Gresik, Kegiatan Panen Kerang Hijau dan Wisata Laut Karamba Apung BMC-Banyuurip, oleh Program Studi Budidaya Perikanan Universitas Muhammadiyah Gresik yang bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Akuakultur (HIMAKUA) (10-11/03). Kegiatan ini bertujuan untuk menginisiasi pembudidayaan kerang hijau sebagai objek eduwisata baru yang menarik dan unik. Dengan terlaksananya acara ini, HIMAKUA telah memberikan kontribusi lagi untuk ke-sekian kali, turut membangun dan melakukan pemberdayaan masyarakat desa, khususnya di bidang budidaya perikanan daerah.

Hadir dalam acara ini anggota Forum KEE Mangrove Ujungpangkah dari instansi OPD Kab Gresik, Private sector dan media antara lain : DLH Kab. Gresik, Diskominfo, Suara Gresik, BAPPEDA, BBKSDA Jatim, Aparat Desa Banyuurip, PT. Smelting, PT. Petrokimia Gresik, Wakil Rektor III, Dekan Fak. Perikanan, Kaprodi Budidaya Perikanan, Mahasiswa UMG, Mahasiswa Unesa, SMK Muhammadiyah 5, SMA Muhammadiyah 10 Gresik serta kelompok nelayan.

Gambar : Wakil Rektor III siap berlayar bersama Dekan Fakultas Pertanian, Kabid Tata Lingkungan DLH Kab. Gresik, Manager General Affairs PT. Smelting Indra SW, dan para peserta siap berlayar ke Karamba Apung untuk panen kerang hijau.
Acara dimulai sekitar pukul 09.15 dengan penyampaian laporan kegiatan oleh Dr. Farikhah, M.Si kemudian dilanjutkan dengan sambutan oleh Bapak Suwarno, SE., M.Si selaku Wakil Rektor III sekaligus membuka acara. Sambutan lainnya yaitu dari Dekan Fak. Pertanian UMG Ir. Rahmad Jumadi, M.Kes, Kades Banyuurip, Ikhsanul Haris, S.Pd Kabid Tata Lingkungan DLH Kab Gresik Irwanto, ST., MT dan PEH BBKSDA Jatim yakni Agus Ariyanto, S.Hut., M.Sc.
Diinformasikan bahwa kegiatan ini adalah buah dari inovasi Teknologi Karamba Apung yang digagas oleh HIMAKUA. Inovasi bertujuan untuk membantu nelayan meng-updet teknologi budidaya Kerang Hijau yang selama ini dilakukan secara konvensional dengan bagan tancap. Dengan Karamba Apung maka pemeliharaan, pemantauan, kontrol, dan panen kerang hijau menjadi lebih mudah. Di samping itu, Karamba Apung juga dapat difungsikan sebagai spot eduwisata kerang hijau yang unik diintegrasikan dengan wisata hutan mangrove, seperti uji coba sedang dilakukan melalui acara Panen Kerang hari ini. Sebagai informasi, prototype Keramba Apung dan Kemitraan dengan Pokdarwis Banyuurip Mangrove Center (BMC) ini telah mendapatkan Penghargaan Juara II Nasional kategori Mitra Abdidaya 2022 dalam Hibah Program Holistik Pembinaan & Pemberdayaan Desa (PHP2D). Atasnya, HIMAKUA sebagai organisasi pelaksana mendapat tiket untuk mengikuti program lanjutan, yaitu Program Pengembangan Pemberdayaan Desa (P3D) tahun 2022 ini. Tentu Himakua tidak hanya berhenti sampai di sini, akan tetapi ke depan akan terus berkarya untuk kemajuan kerang hijau dan para pelaku usahanya. Beberapa Program pada tahun 2022 yang akan dilaksanakan antara lain Pembuatan Alat Depurasi kerang Hijau dan Diversifikasi Produk Olahan Kerang Hijau.

Ihsanul Haris, S.Pd, Kepala Desa Banyuurip mengapresiasi sangat baik terhadap kepeloporan HIMAKUA dalam membantu memajukan komoditas kerang hijau sebagai potensi unggulan daerah. Pengolahan limbah/cangkang Kerang Hijau menjadi barang yang bermanfaat misalnya campuran untuk Paving Block juga akan dilaksanakan oleh Pemerintah Desa Banyuurip bekerjasama dengan Private Sector dan UMG. Potensi limbah kerang hijau ini sangat melimpah sekali, telah kami sediakan lahan seluas 2 ha untuk menampung limbah tersebut terangnya. Program yang akan dilaksanakan ini juga tertuang dalam Rencana Aksi Pengelolaan KEE Mangrove Ujungpangkah 2021-2024.
Setelah acara pembukaan dan diskusi, dilanjutkan dengan perjalanan ke Laut Banyuurip menyusuri Muara Sungai menuju Keramba Apung Kerang Hijau untuk bersama sama melakukan panen. Acara panen kerang Hijau dan Wisata Laut ini diselenggarakan selama 2 (dua) hari dan akan berakhir di hari Jum’at 11 Maret 2022. Peserta yang berpartisipasi dalam Panen Kerang Hijau akan mendapatkan Voucher untuk nantinya dapat ditukar dengan souvenir dan kerang hijau dalam bentuk mentah maupun produk olahannya. Kegiatan semacam ini perlu dijadikan agenda rutin sehingga dapat menjadi atraksi wisata serta icon tersendiri di Banyuurip Mangrove Center (BMC) selain menikmati jogging track mangrove dan susur sungai dengan perahu motor (HUMAS UMG).