Dari Sampah Jadi Rupiah: Mahasiswa UM Gresik Ubah Plastik Bekas Jadi Paving Block di Mojokerto

UMGNews, MOJOKERTO — Siapa sangka, sampah plastik yang selama ini dianggap tidak bernilai justru dapat berubah menjadi produk yang bernilai ekonomi. Hal inilah yang dibuktikan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Kelompok 22 Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) yang berhasil mengolah limbah plastik menjadi paving block di Desa Sawo, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

pavings1.jpeg (170 KB)

Selama 40 hari masa pengabdian, mulai 19 Januari hingga 28 Februari 2026, para mahasiswa menghadirkan inovasi sederhana namun berdampak besar bagi lingkungan dan perekonomian masyarakat desa. Limbah plastik yang sebelumnya menjadi persoalan lingkungan kini dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan paving block yang kuat, kedap air, dan berpotensi memiliki nilai jual.

Sebagai bentuk keberlanjutan program, pada Kamis (27/2) tim KKN UM Gresik secara resmi menyerahkan hasil inovasi mereka berupa paving block dari plastik daur ulang beserta buku panduan pembuatannya kepada perangkat Desa Sawo. Penyerahan dilakukan di balai pertemuan desa dan disaksikan oleh warga serta tokoh masyarakat setempat.

Koordinator tim KKN Kelompok 22 menyampaikan bahwa program ini dirancang agar dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat meskipun masa KKN telah berakhir.

“Program ini kami rancang agar dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Melalui buku panduan yang kami serahkan, warga diharapkan dapat melanjutkan produksi paving block dari sampah plastik sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjaga lingkungan,” ujarnya.

pavings3.jpeg (43 KB)

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memanfaatkan plastik jenis HDPE dan PP yang banyak ditemukan pada botol deterjen, ember bekas, hingga sedotan plastik. Sampah tersebut dikumpulkan dari warga, kemudian dibersihkan dan dicacah menjadi potongan kecil.

Plastik yang telah dicacah kemudian dilelehkan pada suhu sekitar 120°C. Setelah itu, lelehan plastik dicampur dengan pasir bersih dan dituangkan ke dalam cetakan besi berukuran 20 x 10 x 6 cm. Proses pendinginan selama 20 hingga 30 menit menghasilkan paving block yang padat dan siap digunakan.

Hasil paving block dari plastik daur ulang ini memiliki karakteristik yang cukup kuat, tidak mudah menyerap air, serta mampu menahan beban pejalan kaki hingga kendaraan roda dua.

Program pelatihan yang diselenggarakan mahasiswa KKN UM Gresik mendapat respons positif dari masyarakat Desa Sawo. Puluhan warga turut mengikuti pelatihan pembuatan paving block tersebut.

pavings.jpeg (555 KB)

Selain memberikan keterampilan baru kepada masyarakat, inovasi ini juga membuka peluang ekonomi baru. Dengan harga paving block di pasaran yang berkisar antara Rp3.000 hingga Rp5.000 per buah, produksi berbahan baku sampah plastik berpotensi memberikan nilai tambah yang cukup besar bagi masyarakat desa.

Ke depan, produksi paving block dari plastik daur ulang ini bahkan berpotensi dikembangkan menjadi unit usaha desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Program ini menjadi salah satu implementasi nyata dari komitmen Universitas Muhammadiyah Gresik dalam mendorong mahasiswa untuk menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Melalui tema pemberdayaan ekonomi lokal dan optimalisasi potensi desa, kegiatan KKN diharapkan mampu menciptakan solusi kreatif terhadap berbagai persoalan di tingkat desa.

Dengan diserahkannya buku panduan pembuatan paving block kepada pemerintah desa, mahasiswa berharap inovasi yang lahir selama masa pengabdian tersebut dapat terus berkembang dan menjadi gerakan berkelanjutan.

Melalui langkah sederhana ini, Desa Sawo tidak hanya berupaya mengurangi persoalan sampah plastik, tetapi juga membuka peluang baru untuk mengubah limbah menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat.

📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK

Credit by Humas UM Gresik