Gresik, Wisuda XLI Universitas Muhammadiyah Gresik yang diikuti oleh 501 lulusan, menghadirkan Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Prof. Dr Muhadjir Effendy, M.A.P untuk memberi orasi ilmiah kepada para wisudawan (26/09). Menko PMK meminta agar mereka mampu memberikan kontribusi dengan membuka lapangan pekerjaan.
Sebelum memulai orasinya, pria kelahiran Madiun, 66 tahun silam ini mengucapkan bela sungkawa atas meninggalnya Dr. Eko Budi Leksono, ST, MT. Beliau mengenal sosok Dr Eko sebagai seseorang grapyak dan suka bersilaturahmi.

“Saya mengenal Alm Mas Eko, sebagai pribadi yang optimis, suka menjalin tali silaturahim serta grapyak kalau orang Jawa bilang” ujarnya.
Tidak hanya mengucapkan bela sungkawa, Menko PMK juga memberikan ucapan selamat kepada Rektor Baru Universitas Muhammadiyah Gresik Masa Jabatan 2021-2025 Pengganti Antar Waktu Nadhirotul Laily, S.Psi, M.Psi, Psikolog. Beliau memberikan motivasi kepada Rektor Baru UMG untuk terus mengembangkan Sumber Daya Manusia dan potensi yang ada, sehingga dapat mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja namun juga siap untuk menciptakan lapangan kerja yang baru.
Hal ini, kata Menko PMK sangat penting karena menurut laporan, angka pengangguran di Gresik masih tinggi diatas 8 persen, lebih tinggi dari rata-rata Provinsi dan Nasional. “Sehingga bukan lagi mencari kerja, Alumni Universitas Muhammadiyah Gresik harus kreatif, inovatif. Mari menciptakan peluang dan lapangan kerja,” katanya di Gresik.
Dikatakan Muhadjir, di era disrupsi teknologi seperti saat ini ada tantangan. Kemajuan arus informasi yang pesat pada dua dekade terakhir ini menjadi tantangan berat bagi penyelenggara pendidikan.
Untuk itu, Muhadjir meminta agar ada perbaikan sumber daya manusia di setiap lini. Intinya, harus kreatif dan dihadapi dengan optimis. Menurutnya, teknologi mendirupsi pekerjaan lama membuka peluang hadirnya pekerjaan baru.
“Misalnya, dulu di tol masih banyak sekali petugas pembayaran, namun saat ini semuanya diganti oleh mesin semua,” imbuhnya.
Ada beberapa hal yang menjadi fokus dalam pembangunan manusia dan kebudayaan yakni masih akan terus digencarkan dalam rangka mewujudkan visi misi Presiden untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
Muhadjir menambahkan bahwa di masa pandemi Covid-19, pemerintah khususnya Kemenko PMK juga telah mengupayakan penanganan Covid-19 mulai dari sisi kesehatan hingga jaring pengaman sosial.
“Kalian yang diwisuda, pada 2045 Indonesia Emas adalah puncak karir dan saya membayangkan ada menteri dari UMG, untuk itu harus disiapkan mulai dari sekarang,” lanjutnya. Muhadjir juga memberikan motivasi kepada lulusan untuk tidak selalu mengikuti arus. Untuk dapat menghadapi rintangan dan hambatan yang ada di depan, maka mental masyarakatnya juga harus berubah (HUMAS UMG)