UMGNews, Manyarsidorukun, Gresik – Perkembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan kawasan industri di Kabupaten Gresik membawa berbagai perubahan bagi masyarakat di sekitarnya. Sebagian warga merasakan manfaat melalui terbukanya peluang kerja, meningkatnya aktivitas ekonomi, dan berkembangnya usaha kecil. Namun, tidak sedikit pula warga yang mengaku belum merasakan dampak secara langsung karena keterbatasan akses terhadap kesempatan kerja maupun peluang usaha. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Gresik bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Gresik dan Pemerintah Desa Manyarsidorukun melaksanakan pendataan menyeluruh melalui Program Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) guna memperoleh gambaran kondisi sosial ekonomi masyarakat berdasarkan data yang akurat.
Kegiatan yang melibatkan 16 mahasiswa dari berbagai program studi ini dilaksanakan melalui metode door to door dengan mendatangi seluruh rumah warga di Desa Manyarsidorukun. Selain melakukan pendataan kependudukan, mahasiswa juga melakukan wawancara langsung dengan masyarakat untuk mengetahui perubahan kondisi sosial ekonomi yang dirasakan sejak berkembangnya kawasan industri di Kabupaten Gresik. Pendekatan ini bertujuan agar data yang diperoleh tidak hanya menggambarkan kondisi administratif penduduk, tetapi juga mampu memotret kondisi nyata yang dialami masyarakat.
Hasil wawancara menunjukkan bahwa dampak perkembangan kawasan industri dirasakan secara beragam. Sebagian warga mengungkapkan bahwa keberadaan perusahaan di sekitar wilayah mereka membuka kesempatan kerja baru bagi anggota keluarga serta meningkatkan pendapatan melalui usaha perdagangan, jasa, dan penyediaan kebutuhan pekerja industri. Aktivitas ekonomi yang semakin meningkat dinilai memberikan peluang bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha kecil maupun memperoleh penghasilan tambahan.
“Alhamdulillah, sejak kawasan industri berkembang, anak saya bisa bekerja di salah satu perusahaan di Gresik. Penghasilan keluarga menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya, sehingga kebutuhan sehari-hari dapat terpenuhi dengan lebih mudah,” ujar salah seorang warga Desa Manyarsidorukun.
Selain itu, pelaku usaha kecil juga merasakan peningkatan jumlah pelanggan seiring bertambahnya aktivitas masyarakat di sekitar kawasan industri.
“Warung yang saya kelola sekarang lebih ramai dibandingkan beberapa tahun lalu. Banyak pekerja yang mampir untuk membeli makanan atau minuman setelah pulang kerja,” ungkap salah satu warga pelaku UMKM di Desa Manyarsidorukun.
Di sisi lain, tidak semua warga merasakan manfaat yang sama. Beberapa responden mengungkapkan bahwa kesempatan kerja di sektor industri masih dipengaruhi oleh persyaratan pendidikan, pengalaman kerja, batas umur, maupun keterampilan tertentu sehingga tidak semua masyarakat dapat mengakses peluang tersebut.
”Perusahaannya memang banyak, tetapi penyerapan tenaga kerjanya masih kurang, tidak semua warga bisa bekerja di sana. Ada persyaratan tertentu yang belum bisa dipenuhi oleh sebagian masyarakat,” tutur Bapak Sandi, warga Desa Manyarsidorukun.
Selain itu, sebagian besar warga mengeluh atas ketidaknyamanan ketika tinggal bersinggungan dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) karena dampak negatifnya. Mulai dari suara bising yang terdengar, aroma cokelat yang begitu menyengat, hingga kemacetan yang dirasa sudah biasa itu. Namun, warga tetap mendukung keberadaan KEK yang bisa menciptakan peluang kerja untuk warga. Dengan begitu warga berharap KEK bisa meminimalisir polusi-polusi yang ada.
”Saya tetap mendukung keberadaan KEK karena bisa menciptakan peluang kerja meskipun ada dampak negatifnya, karena semua hal pasti ada dampak positif dan negatifnya.”ungkap Bapak Mansur, salah satu warga Manyarsidorukun.
Temuan tersebut menjadi salah satu informasi penting yang berhasil dihimpun melalui Program Desa Cantik. Data hasil pendataan dan wawancara tidak hanya berfungsi sebagai pembaruan basis data desa, tetapi juga memberikan gambaran mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat yang dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan desa. Pemerintah Desa Manyarsidorukun diharapkan dapat menggunakan data tersebut untuk menyusun program pemberdayaan masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pelayanan publik yang lebih tepat sasaran.
Kolaborasi antara mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Gresik, Badan Pusat Statistik Kabupaten Gresik, dan Pemerintah Desa Manyarsidorukun menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan berbasis data. Melalui pembekalan yang diberikan oleh BPS Kabupaten Gresik, mahasiswa dibekali kemampuan dalam melakukan pendataan, verifikasi, validasi, serta wawancara sesuai kaidah statistik sehingga informasi yang diperoleh memiliki tingkat keakuratan yang lebih baik.
Koordinator KKN Universitas Muhammadiyah Gresik menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi nyata Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat. Selain membantu pemerintah desa memperoleh data yang lebih mutakhir, mahasiswa juga belajar memahami kondisi sosial ekonomi masyarakat secara langsung sehingga mampu menghubungkan teori yang diperoleh di bangku perkuliahan dengan praktik di lapangan.
“Melalui Program Desa Cantik, kami tidak hanya melakukan pendataan, tetapi juga belajar memahami kondisi masyarakat secara langsung. Pengalaman ini menjadi bekal bagi kami untuk melihat pentingnya data dalam mendukung kebijakan pembangunan yang tepat sasaran,” ujar Harda, salah satu mahasiswa KKN Universitas Muhammadiyah Gresik.
Pemerintah Desa Manyarsidorukun turut mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini. Menurut pihak desa, pendataan yang dilakukan bersama mahasiswa KKN dan BPS Kabupaten Gresik membantu memperbarui data kependudukan sekaligus memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Program Desa Cantik membuktikan bahwa pembangunan desa tidak hanya memerlukan infrastruktur dan investasi, tetapi juga membutuhkan data yang berkualitas. Data yang akurat memungkinkan pemerintah memahami bagaimana dampak pembangunan benar-benar dirasakan oleh masyarakat. Dengan demikian, kebijakan yang disusun dapat lebih tepat sasaran, inklusif, dan mampu menjawab kebutuhan warga secara nyata.
Melalui sinergi antara Universitas Muhammadiyah Gresik, Badan Pusat Statistik Kabupaten Gresik, dan Pemerintah Desa Manyarsidorukun, diharapkan budaya pemanfaatan data dapat terus berkembang. Program Desa Cantik menjadi bukti bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat mampu menghasilkan data yang tidak hanya akurat, tetapi juga bermanfaat sebagai dasar pembangunan desa yang lebih transparan, partisipatif, dan berkelanjutan.
📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK
Credit by KKN BPS Kelompok 2 UM Gresik