UMGNews – Pengelolaan warehouse yang tidak tepat dapat berdampak serius pada kinerja industri, bahkan berpotensi melumpuhkan rantai pasok secara keseluruhan. Isu krusial inilah yang menjadi fokus utama dalam kuliah tamu Program Studi Teknik Industri UM Gresik bertema “Peran Warehouse dalam Perencanaan, Pengendalian Persediaan, dan Supply Chain Management”.
Kegiatan yang berlangsung dengan antusias ini dihadiri oleh pimpinan fakultas, dosen, serta mahasiswa Teknik Industri. Kuliah tamu menjadi ruang strategis untuk membuka wawasan mahasiswa bahwa warehouse bukan sekadar tempat menyimpan barang, melainkan simpul vital yang menentukan kelancaran produksi, distribusi, dan kepuasan pelanggan.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Program Studi Teknik Industri, Akhmad Wasiur Rizqi, S.T., M.T. Ia menegaskan bahwa kesalahan dalam pengelolaan warehouse—mulai dari pencatatan stok yang tidak akurat hingga perencanaan kapasitas yang keliru—dapat memicu keterlambatan produksi dan distribusi. Oleh karena itu, pemahaman yang kuat mengenai peran strategis warehouse menjadi kompetensi penting bagi calon lulusan Teknik Industri.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dekan Fakultas Teknik, Dr. Misbah, S.T., M.T., yang mengapresiasi terselenggaranya kegiatan ini sebagai bentuk implementasi kurikulum berbasis link and match dengan kebutuhan industri. Ia menekankan bahwa Supply Chain Management (SCM) merupakan salah satu kunci daya saing perusahaan, sehingga mahasiswa perlu dibekali perspektif praktis langsung dari dunia industri.
Sebagai pemateri utama, Muhammad Ulin Nuha, S.T. dari PT Wilmar Nabati Indonesia mengupas secara mendalam peran warehouse dalam menjaga stabilitas rantai pasok. Ia menjelaskan bahwa warehouse berfungsi sebagai buffer terhadap ketidakpastian permintaan dan pasokan, sekaligus pusat pengendalian persediaan dan perencanaan kapasitas.
Lebih lanjut, ia mengungkap bahwa pengelolaan warehouse yang baik mampu menyediakan data akurat untuk demand forecasting, menjaga akurasi inventaris, serta mencegah pemborosan (waste) akibat kelebihan atau kekurangan stok. Penerapan kebijakan aliran barang seperti FIFO, LIFO, dan FEFO, serta pemanfaatan teknologi Warehouse Management System (WMS) dan sistem gudang otomatis, disebut sebagai solusi strategis dalam meningkatkan efisiensi dan ketepatan operasional.
Kuliah tamu ditutup dengan sesi diskusi dan studi kasus yang mengulas berbagai bentuk pemborosan dalam pengelolaan persediaan dan dampaknya terhadap performa Supply Chain Management. Melalui kegiatan ini, mahasiswa Teknik Industri UM Gresik diharapkan mampu memahami bahwa warehouse adalah penentu vital keberhasilan rantai pasok, sehingga pengelolaannya harus dilakukan secara terencana, terukur, dan berbasis data.
📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK
Credit by Humas UM Gresik