SEMINAR MCCC UMG “PERAN MAHASISWA DALAM GERAKAN OPTIMIS HADAPI PANDEMI”

MCCC-1-min.jpg (72 KB)

Gresik – MCCC Universitas Muhammadiyah Gresik mengadakan seminar dalam rangkaian kegiatan Roadshow PTMA Tangguh Pandemi yang diselenggarakan dalam menyemarakan Milad Muhammadiyah 109 (20/11). Seminar tersebut dilaksanakan secara daring dengan menggunakan aplikasi Zoom meeting dan dihadiri oleh beberapa tamu undangan, jajaran pimpinan Universitas Muhammadiyan Gresik, Para Narasumber serta Mahasiswa.

Beberapa pengurus dari MCCC Pusat yang hadir pada kegiatan seminar tersebut diantaranya : Dr. Agus Samsudin MM sebagai Ketua MCCC Pusat Muhammadiyah, dr. Corona Rintawan, Sp.EM  sebagai Wakil Ketua Bidang Kerjasama dan Advokasi serta Budi Santoso, S.Psi MKM, Koordinator Disinfikam MCCC PP Muhammadiyah.

Pada sambutannya, Dr. Eko Budi Leksono Universitas Muhammadiyah Gresik menyampaikan apresiasi kepada MCCC Pusat Muhammadiyah dan UMG yang telah menyelenggarakan Road Show PTMA tangguh Pandemi ini dengan melakukan beberapa edukasi dan seminar terkait penanggulangan Covid-19 di beberapa PTM. Pada kesempatan tersebut beliau juga menuturkan ada 2 kunci yang harus senantiasa kita laksanakan dalam upaya pencegahan Virus Covid-19 yakni resiliensi dan recovery.

“Resiliensi dalam hal ini adalah bagaimana kita menyesuaikan kondisi di tengah pandemi dalam era new normal ini, dan Recovery adalah pemulihan yang kita lakukan dalam segala bidang yang telah terdampak saat pandemi. Apabila 2 hal kunci tersebut bisa kita lakukan, maka kita dapat melalui masa-masa yang sulit ini dengan optimisme tinggi” tutur beliau.

MCCC-3.jpg (131 KB)

Corona Rintawan, Sp.EM  sebagai Wakil Ketua Bidang Kerjasama dan Advokasi mengingatkan kembali kepada kita tentang bahaya Virus Covi-19 yang hingga kini masih ada d tengah tengah kita semua. Sehingga perlu adanya sikap antisipasi atau pencegahan yang masif dan terus menerus, salah satunya adalah dengan upaya vaksinasi. Data terkini menyebutkan bahwa rentang usia 19-30 tahun adalah mayoritas para penyintas Covid-19.

“Hal ini perlu kita waspadai bersama bahwa rentang usia 19-30 tahun adalah mayoritas sebagai mahasiswa. Maka dari itu peran mahasiswa menjadi penting dalam memutus rantai penularan Virus Covid-19, salah satunya adalah dengan bersikap peduli dan tidak abai. Abai ini dalam artian luas contohnya adalah peduli untuk selalu memakai masker, mencuci tangan dan hal hal terkait pebcegahan lainnya” jelas dokter RS Muhammadiyah Lamongan ini.

Dr. Agus Samsudin MM sebagai Ketua MCCC Pusat Muhammadiyah menuturkan bahwa ada beberapa varians Virus Covid-19 yang harus kita waspadai yakni penyebaran Delta A.Y 4.2 9 (Delta Plus) yang sdah mulai marak di beberapa belahan dunia yakni Amerika Serikat, Saudi Arabia, Rusia dan Singapura.

“Perlu kita ingat bagaimana masuknya Virus Covid-19 di Indonesia. Beberapa varians baru mutasi Covid-19 dibawa ke Indonesia oleh para wisatawan asing atau WNI yang bepergian dari luar negeri. Oleh karena itu kita harus bersama tangguh melawan Covid-19 salah satunya dengan melakukan Vaksinasi” lanjut beliau

Dr. Michael Lumintang Loe, dalam pemaparan materinya yang bertajuk “Covid-19 Pushes Us Toward The Metavers” menyampaikan bahwa “Covid-19 akan tetap ada bersama dengan kita, berdampingan dengan kehidupan kita sehari hari. Tinggal bagaimana kita terutama sebagai mahasiswa bisa memenangkan rintangan yang ada di depan mata” jelas alumni Universitas Airlangga ini.

Tantangan yang kita hadapi saat ini tidak hanya bagaimana mengatasi Covid-19, namun juga bidang yang lainnya seperti pendidikan, politik, pariwisata, dan yang paling parah adalah ekonomi. Mahasiswa adalah sebagai motor penggerak kemajuan bangsa, yang diharapkan dapat tangguh dan Optimis dalam menghadapi Covid-19 (HUMAS UMG).

MCCC-2.jpg (208 KB)
Scroll to Top