Kegiatan PHBD yang dilakukan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik melalui pendanaan kemendikbud berhasil memberi manfaat yang bagi masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Jangkang RT 13 RW 02 Desa Leran kabupaten Gresik. Kegiatan ini berfokus untuk memanfaatkan limbah duri ikan bandeng menjadi produk abon kaya nutrisi, sukses mencetuskan solusi pada permasalahan lingkungan dan perekonomian warga Dusun Jangkang. Seperti apa yang diungkapkan dari selaku dosen pendamping mahasiswa Afakhrul Masub Bachtiar, S.Pd, M.Pd.
Berdasarkan dari kandungan gizinya duri bandeng mengandung banyak kalsium. Secara umum, duri ikan Bandeng merupakan momok pada saat dijadikan menu santapan, hal itu disebabkan ikan bandeng memiliki duri yang banyak dan hampir merata diseluruh dagingnya yang gurih sehingga duri ikan Bandeng selama ini dibuang dan dianggap tidak bermanfaat karena mengganggu kenikmatan daging ikan Bandeng yang gurih dan lezat. Padahal duri ikan Bandeng dapat diolah menjadi makanan sejenis abon.
“Program hibah bina desa merupakan aktualisasi pengabdian diri mahasiswa dalam memberdayakan masyarakat yang mandiri dan memberikan pengalaman hidup untuk mahasiswa” ujar beliau.
Dusun Jangkang merupakan salah satu produsen olahan bandeng tanpa duri. Alhasil, duri-duri ikan bandeng pun menjadi limbah terbesar mereka. Tim PHBD UMG pun melihat hal ini sebagai potensi untuk memproduksi olahan makanan yang memanfaatkan limbah tersebut. Siapa sangka, duri bandeng yang tadinya hanya dianggap sampah, ternyata mengandung banyak kalsium yang berkahsiat bagi tulang dan gigi. Belandaskan khasiat duri bandeng tersebut, Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Gresik, berinisiatif menciptakan abon duri bandeng yang enak sekaligus kaya nutrisi. Keunggulan inovasi abon duri bandeng ini adalah lebih awet, praktis, dan mampu menjangkau pasar yang luas. Sehingga bukan tidak mungkin inovasi abon duri bandeng menjadi produk yang marketable dan diharapkan mampu meningkatkan perekonomian warga Dusun Jangkang (HUMAS UMG).
