“Kesehatan Jiwa Tak Bisa Lagi Dianggap Sepele!” Pakar Nasional Bongkar Peran CMHN dan Komunikasi Efektif di UM Gresik

UMGNews, GRESIK — Isu kesehatan jiwa kini menjadi perhatian serius di tengah meningkatnya tekanan sosial, akademik, hingga ekonomi masyarakat. Menjawab tantangan tersebut, Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) menggelar kuliah pakar bertajuk “Transformasi Layanan Jiwa: CMHN dalam Mewujudkan Masyarakat Sejahtera Secara Holistik” di Hall Sang Pencerah UM Gresik.

IMG_9943_11zon.jpg (185 KB)

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman di bidang keperawatan dan kesehatan jiwa, yakni Prof. Dr. AH. Yusuf S., S.Kp., M.Kes serta Dr. Wiwik Widiyawati, S.Kep., Ns., MM., M.Kes.

Kuliah pakar dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners UM Gresik, Widiharti, S.Kep., Ns., M.Kep. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa mahasiswa keperawatan harus memiliki kesiapan menghadapi tantangan pelayanan kesehatan modern, termasuk pada aspek kesehatan jiwa masyarakat.

“Perawat masa kini tidak hanya dituntut kompeten secara klinis, tetapi juga mampu memahami kondisi psikologis pasien dan masyarakat secara menyeluruh. Kuliah pakar ini menjadi ruang penting untuk memperkuat wawasan mahasiswa terkait pelayanan kesehatan jiwa berbasis komunitas,” ujarnya.

Pada sesi pertama, Prof. Yusuf membahas pentingnya pendekatan Community Mental Health Nursing (CMHN) dalam membangun masyarakat yang sehat secara mental, sosial, dan spiritual. Akademisi dari Universitas Airlangga tersebut menjelaskan bahwa layanan kesehatan jiwa harus bergerak lebih dekat dengan masyarakat melalui edukasi, pendampingan, dan pemberdayaan komunitas.

Menurutnya, kesehatan jiwa bukan lagi isu individu semata, tetapi menjadi persoalan bersama yang membutuhkan keterlibatan berbagai pihak.

“Pendekatan CMHN hadir untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan jiwa yang lebih humanis, preventif, dan berkelanjutan. Perawat memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam mendeteksi hingga mendampingi masyarakat,” jelasnya.

Selain aktif sebagai akademisi, Prof. Yusuf juga dikenal memiliki Rumah Singgah Al-Hidayah di Mojokerto yang bergerak dalam pendampingan sosial dan kemanusiaan bagi masyarakat yang membutuhkan perhatian kesehatan jiwa dan sosial.

IMG_9959_11zon.jpg (189 KB)

Sementara itu, pada sesi kedua, Dr. Wiwik Widiyawati mengangkat tema “Komunikasi Efektif dalam Keperawatan”. Ia menekankan bahwa kemampuan komunikasi menjadi fondasi utama dalam pelayanan keperawatan profesional.

“Perawat bukan hanya memberikan tindakan medis, tetapi juga membangun rasa aman, empati, dan kepercayaan pasien melalui komunikasi yang baik. Kesalahan komunikasi dapat berdampak besar terhadap kualitas pelayanan kesehatan,” ungkapnya.

Ia juga mengajak mahasiswa untuk meningkatkan kemampuan interpersonal agar mampu menghadapi dinamika pelayanan kesehatan di era modern yang semakin kompleks.

Kegiatan kuliah pakar berlangsung interaktif dengan antusiasme tinggi dari mahasiswa Program Studi Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners UM Gresik. Diskusi, tanya jawab, hingga sharing pengalaman lapangan dari para pemateri menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan tersebut.

Melalui kuliah pakar ini, UM Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam mencetak tenaga kesehatan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial, empati, dan kemampuan komunikasi yang kuat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan holistik bagi masyarakat.

📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK

Credit by Humas UM Gresik

Scroll to Top