Gresik – Salah satu Dosen Universitas Muhammadiyah Gresik berhasil melewati seleksi dalam program Intensive Blended Learning University Leadership and Management Training Programme (UNILEAD) 2021 dan menjadi satu-satunya perwakilan Indonesia untuk program ini. Program ini merupakan program dari The German Academic Exchange Service (DAAD) bekerjasama dengan The Center of Lifelong Learning (C3L) di University of Oldenburg, Jerman. Dosen tersebut adalah Paulina, M.Pd., yang merupakan dosen dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.
.jpeg)
Program UNILEAD 2021 merupakan program yang mengumpulkan 25 young leaders dari seluruh dunia yang bekerja pada Perguruan Tinggi untuk kemudian diberikan pelatihan mengenai kepemimpinan selama kurang lebih 9 bulan lamanya. Dikarenakan pandemi Covid-19 yang belum mereda, maka kegiatan pelatihan sesi pertama dilakukan secara daring melalui C3LLO LMS dan sesi selanjutnya pada bulan September 2021 dilaksanakan secara luring di University of Oldenburg di Jerman. Terdapat 25 peserta yang berasal dari 17 negara terpilih dalam program ini. Selain Indonesia, terdapat juga perwakilan dari negara Ghana, Kamerun, Nigeria, Malawi, Afrika Selatan, Kenya, Vietnam, Filipina, El Savador, Guatemala, Kolombia, Panama, Mesir, Jordan, Iran dan Rwanda.
.jpeg)
Dalam proses seleksi, Paulina mengaku dirinya tidak terlalu berharap untuk terpilih. Hal ini dikarenakan ada sekitar 65 negara yang eligible untuk mengikuti proses seleksi dan dari negara-negara tersebut sudah pasti banyak calon yang mendaftar. Dirinya mengaku tidak menduga akan menjadi satu-satunya perwakilan tidak hanya dari Universitas Muhammadiyah Gresik, namun juga perwakilan Indonesia dalam program ini.
“Jujur saya tidak mengira akan terpilih sebagai salah satu peserta, karena banyaknya peserta yang mendaftar. Apalagi saya mendaftar pada hari terakhir. Banyak sekali pengetahuan baru yang saya pelajari pada program ini, terutama pada bidang manajemen pendidikan tinggi,” tuturnya.
Dalam program ini masing-masing peserta mengusung proyek yang akan dilakukan dalam rangka peningkatan kampus.

“Proyek yang saya usung adalah tentang internasionalisasi kampus dalam segi academic research collaboration, yang mana nantinya diharapkan dapat memajukan internasionalisasi kampus dan juga menambah mitra asing sehingga kedepannya program-program internasional semakin bertambah di UMG,” ujar dosen yang juga merupakan Kepala Biro Kerjasama Universitas Muhammadiyah Gresik ini. (Humas UMG)