UMGNews, GRESIK – Tiga bulan kebersamaan meninggalkan banyak cerita. Momen perpisahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Kelompok 22 Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) bersama masyarakat Desa Sukoanyar, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, berlangsung hangat dan penuh keakraban pada Jumat (30/10/2026) di Balai Desa Sukoanyar.
Sebanyak 15 mahasiswa yang telah menjalankan pengabdian selama tiga bulan akhirnya berpamitan kepada masyarakat. Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Sukoanyar, perangkat desa, empat kepala dusun (kasun), ibu-ibu PKK, karang taruna, serta masyarakat setempat.
Acara dipandu oleh Muhammad Ashil Baihaqi sebagai pembawa acara. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala Desa Sukoanyar, Rupi’an, serta Ketua KKN Tematik Kelompok 22, Dimas Saputra.
Dalam sambutannya, Rupi’an menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh mahasiswa yang telah hadir serta berkontribusi bagi Desa Sukoanyar. Ia berharap pengalaman dan kebersamaan yang terjalin selama masa KKN dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada adik-adik KKN atas peran dan kehadirannya di Desa Sukoanyar. Semoga ilmu dan kebersamaan yang sudah terjalin selama ini membawa manfaat bagi kita semua. Ingat, jangan lupakan Sukoanyar. Kalau sudah sukses nanti, mampirlah ke Sukoanyar,” ujarnya.
Ia juga berharap hubungan baik antara mahasiswa dan masyarakat tidak berakhir seiring selesainya masa KKN. Program serta berbagai kegiatan positif yang telah dilaksanakan diharapkan dapat terus dikembangkan oleh masyarakat setempat.
Sementara itu, Dimas Saputra selaku Ketua KKN Tematik Kelompok 22 menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah desa dan seluruh masyarakat yang telah menerima serta mendampingi mahasiswa sejak awal pelaksanaan pengabdian. Menurutnya, keterbukaan dan dukungan warga menjadi bagian penting dalam kelancaran setiap program kerja kelompok.
“Kami berterima kasih kepada pemerintah desa dan seluruh masyarakat yang telah menerima kami dengan baik di Desa Sukoanyar. Kami belajar banyak dari warga, dan pengalaman ini sangat berharga bagi kami,” tutur Dimas.
Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan pengabdian terdapat kekurangan, baik dalam pelaksanaan program kerja maupun sikap seluruh anggota kelompok.
Suasana perpisahan semakin berkesan ketika seluruh peserta menyaksikan tayangan video perjalanan KKN selama tiga bulan. Video tersebut menampilkan after movie berbagai kegiatan mahasiswa, profil Desa Sukoanyar, hingga dokumentasi teknologi tepat guna (TTG) yang berhasil dikembangkan sebagai salah satu bentuk kontribusi mahasiswa kepada masyarakat.
Momen tersebut menjadi pengingat berbagai pengalaman, kebersamaan, dan proses pembelajaran yang telah dilalui mahasiswa bersama warga. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama dan ramah tamah sebelum ditutup dengan saling bersalaman antara mahasiswa dan masyarakat.
Berakhirnya KKN Tematik Kelompok 22 bukan berarti berakhir pula hubungan yang telah terbangun selama tiga bulan terakhir. Berbagai pengalaman dan kontribusi yang telah diberikan diharapkan dapat meninggalkan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjadi bekal berharga bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan kepedulian sosial dan mengimplementasikan ilmu pengetahuan di tengah masyarakat.
Sebab, bagi para mahasiswa, Sukoanyar bukan sekadar tempat menjalankan program KKN, melainkan juga tempat belajar, berbagi, dan menciptakan kenangan yang akan selalu dikenang.
📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK
Credit by KKN Tematik Kelompok 22 UM Gresik