UMGNews, Mojokerto — Upaya mengenalkan budaya lokal kepada generasi muda terus dilakukan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Salah satunya diwujudkan dengan memperkenalkan Damar Kurung, kesenian tradisional khas Gresik, kepada siswa SDN 1 Bangeran.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja KKN yang dirancang untuk menggabungkan pembelajaran, kreativitas, dan pelestarian budaya lokal. Sebanyak 20 siswa kelas 2 dan 3 SDN 1 Bangeran mengikuti kegiatan dengan didampingi oleh 14 mahasiswa PGSD UM Gresik dan 5 guru.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memperkenalkan Damar Kurung sebagai salah satu warisan budaya Gresik, tetapi juga mengajak siswa memahami sejarah, makna, serta karakteristik visual yang melekat pada Damar Kurung. Penyampaian materi dikemas secara sederhana dan interaktif agar mudah dipahami oleh siswa sekolah dasar.
Damar Kurung sendiri merupakan salah satu kesenian tradisional yang memiliki nilai budaya kuat bagi masyarakat Gresik. Keberadaannya tidak hanya menjadi bagian dari identitas daerah, tetapi juga menyimpan cerita dan nilai kehidupan yang dapat dikenalkan kepada generasi muda melalui pendekatan pembelajaran yang kreatif.
Setelah mendapatkan pengenalan mengenai Damar Kurung, siswa diajak untuk terlibat langsung dalam proses pembuatannya. Mereka diberikan kesempatan untuk menggambar dan menghias bagian-bagian Damar Kurung sesuai dengan kreativitas serta imajinasi masing-masing.
Aktivitas tersebut membuat suasana kegiatan semakin hidup. Para siswa terlihat antusias mengikuti arahan mahasiswa, aktif bertanya, dan berani menuangkan ide mereka melalui gambar serta ornamen yang dibuat. Proses berkarya secara langsung juga menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan bagi siswa.
Keterlibatan mahasiswa PGSD UM Gresik dalam kegiatan ini sekaligus menunjukkan bahwa pembelajaran di sekolah dasar dapat menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan budaya lokal. Melalui metode belajar yang melibatkan praktik secara langsung, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga pengalaman dalam mengenal dan menghargai warisan budaya di lingkungan mereka.
Dukungan dari lima guru SDN 1 Bangeran turut membantu kegiatan berjalan dengan baik. Kolaborasi antara mahasiswa, guru, dan siswa menciptakan suasana pembelajaran yang edukatif sekaligus menyenangkan.
Bagi mahasiswa PGSD UM Gresik, kegiatan ini menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat sekaligus sarana untuk mengimplementasikan keterampilan pendidikan yang telah dipelajari selama perkuliahan. Pengenalan budaya melalui aktivitas kreatif diharapkan dapat menjadi pendekatan yang efektif untuk menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah sejak usia dini.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PGSD UM Gresik berharap siswa SDN 1 Bangeran tidak hanya mengenal nama Damar Kurung, tetapi juga memiliki rasa bangga terhadap budaya khas Gresik. Kreativitas yang dituangkan dalam proses pembuatan Damar Kurung diharapkan menjadi pengalaman yang berkesan dan mendorong siswa untuk turut menjaga keberadaan budaya lokal.
Kegiatan sederhana bersama 20 siswa ini menjadi langkah kecil yang memiliki makna besar bagi keberlanjutan budaya daerah. Ketika budaya dikenalkan sejak bangku sekolah dasar dengan cara yang menyenangkan, generasi muda memiliki kesempatan lebih besar untuk mengenal, mencintai, dan melestarikannya.
Damar Kurung bukan sekadar karya seni, tetapi juga bagian dari identitas budaya Gresik yang perlu terus dikenalkan kepada generasi penerus. Melalui kreativitas siswa dan kontribusi mahasiswa PGSD UM Gresik, semangat melestarikan budaya lokal dapat tumbuh sejak dini.
📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK
Credit by KKN Kelompok 20 UM Gresik