“Jangan Tunggu Api Membesar!” UM Gresik Gelar Simulasi Pencegahan Kebakaran, Mahasiswa Diajarkan Cara Selamatkan Diri Saat Darurat

UMGNews, GRESIK — Universitas Muhammadiyah Gresik kembali menunjukkan komitmennya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman dan tanggap bencana melalui kegiatan Simulasi Pencegahan untuk Menghadapi Bahaya Kebakaran yang digelar di Hall Sang Pencerah UM Gresik. Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Badan Administrasi Umum dan Aset (BAUA) UM Gresik bersama DPRD Kabupaten Gresik.

IMG_0199_11zon.jpg (160 KB)

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Universitas Muhammadiyah Gresik, Dr. Tumirin, S.E., M.Si. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya edukasi kesiapsiagaan bencana bagi seluruh civitas akademika, khususnya mahasiswa, agar mampu bertindak cepat dan tepat saat menghadapi situasi darurat.

“Keselamatan menjadi tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini kami berharap seluruh civitas akademika memiliki pengetahuan dasar dan keterampilan dalam menghadapi potensi kebakaran di lingkungan sekitar,” ungkapnya.

Ratusan mahasiswa dan civitas akademika tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas edukatif dan interaktif. Tidak hanya mendapatkan teori mengenai potensi penyebab kebakaran, peserta juga diajak memahami langkah-langkah penyelamatan diri, prosedur evakuasi, hingga praktik penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR).

Materi utama disampaikan oleh Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Gresik yang diwakili langsung oleh Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, H.M. Suyono, S.H., S.Sos., M.M. Dalam pemaparannya yang bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pencegahan Kebakaran: Sosialisasi Edukasi untuk Mewujudkan Generasi Sigap, Berperan Aktif dalam Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran”, beliau menekankan pentingnya kesadaran masyarakat dalam mencegah terjadinya kebakaran sejak dini.

IMG_0261_11zon.jpg (186 KB)

Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting sebagai agen edukasi keselamatan di lingkungan masyarakat. Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan mampu menjadi pelopor dalam membangun budaya sadar bahaya kebakaran dan tanggap terhadap kondisi darurat.

Suasana simulasi semakin menarik ketika peserta melakukan praktik langsung penanganan awal kebakaran bersama tim pemadam kebakaran. Dengan pendampingan petugas profesional, peserta belajar cara menggunakan APAR dengan benar serta memahami teknik evakuasi aman saat terjadi kebakaran.

Melalui kegiatan ini, Universitas Muhammadiyah Gresik berharap mampu menciptakan generasi yang sigap, peduli, dan memiliki kesiapan menghadapi potensi bencana di lingkungan kampus maupun masyarakat. Simulasi ini juga menjadi bentuk nyata sinergi antara institusi pendidikan dan pemerintah daerah dalam membangun budaya keselamatan yang berkelanjutan.

📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK

Credit by Humas UM Gresik

Scroll to Top