UMGNews, Sidoarjo — Riset tanaman tebu tidak hanya berhenti di ruang penelitian. Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) mulai mendorong hasil riset agar memiliki manfaat lebih luas bagi dunia industri melalui kerja sama dengan PT Pabrik Gula Candi Baru. Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UM Gresik dan PT Pabrik Gula Candi Baru.
Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya Fakultas Pertanian, khususnya Program Studi Agroteknologi UM Gresik, dalam memperkuat jejaring dengan dunia industri sekaligus membuka ruang kolaborasi di bidang penelitian dan pengembangan tanaman tebu.
Penandatanganan dokumen MoU dilakukan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd. Momentum tersebut menjadi bentuk komitmen UM Gresik untuk terus membangun kemitraan strategis dengan berbagai pihak, khususnya mitra industri yang memiliki keterkaitan erat dengan bidang keilmuan dan pengembangan kompetensi mahasiswa.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Dekan Fakultas Pertanian UM Gresik Dr. Farikhah, S.Pi., M.Si., Ketua Program Studi Agroteknologi Wiharyanti Nur Lailiyah, S.P., M.P., serta Prof. Dr. Setyo Budi, M.P. selaku peneliti tanaman tebu.
Dari Riset Kampus Menuju Kebutuhan Industri
Salah satu poin penting dalam kerja sama ini adalah pengembangan dan pemanfaatan hasil penelitian tanaman tebu. Prof. Dr. Setyo Budi, M.P. sebagai peneliti tanaman tebu memiliki peran dalam pengembangan riset yang nantinya diarahkan untuk dapat dimanfaatkan oleh PT Pabrik Gula Candi Baru.
Hal tersebut menjadi langkah penting dalam mendorong hilirisasi hasil riset perguruan tinggi, sehingga penelitian yang dilakukan di lingkungan akademik tidak berhenti sebagai hasil kajian, tetapi dapat dikembangkan dan diarahkan untuk menjawab kebutuhan nyata di lapangan.
Kolaborasi ini sekaligus memperlihatkan bagaimana perguruan tinggi dapat mengambil peran dalam mendukung pengembangan sektor pertanian dan industri berbasis pertanian. Pengetahuan, penelitian, dan inovasi yang dikembangkan oleh sivitas akademika memiliki peluang untuk diterapkan secara lebih luas ketika dipertemukan dengan kebutuhan dunia industri.
Bagi Fakultas Pertanian UM Gresik, kerja sama tersebut menjadi peluang untuk memperluas ruang pengembangan keilmuan, khususnya dalam bidang agroteknologi dan tanaman tebu. Sinergi dengan industri juga memungkinkan adanya pertukaran pengetahuan mengenai kondisi dan kebutuhan lapangan yang dapat menjadi bahan pengembangan penelitian maupun pembelajaran.
Perkuat Peran Prodi Agroteknologi
Program Studi Agroteknologi UM Gresik menjadi salah satu bagian penting dalam kolaborasi tersebut. Sebagai program studi yang memiliki fokus pada pengembangan ilmu dan teknologi pertanian, kerja sama dengan industri memberikan ruang bagi mahasiswa untuk semakin mengenal penerapan keilmuan secara langsung.
Kolaborasi ini diharapkan dapat membuka peluang pengembangan berbagai kegiatan akademik dan profesional, mulai dari penelitian, pengembangan inovasi pertanian, pembelajaran berbasis industri, hingga penguatan kompetensi mahasiswa sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
Keterlibatan mahasiswa dalam ekosistem kerja sama perguruan tinggi dan industri juga menjadi bagian penting dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya memiliki kemampuan akademik, tetapi juga memahami persoalan dan kebutuhan sektor pertanian secara nyata.
Dengan demikian, keberadaan mitra industri bukan hanya menjadi bentuk kerja sama kelembagaan, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran yang mempertemukan teori, riset, dan praktik.
Dorong Hilirisasi dan Inovasi Pertanian
Rektor UM Gresik Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd. melalui penandatanganan MoU tersebut menegaskan komitmen universitas dalam membangun kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Kerja sama dengan dunia industri menjadi salah satu langkah UM Gresik dalam memperluas dampak pendidikan tinggi melalui penelitian dan inovasi yang dapat diterapkan.
Sementara itu, bagi PT Pabrik Gula Candi Baru, kerja sama dengan perguruan tinggi membuka peluang untuk memperoleh dukungan keilmuan dan hasil penelitian yang relevan dengan kebutuhan pengembangan tanaman tebu.
Pertemuan antara kebutuhan industri dan kapasitas akademik inilah yang menjadi salah satu kunci penting dalam pengembangan riset yang memiliki daya guna. Hasil penelitian diharapkan dapat terus dikembangkan melalui proses kolaborasi sehingga memiliki peluang untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas dan produktivitas sektor pertanian.
Kerja sama tersebut juga sejalan dengan semangat Tridharma Perguruan Tinggi, terutama dalam memperkuat pelaksanaan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat bagi masyarakat serta dunia industri.
Jadi Awal Kolaborasi yang Lebih Luas
Penandatanganan MoU antara UM Gresik dan PT Pabrik Gula Candi Baru diharapkan tidak berhenti pada seremoni penandatanganan dokumen. Lebih jauh, kerja sama ini menjadi pintu masuk bagi berbagai bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Ke depan, kerja sama dapat diarahkan pada pengembangan riset tanaman tebu, pemanfaatan hasil penelitian, penguatan kompetensi mahasiswa, serta berbagai kegiatan akademik yang relevan dengan kebutuhan industri gula.
Bagi UM Gresik, kolaborasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan untuk memperkuat posisi perguruan tinggi sebagai mitra strategis dunia industri. Sementara bagi Fakultas Pertanian dan Program Studi Agroteknologi, kerja sama ini menjadi momentum untuk semakin memperluas kontribusi dalam pengembangan pertanian berbasis riset dan inovasi.
Dari riset tanaman tebu yang dikembangkan di lingkungan akademik, kini terbuka peluang untuk membawa hasil penelitian lebih dekat dengan kebutuhan industri. MoU UM Gresik dan PT Pabrik Gula Candi Baru pun menjadi langkah awal untuk menghubungkan pengetahuan, inovasi, dan kebutuhan dunia nyata dalam satu ekosistem kolaborasi.
📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK
Credit by Humas UM Gresik