Dorong Kompetensi Digital Mahasiswa melalui ERP Berbasis Open-Source: UM Gresik dan Katakurgan State Pedagogical Institute

UMGNews, KATAKURGAN — Universitas Muhammadiyah Gresik, Indonesia, dan Katakurgan State Pedagogical Institute, Uzbekistan, memperkuat implementasi kerja sama akademik melalui kegiatan sharing session di Departemen Economy, Katakurgan State Pedagogical Institute, pada Selasa, 28 April 2026.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Meningkatkan Kompetensi Mahasiswa di Era Digital melalui ERP Berbasis Open-Source”. Forum ini menghadirkan dosen Universitas Muhammadiyah Gresik, M. Zainuddin Fathoni, M.MT, bersama Kepala Departemen Economy, Dr. Azizah Nilufar, sebagai pembicara.

Tema ini dinilai relevan karena dunia pendidikan dan bisnis semakin bergantung pada sistem digital yang terintegrasi. Mahasiswa ekonomi tidak cukup hanya memahami teori manajemen, akuntansi, pemasaran, atau keuangan. Mereka juga perlu memahami bagaimana data, proses bisnis, dan teknologi bekerja dalam satu sistem organisasi.

ERP atau enterprise resource planning menjadi salah satu materi penting dalam forum tersebut. Sistem ini membantu organisasi mengelola berbagai fungsi utama, seperti keuangan, persediaan, pengadaan, sumber daya manusia, layanan akademik, dan pelaporan dalam satu platform. Melalui ERP, mahasiswa dapat melihat hubungan antara proses kerja, data, efisiensi, dan pengambilan keputusan.

Dalam pemaparannya, M. Zainuddin Fathoni menekankan bahwa ERP berbasis open-source dapat menjadi pintu masuk yang lebih terjangkau bagi kampus dan mahasiswa untuk belajar transformasi digital. Sistem open-source memungkinkan mahasiswa mengenal proses ERP tanpa harus bergantung sepenuhnya pada perangkat lunak berbiaya tinggi.

Menurutnya, penguasaan ERP penting karena dunia kerja membutuhkan lulusan yang tidak hanya paham konsep ekonomi, tetapi juga mampu membaca data, memahami alur kerja organisasi, dan menggunakan teknologi untuk menyelesaikan persoalan nyata.

“Mahasiswa perlu mengenal ERP sebagai alat untuk memahami organisasi secara utuh. Di era digital, kompetensi ekonomi harus terhubung dengan literasi data, teknologi, dan proses bisnis,” ujar Moh. Zainuddin.

Zaingrps1.jpeg (55 KB)

Ia menjelaskan, penanaman kompetensi ERP dapat dilakukan secara bertahap. Pertama, mahasiswa perlu memahami konsep dasar proses bisnis. Kedua, mereka perlu dilatih memetakan alur kerja organisasi, seperti proses pembelian, penjualan, pencatatan keuangan, dan pelaporan. Ketiga, mahasiswa perlu diberi pengalaman menggunakan sistem ERP berbasis open-source melalui simulasi, studi kasus, dan proyek kelas.

Dengan cara itu, pembelajaran tidak berhenti pada teori. Mahasiswa dapat melihat langsung bagaimana satu keputusan di bagian penjualan dapat berdampak pada stok barang, arus kas, laporan keuangan, dan strategi manajemen.

Sementara itu, Dr. Azizah Nilufar menyampaikan bahwa kegiatan ini memberi ruang penting bagi mahasiswa Katakurgan untuk memahami hubungan antara ekonomi dan teknologi. Menurutnya, pendidikan ekonomi saat ini harus mampu menyiapkan mahasiswa menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin digital, lintas negara, dan berbasis data.

Ia menilai kerja sama dengan Universitas Muhammadiyah Gresik memberi manfaat konkret bagi pengembangan wawasan mahasiswa. Melalui forum seperti ini, mahasiswa Uzbekistan dapat belajar dari pengalaman akademik Indonesia, sementara mahasiswa dan dosen Indonesia juga memperoleh ruang untuk memahami kebutuhan pendidikan dan ekonomi di Asia Tengah.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa aktif membahas kemungkinan penerapan ERP dalam usaha kecil, lembaga pendidikan, dan organisasi bisnis. Beberapa peserta juga menanyakan perbedaan antara ERP komersial dan ERP berbasis open-source, tantangan penerapan sistem digital, serta keterampilan yang perlu dimiliki mahasiswa ekonomi agar siap masuk dunia kerja.

Salah satu mahasiswa peserta, Quvonchbek, menyampaikan bahwa kegiatan ini membantu dirinya memahami pentingnya teknologi dalam bidang ekonomi. Menurutnya, ERP berbasis open-source memberi peluang bagi mahasiswa untuk belajar sistem bisnis secara praktis.

“Melalui kegiatan ini, saya memahami bahwa teknologi tidak hanya digunakan oleh perusahaan besar. Mahasiswa juga bisa belajar bagaimana proses bisnis bekerja melalui ERP berbasis open-source. Ini penting agar kami lebih siap menghadapi dunia kerja digital,” ujarnya.

Kegiatan ini menghasilkan sejumlah manfaat. Pertama, mahasiswa memperoleh pemahaman awal tentang ERP sebagai sistem yang menghubungkan data, proses bisnis, dan pengambilan keputusan. Kedua, dosen dari kedua institusi memiliki peluang untuk mengembangkan bahan ajar bersama di bidang ekonomi digital dan sistem informasi manajemen. Ketiga, kegiatan ini membuka ruang kerja sama lanjutan, seperti kuliah tamu, proyek mahasiswa, riset terapan, dan publikasi akademik.

Bagi Universitas Muhammadiyah Gresik, kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan peran internasional kampus dalam bidang pendidikan digital. Bagi Katakurgan State Pedagogical Institute, forum ini memperkaya pembelajaran ekonomi agar lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja modern.

Melalui sharing session tersebut, kerja sama kedua universitas tidak berhenti pada dokumen formal. Kolaborasi mulai bergerak ke ruang kelas, diskusi akademik, dan penguatan kompetensi mahasiswa. ERP berbasis open-source menjadi sarana untuk menyiapkan generasi muda Indonesia dan Uzbekistan agar lebih adaptif, produktif, dan siap bersaing di era ekonomi digital.

📌

Informasi lebih lanjut:

🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK

Credit by Humas UM Gresik

Scroll to Top