Tingkatkan Mutu Pembelajaran, UM Gresik Gandeng UMY dan UII Kembangkan Kurikulum Bahasa Arab

UMGNews, Yogyakarta – Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran bahasa asing. Melalui Pusat Pengembangan Bahasa Asing (PPBA), UM Gresik melaksanakan kegiatan studi banding ke Language Training Center (LTC) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) dan Center for Indonesian Language and Cultural Learning Service (CILACS) Universitas Islam Indonesia (UII). Kegiatan ini difokuskan pada pengembangan kurikulum serta sistem tes Bahasa Arab sebagai bagian dari upaya peningkatan mutu pendidikan.

Delegasi UM Gresik dipimpin oleh Kepala Pusat Pengembangan Bahasa Asing, Yanuar Pandu Negoro, S.T., MLogSCM., didampingi Kepala Biro Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Dr. Mohammad Ahyan Yusuf Sya’bani, S.Pd.I., M.Pd.I., serta Dekan Fakultas Agama Islam, Dr. Hasan Basri, S.Ag., M.Pd.I. Kehadiran ketiga pimpinan tersebut menunjukkan keseriusan UM Gresik dalam membangun sistem pembelajaran Bahasa Arab yang adaptif, berkualitas, dan sesuai dengan kebutuhan pendidikan tinggi saat ini.

Kunjungan pertama dilaksanakan di Language Training Center (LTC) UMY. Pada kesempatan tersebut, rombongan berdiskusi mengenai penyusunan kurikulum Bahasa Arab, strategi pembelajaran, pengelolaan program bahasa, hingga pelaksanaan tes kemampuan Bahasa Arab yang telah diterapkan di UMY. Berbagai pengalaman dan praktik baik yang dimiliki LTC UMY menjadi referensi penting bagi UM Gresik dalam menyusun sistem pembelajaran yang lebih efektif dan terstruktur.

Selanjutnya, rombongan melanjutkan studi banding ke CILACS Universitas Islam Indonesia. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi. Tim UM Gresik memperoleh wawasan mengenai pengelolaan pusat bahasa, pengembangan instrumen asesmen, penyelenggaraan tes kompetensi Bahasa Arab, serta strategi peningkatan kualitas layanan bahasa di lingkungan perguruan tinggi.

Kepala Pusat Pengembangan Bahasa Asing UM Gresik, Yanuar Pandu Negoro, S.T., MLogSCM., menyampaikan bahwa studi banding ini menjadi langkah strategis dalam menyempurnakan kurikulum dan sistem evaluasi Bahasa Arab di UM Gresik. Menurutnya, pengembangan kurikulum tidak hanya berorientasi pada materi pembelajaran, tetapi juga harus mampu menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi bahasa sesuai dengan kebutuhan akademik maupun dunia kerja.

“Kami ingin menghadirkan sistem pembelajaran dan tes Bahasa Arab yang berkualitas, terukur, serta mengacu pada praktik terbaik yang telah diterapkan oleh perguruan tinggi unggulan. Melalui studi banding ini, kami memperoleh banyak inspirasi untuk diterapkan dan dikembangkan di UM Gresik,” ujarnya.

Senada dengan hal tersebut, Kepala Biro Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan, Dr. Mohammad Ahyan Yusuf Sya’bani, S.Pd.I., M.Pd.I., menilai bahwa penguatan kompetensi Bahasa Arab memiliki peran penting dalam mendukung pemahaman keislaman mahasiswa. Oleh karena itu, pengembangan kurikulum perlu dilakukan secara berkelanjutan agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berkembang.

Sementara itu, Dekan Fakultas Agama Islam UM Gresik, Dr. Hasan Basri, S.Ag., M.Pd.I., berharap hasil studi banding ini dapat menjadi pijakan dalam menyusun kurikulum Bahasa Arab yang lebih inovatif, relevan, dan mampu meningkatkan daya saing lulusan Fakultas Agama Islam maupun mahasiswa UM Gresik secara umum.

Melalui kegiatan ini, UM Gresik menegaskan komitmennya untuk terus belajar, berkolaborasi, dan mengadopsi praktik-praktik terbaik dari berbagai perguruan tinggi. Hasil studi banding di LTC UMY dan CILACS UII diharapkan dapat diimplementasikan dalam pengembangan kurikulum serta penyelenggaraan tes Bahasa Arab yang lebih profesional, sehingga mampu mendukung terwujudnya lulusan yang unggul, kompeten, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun internasional.

📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK

Credit by Humas UM Gresik

Scroll to Top