Gresik, Universitas Muhammadiyah Gresik berkolaborasi kembali dengan LLDikti Wilayah VII dalam rangka menggelar kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi MBKM dan 4 Anti pada PT Di Lingkungan LLDikti Wilayah 7 (03/11). Dihadiri secara langsung oleh Kepala LLDikti Wilayah 7, Prof. Dr. Dra. Dyah Sawitri, SE, MM dan didampingi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik Nadhirotul Laily, S.Psi, M.Psi Psikolog, Kepala LLDikti Wil 7 memberikan sambutan serta motivasi kepada 86 peserta yang hadir di Hall Sang Pencerah lnt 8 UMG.
Rektor UMG memberikan sambutan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir serta mengucapkan terimakasih kepada LLDikti Wil 7 yang telah memberi kepercayaan kepada UMG sebagai tuan rumah pada kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi MBKM dan 4 Anti pada PT Di Lingkungan LLDikti Wilayah 7. Sekitar 40 perguruan tinggi mengikuti kegiatan sekaligus melakukan verifikasi berkas serta pengisian data pada aplikasi Implementasi MBKM dan 4 Anti.
“Kami ucapkan terimakasih kepada LLDikti yang telah mempercayakan UMG untuk berkolaborasi bersama, sebagai tuan rumah dalam banyak kegiatan salah satunya adalah kegiatan Bimbingan Teknis ini” tutur beliau.
Rektor juga menuturkan bahwa UMG telah mendapatkan hibah pendanaan MBKM pada tahun 2020 untuk lima (5) program studi di lingkungan UMG yakni program studi Akuntansi, program studi Budidaya Perikanan, program studi Manajemen, program studi Pendidikan Matematika dan program studi Psikologi. Dan pada tahun 2021 UMG kembali mendapat hibah PK-KM
“Kami berharap bisa berkolaborasi bersama dengan Perguruan Tinggi bapak ibu untuk dapat maju dan berkembang bersama demi peningkatan kualitas pendidikan tinggi di Wilayah Jawa Timur yang lebih baik lagi” harap Dosen Fakultas Psikologi tersebut.
Prof. Dr. Dra. Dyah Sawitri, SE, MM, mengajak peserta dari PT di lingkungan LLDikti Wilayah 7 untuk berubah dan bisa bersinergi bersama serta bekompetisi secara aktif dan sehat dalam rangka menyerap dana yang telah di sediakan oleh LLDikti Pusat, sehingga dapat membawa kebermanfaatan untuk masyarakat secara luas. Ini juga bisa menjadi salah satu cara untuk perguruan tinggi untuk promosi dan mengenalkan kampusnya di kalangan masyarakat umum.
Prof. Dyah juga menuturkan kepada para peserta bimbingan teknis, dimana harapan-harapan besar dari program MBKM ini adalah akan terciptanya budaya akademik yang kreatif, inovatif, tidak mengekang dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa. Menurut Dyah, 4 Anti yang diharapkan akan diadopsi oleh Perguruan Tinggi di Lingkungan LLDkti Wilayah VII, adalah anti korupsi, anti toleransi, anti kekerasan seksual, dan anti perundungan.
“Tujuan dari diadakan kegiatan Bimbingan teknis adalah memberikan informasi kepada Perguruan Tinggi tentang implementasi MBKM dan 4 anti di lingkungan perguruan tinggi Jawa Timur, salah satunya adalah memasukan kebijakan terkait implementasi MBKM dan 4 Anti pada panduan atau pedoman akademik serta media informasi kampus dalam hal ini Web kampus, maupun media sosial, sehingga bisa diketahui oleh seluruh civitas akademik” tutur beliau.
Peserta kegiatan ini, nanti diharapkan akan menjadi narasumber di Perguruan Tinggi masing masing, dan mensosialisasikan tentang implementasi MBKM dan 4 anti untuk diketahui oleh seluruh elemen kampus. Sehingga akan dilakukan penyusunan dan pelaksanaan kebijakan yang mendukung pembejaran serta nilai nilai pendidikan karakter dan budaya antikorupsi kedalam kurikulum pembelajaran di setiap prodi, serta penyusunan prosedur cegah, lapor, lindungi, dan tindak lanjut atas laporan kekerasan seksual atau apa saja yang terkait perundungan yang terjadi di lingkungan kampus.
Pemaparan dan diskusi terkait implementasi MBKM dan 4 anti disampaikan oleh Indera Zainul Muttaqien, ST., M.Kom, Koordinator Pokja Akademik dan Risbang. Sebelum kembali ke kampus masing masing, peserta juga diwajibkan untuk melakukan pengisian data pada aplikasi dan verifikasi secara langsung (HUMAS UMG).