Oleh karena itu, sinergi dari berbagai sektor salah satunya dari akademisi yakni Universitas Muhammadiyah Gresik menjadi harapan baru untuk pengembangan desa wisata yang berkelanjutan.

Moderator pada kegiatan FGD, Wenti Krisnawati, SE, MM memandu FGD dengan sangat menarik, para peserta yang hadir tampak antusias menanyakan solusi kendala atau hambatan yang terjadi di desa wisata yang mereka kelola. Diantara materi materi yang disampaikan oleh para pakar adalah :  Materi pertama adalah Model pengembangan Desa Wisata berkelanjutan, Kajian teoritis oleh Dr Sukaris, SE, M.S,M, Materi 2 yakni Perkembangan desa wisata di Kabupaten Gresik, oleh Sekar Arum dan Materi ketiga sekaligus materi terakhir adalah strategi pengembangan Desa wisata berkelanjutan oleh Purnomo H M Anshori S.E, M.M.

rispro 3.jpeg (154 KB)

Pada akhir kegiatan, FGD membahas kendala kendala yang terjadi di desa wisata masing masing. Agar lebih terfokus dan mencapai tujuan dari FGD masing masing kelompok peserta di dampingi oleh para mentor atau pendamping, sehingga bisa menyimpulkan kendala masing masing yang terjadi pada desa wisata yang dikelola oleh daerah para peserta (HUMAS UMG).   

Scroll to Top