Gresik, Universitas Muhammadiyah Gresik menggelar Buka Puasa dan Kajian Ramadhan 1443 H bersama seluruh civitas akademika di Hall Sang Pencerah Lnt 8 (13/04). Kegiatan tersebut dihadiri oleh seluruh civitas akademika dan jajaran pimpinan serta BPH UMG. Hadir sebagai pemateri Prof. Dr. Biyanto, M.Ag selaku Ketua BPH UMG sekaligus Wakil Ketua PWM Jawa Timur dan Dr. Abdul Kholid Achmad M.Ag, Ka Biro DPAIK sebagai moderator pada kegiatan tersebut. Mengusung tema “Dimensi Sosial Ibadah Puasa” Prof Biyanto menyampaikan bahwa puasa adalah ibadah privat yang hanya diketahui Allah dan hambanya.
Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Dr. Eko Budi Leksono, ST, MT menyerukan kepada seluruh civitas untuk fastabiqul khoirot, yakni berlomba lomba dalam kebaikan. Dr. Eko menyampaikan bahwa Gresik merupakan kota industri, dimana tidak menutup kemungkinan akan banyak Perguruan Tinggi yang nantinya muncul di Kota Gresik. Oleh karena itu, beliau mengajak seluruh civitas untuk mengenalkan UMG di masyarakat dengan ber fastabiqul khoirot.
Prof Biyanto dalam tausiyahnya menyampaikan tentang dimensi sosial ibadah puasa Ramadhan maksudnya adalah puasa bukan hanya ritual tahunan yang berfungsi membina individu Muslim. Tapi, puasa juga mengandung sejumlah imbasan positif dalam kehidupan masyarakat.
“Sesungguhnya bukan hanya puasa, namun semua ibadah yang diperintahkan oleh Allah pada kita semua, orientasinya adalah agar kita menjadi pribadi pribadi yang baik. Sabda nabi menyatakan bahwa agama itu mengajarkan tentang pentingnya keserasian hidup bersama antar sesama manusia hingga lingkungan di sekitar kita” jelas beliau.
Prof Bi menuturkan bahwa Ibadah puasa pada harusnya membuat kita menjadi pribadi yang baik, namun diatas itu semua hubungan manusia dengan Allah adalah yang utama. Salah satunya adalah ibadah sholat, dimana ibadah sholat selalu diawali dengan takbirotul ikhrom dan doa iftitah serta di akhiri dengan salam. Ibadah sholat itu merefleksikan hubungan kita dengan Sang Pencipta yakni Allah dan sesama manusia.
Sholat, Zakat, Puasa, Haji mengajarkan dimensi sosial yang sangat luar biasa. Prof Bi menjelaskan bahwa semua amal ibadah sesungguhnya akan kembali lagi ke kita kecuali puasa. Amalan lain akan kembali untuk pelakunya dengan kelipatan 10 kebaikan atau lebih. Tapi, tidak untuk puasa. Ibadah ini Allah khususkan untuk diriNya. Maka pahala puasa bisa tidak terhingga pahalanya.
“Allah Ta’ala berfirman (yang artinya), “Kecuali puasa, amalan puasa adalah untuk-Ku. Aku sendiri yang akan membalasnya. Dia meninggalkan syahwat dan makanan karena-Ku. Bagi yang berpuasa akan mendapat dua kebahagiaan: kebahagiaan ketika berbuka dan ketika berjumpa dengan Rabbnya” Ujar Dosen Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya tersebut.
Beliau berharap agar momentum puasa sebagai awal yang baik untuk mencetak pribadi-pribadi yang berhati mulia, sehingga atmosfer akademik di Universitas Muhammadiyah Gresik semakin sejuk dan berkemajuan seperti cita-cita bersama.
Akhir kegiatan Buka Bersama dan Kajian Ramadhan di tutup dengan Doa bersama yang dipimpin oleh Dr. Abdul Kholid Achmad M.Ag. Saat Adzan Maghrib berkumandang seluruh civitas akademik UMG larut dalam suasana kekeluargaan sambil menikmati hidangan buka puasa yang telah disediakan oleh panitia (HUMAS UMG).