GELAR SEMINAR BERSAMA BIRO ADMISI DAN HUMAS, GURU BK SMA SE-GRESIK UP GRADE ILMU

Gresik, Biro Admisi dan Humas bersama MGBK SMA Negeri dan Swasta se Kabupaten Gresik menggelar seminar yang bertajuk Dampak Digitalisasi Lingkungan Belajar Terhadap Kesehatan Mental Peserta Didik di Hall Sang Pencerah Lnt 8 UMG (22/02). 57 peserta yang merupakan guru BK SMA Negeri san Swasta se Kabupaten Gresik hadir secara langsung dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

IMG_5696-min.JPG (1.42 MB)

Didapuk sebagai pemateri seminar Ima Fitri Sholichah, S.Psi, MA, yang menjabat juga sebagai Kepala Prodi Psikologi UMG, membuka seminar dengan menyapa seluruh tamu undangan yang hadir di Hall sang Pencerah. Beliau memulai dengan tanya jawab dan diskusi terkait pelaksanaan bimbingan konseling yang selama ini dilakukan oleh para guru BK kepada peserta didik dari masing masing sekolah.

Ima menyampaikan materi spesifik tentang perundungan siswa atau yang kerap dikenal dengan bulliying. Menurut beliau Perundungan atau bullying merupakan perilaku tidak menyenangkan baik secara verbal, fisik, ataupun sosial di dunia nyata maupun dunia maya yang membuat seseorang merasa tidak nyaman, sakit hati dan tertekan baik dilakukan oleh perorangan ataupun kelompok.
Perundungan dianggap telah terjadi bila seseorang merasa tidak nyaman dan sakit hati atas perbuatan orang lain padanya.

“Setiap remaja menanggapi perundungan dengan cara yang berbeda. Ada yang tak terusik namun ada juga terganggu. Ada yang menderita hingga mengalami depresi berkepanjangan. Bahkan ada yang kemudian bunuh diri. Menurut data ternyata 50% siswa pernah mengalami perundungan di sekolah” ungkap nya.

Beliau juga mengungkapkan bahwa berbagai hal terus dilakukan, seperti halnya Pemerintah Indonesia juga terus melakukan upaya upaya penanggulangan tindak perundungan di sekolah. Salah satunya adalah dengan menggandeng UNICEF Indonesia untuk bersama-sama membentuk program “Roots”.

“Beberapa siswa yang memiliki pengaruh terhadap teman-teman di sekolahnya akan dibentuk menjadi agen perubahan yang dapat membawa dampak positif terhadap tindak perundungan. Berikut ini adalah detail dari program Roots, diantaranya adalah : melakukan survei, pemilihan agen perubahan, pelatihan agen perubahan, kampanye antiperundunan serta evaluasi program” jelas beliau.

Pada akhir sesi seminar, Dosen Prodi Psikologi tersebut mengajak guru BK untuk berdiskusi bersama tentang implementasi Roots disekolah masing masing. Peserta sangat antusias mengikuti kegiatan seminar yang juga bisa mengupgrade informasi informasi terkini tentang dunia bimbingan konseling.

IMG_5698.JPG (3.13 MB)

Slamet Hariyadi, S.Psi dari SMA NU 2, selaku Ketua MGBK periode tahun 2021-2024 berharap imu yang didapatkan pada seminar ini dapat di implementasikan di sekolah maisng masing, agar kasus perundungan atau bullying di Kabupaten Gresik semakin rendah (HUMAS UMG).

Scroll to Top