
Gresik, Universitas Muhammadiyah Gresik kembali menebarkan prestasi. Kali ini pada program Abdidaya 2021 yang digelar oleh Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Tehnologi, UMG berhasil mendapatkan 2 kategori pada nominasi Kategori Dosen Pembimbing dan Kategori Lembaga Mitra Desa. UMG bersaing dengan 113 Universitas Nasional dan Swasta di seluruh Indonesia. Keputusan tersebut tertuang pada SK Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Tehnologi No : 0336190/ABDIDAYA/XI/TU/2021.
Kegiatan Abdidaya dilaksanakan pada tanggal 1-5 Desember 2021, di Institute Pertanian Bogor. Agenda Penutupan Abdidaya sendiri dilaksanakan pada Senin, 6 Desember 2021di Grha Widya Wisuda (GWW) Kampus Dramaga IPB.
Program Abdidaya merupakan ajang apreasiasi sebagai puncak pelaksanaan program-program pengabdian dan pemberdayaan desa oleh organisasi kemahasiswaan. Abdidaya tahun 2021 merupakan program yang diselenggarakan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk kali pertama guna mengapresiasi stakeholder pelaksana kegiatan kemahasiswaan bidang pengabdian dan pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi ajang bagi para pemberdaya masyarakat untuk menghasilkan luaran-luaran yang inovatif dan kolaboratif.
Pada Kategori Dosen Pembimbing terbaik, Dr. Farikha S.Pi, M.Si, Dosen yang juga menjabat sebagai Ka. Prodi Akuakultur menjadi salah satu nominasi, dengan judul proposal “Introduksi Teknologi Modifikasi Rakit Apung Pada Budidaya Kerang Hijau Desa Banyuurip Untuk Mendukung Potensi Eko Eduwisata Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Ujungpangkah”.
Yang tidak kalah membanggakan pada kategori lembaga mitra desa, UMG mendapatkan nominasi bersama dengan 40 perguruan tinggi nasional dan swasta lainnya. Dengan menggandeng lembaga mitra desa “Banyuurip Mangrove Centre” UMG bersaing salah satunya dengan Institut pertanian Bogor, Universitas Gajah Mada, Universitas Diponegoro dan Universitas Ahmad Dahlan.
Penganugrahan Program ini merupakan dampak positif dari kegiatan Prodi Akuakultur yang melakukan pembinaan dan pelatihan secara khusus pada masyarakat serta nelayan Desa Banyuurip untuk memanfaatkan keramba apung sebagai upaya peningkatan komoditas kerang hijau (kopang) untuk mendukung potensi Eko Eduwisata Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) Mangrove Ujungpangkah.
Penyerahan Adidharma Sahwahita bersamaan dengan pembacaan nominasi dan pemenang beberapa kategori. Dr Farikha sebagai salah satu nominator dosen pembimbing terbaik merasa sangat bangga bisa bersaing berjajar dengan 113 Universitas Swasta dan Nasional dari seluruh Indonesia. Bagi beliau Dampak Positif dari adanya keramba apung sangat luar biasa, bukan hanya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun juga dapat membawa nama Universitas Muhammadiyah Gresik di Kancah Nasional bahkan Internasional (HUMAS UMG).
