Belajar Bahasa dan Budaya Dunia Kini Lebih Mudah, UM Gresik Hadirkan Pusat Budaya Asing

UMGNews, GRESIK – Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) melalui Direktorat Sertifikasi Profesi Pengembangan Bahasa dan Usaha (DSP2BU) resmi menghadirkan Pusat Budaya Asing sebagai wadah pengembangan bahasa dan budaya internasional bagi mahasiswa maupun masyarakat umum. Kegiatan launching dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026 di Gedung I, Payment Point Lantai II, Kampus I UM Gresik.

IMG_0041_11zon.jpg (187 KB)

Hadirnya Pusat Budaya Asing menjadi salah satu langkah nyata UM Gresik dalam mendukung internasionalisasi kampus dan meningkatkan kompetensi global mahasiswa. Melalui pusat budaya ini, peserta dapat mempelajari bahasa sekaligus mengenal budaya dari berbagai negara seperti Korea, Jepang, China, dan Arab dalam satu wadah yang interaktif dan edukatif.

Kegiatan launching berlangsung meriah dengan antusiasme peserta yang tinggi. Sivitas akademika, mahasiswa, dan tamu undangan turut hadir untuk menyaksikan peresmian pusat budaya yang diharapkan menjadi ruang pembelajaran lintas budaya dan pengembangan kemampuan bahasa asing.

Direktur Direktorat Sertifikasi Profesi Pengembangan Bahasa dan Usaha, Dr. Ir. Djoko Soelistya, M.M., dalam sambutannya menyampaikan bahwa penguasaan bahasa asing menjadi kebutuhan penting di era globalisasi saat ini. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut unggul secara akademik, tetapi juga harus memiliki kemampuan komunikasi internasional dan pemahaman budaya global.

“Pusat Budaya Asing ini kami hadirkan sebagai ruang belajar yang tidak hanya fokus pada bahasa, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai budaya internasional agar mahasiswa memiliki wawasan yang lebih luas dan siap bersaing secara global,” ujarnya.

IMG_0068_11zon.jpg (186 KB)

Sementara itu, BPH UM Gresik, Yusuf Diachmad Sabri, S.T., M.B.A., mengapresiasi hadirnya program tersebut sebagai bagian dari penguatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus. Ia berharap mahasiswa mampu memanfaatkan fasilitas ini untuk meningkatkan kemampuan diri dan memperluas jejaring internasional.

“Mahasiswa harus mampu membuka diri terhadap perkembangan dunia internasional. Dengan memahami bahasa dan budaya asing, mahasiswa akan memiliki peluang yang lebih besar dalam dunia pendidikan maupun karier di masa depan,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Rektor II UM Gresik, Dr. Tumirin, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa UM Gresik terus berkomitmen menghadirkan program-program inovatif yang mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa. Kehadiran Pusat Budaya Asing diharapkan menjadi sarana pembelajaran yang mampu membentuk mahasiswa adaptif, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan global.

“Ini menjadi bagian dari upaya UM Gresik dalam membangun atmosfer kampus yang berwawasan internasional dan mendukung mahasiswa untuk memiliki kemampuan lintas budaya,” tuturnya.

IMG_0101_11zon.jpg (186 KB)

Setelah prosesi launching selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Course Bahasa Mandarin sebagai bentuk implementasi nyata pengembangan kemampuan bahasa asing bagi peserta. Program ini menjadi awal dari berbagai kegiatan pelatihan bahasa dan budaya internasional yang akan terus dikembangkan di UM Gresik.

Melalui hadirnya Pusat Budaya Asing, UM Gresik berharap dapat menjadi ruang kolaborasi budaya dunia sekaligus memperkuat peran kampus dalam mencetak generasi unggul yang memiliki daya saing internasional, wawasan global, dan kemampuan komunikasi lintas budaya.

📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK

Credit by Humas UM Gresik

Scroll to Top