268 Proposal Disaring, Robot Bawah Air Mahasiswa UM Gresik Tembus 24 Besar Nasional!

UMGNews, GRESIK – Dari 268 proposal yang diajukan perguruan tinggi di Indonesia, hanya tim-tim terbaik yang berhasil melanjutkan perjalanan dalam Kontes Kapal Indonesia (KKI) ke-12 Tahun 2026. Kabar membanggakan datang dari Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik). Tim Siti Busyro dari Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan (Tekpal), Fakultas Teknik, berhasil menembus 24 besar nasional kategori Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV).

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa inovasi mahasiswa UM Gresik mampu bersaing dengan berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta dalam kompetisi teknologi kemaritiman tingkat nasional.

KKI 2026 kembali diselenggarakan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dit. Belmawa), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Memasuki penyelenggaraan ke-12, babak final kompetisi akan berlangsung di Politeknik Negeri Bengkalis pada 13–17 September 2026.

Dari 268 Proposal hingga 24 Besar Nasional

Perjalanan Tim Siti Busyro menuju babak final bukanlah sesuatu yang instan. Sebanyak 268 proposal dari berbagai perguruan tinggi, baik negeri maupun swasta, terlebih dahulu melewati proses seleksi.

Kepala Program Studi Teknik Konstruksi Perkapalan Fakultas Teknik UM Gresik, Ir. Hadi Suroso, M.Sc., mengungkapkan rasa syukur sekaligus kebanggaannya atas pencapaian tim mahasiswa tersebut.

“Alhamdulillah, pada tahap awal, dari jumlah yang sangat banyak yakni 268 proposal tim dari berbagai perguruan tinggi baik swasta maupun negeri masuk ke meja panitia Kemendikti. Kami sangat bangga di mana Tim Siti Busyro dari mahasiswa Prodi Teknik Konstruksi Perkapalan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Gresik termasuk salah satu dari 24 proposal dalam kategori ROV,” ungkapnya.

Tim Siti Busyro diketuai oleh Rifqi Agus Hardianto (210605005) dengan anggota Muhammad Afif Ferdika (230605004), Jalis Adiyanto (240605003), dan Achmad Khuzein Alwi (250605003). Tim tersebut dibimbing langsung oleh Ir. Hadi Suroso, M.Sc.

Untuk memastikan langkah menuju babak final, tim harus melalui sejumlah tahapan, mulai dari seleksi proposal, pengerjaan desain dan pembuatan prototipe, penilaian laporan kemajuan, hingga penilaian video.

Keberhasilan melewati seluruh tahapan tersebut mengantarkan Tim Siti Busyro menjadi salah satu dari 24 tim yang berhak tampil di babak final KKI 2026.

Bawa Robot Bawah Air ke Kompetisi Nasional

KKI 2026 mengusung tema “Garda Maritim Nusantara: Inovasi Teknologi Kapal Coast Guard yang Tangguh, Responsif, dan Mandiri untuk Kedaulatan Bangsa.”

Kompetisi ini terbagi menjadi dua kategori besar, yakni Kategori Inovasi Desain dan Kategori Prototype. Kategori Inovasi Desain meliputi Inovasi Desain & Konstruksi (IDK) serta Inovasi Sistem Permesinan dan Kelistrikan (ISPK).

Sementara itu, Kategori Prototype terdiri atas Autonomous Surface Vessel (ASV), Engine Remote Control (ERC), Fuel Engine Remote Control (FERC), dan Remotely Operated Underwater Vehicle (ROV).

Tim Siti Busyro mengikuti kategori ROV dengan mengembangkan prototipe robot bawah air yang dapat dikendalikan dari jarak jauh. Pada babak final, prototipe tersebut akan diuji melalui sejumlah misi yang membutuhkan ketepatan navigasi, kestabilan, kemampuan kendali, serta ketelitian dalam menjalankan tugas.

Misi pertama adalah object identification and navigation. ROV harus mampu menyelam, menstabilkan posisi, kemudian melakukan scan QR code untuk mengidentifikasi objek.

Selanjutnya, robot harus menjalankan misi grabbing object/payload, yaitu mengambil payload menggunakan gripper. Setelah berhasil mengambil objek, ROV harus memindahkannya ke gantungan atau dinding sesuai dengan QR code melalui misi payload placement completion.

Tantangan berikutnya adalah surface docking dan payload release. ROV harus mengapung dan melakukan docking pada sisi yang tepat, kemudian menyelesaikan pelepasan payload secara autonomous maupun remotely.

Rangkaian misi tersebut menjadi pembuktian terhadap kemampuan tim dalam menggabungkan berbagai aspek teknologi, mulai dari desain dan konstruksi, sistem kendali, navigasi, hingga robotika bawah air.

Kompetitor Berat Menanti di Bengkalis

Lolos ke 24 besar nasional tentu bukan akhir dari perjalanan. Tantangan yang lebih besar telah menanti di babak final KKI 2026.

Dekan Fakultas Teknik UM Gresik, Dr. Misbah, menyampaikan bahwa persaingan di babak final dipastikan berlangsung ketat. Tim Siti Busyro akan berhadapan dengan peserta dari berbagai perguruan tinggi yang memiliki pengalaman dalam pengembangan teknologi dan inovasi.

“Kompetitor dalam babak final ini nanti memang berat, mohon doanya, mengingat ada kompetitor dari 18 PTN, termasuk ITS, PPNS, UNAIR, UB, UGM, UI, dan lainnya, serta lima PTS, termasuk saudara tua UMM dan UMY,” ungkap Misbah.

Meski harus berhadapan dengan kompetitor dari perguruan tinggi ternama, keberhasilan Tim Siti Busyro menembus 24 besar nasional menjadi milestone penting bagi Fakultas Teknik UM Gresik, khususnya Prodi Teknik Konstruksi Perkapalan.

Menurut Misbah, capaian ini tidak hanya berbicara mengenai kompetisi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun keunggulan keilmuan dan inovasi di bidang robotik bawah air.

“Ini merupakan milestone penting dalam mewujudkan Prodi Teknik Konstruksi Perkapalan UM Gresik sebagai pusat pengembangan robotik bawah air,” tegasnya.

Dari Gresik Menuju Bengkalis

Perjalanan Tim Siti Busyro menunjukkan bahwa kompetisi dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengubah pengetahuan di ruang kelas menjadi inovasi yang dapat diuji secara nyata.

Mulai dari menyusun proposal, merancang prototipe, mengembangkan sistem, hingga melewati berbagai tahapan seleksi, mahasiswa dituntut untuk bekerja secara kolaboratif sekaligus mampu memecahkan persoalan teknis.

Kini, perjalanan tersebut memasuki babak penentuan. Pada 13–17 September 2026, Tim Siti Busyro akan bertanding di Politeknik Negeri Bengkalis dengan membawa prototipe ROV karya mahasiswa Teknik Konstruksi Perkapalan UM Gresik.

Dari 268 proposal yang masuk, Tim Siti Busyro telah berhasil melewati berbagai tahapan hingga menjadi salah satu dari 24 tim terbaik nasional kategori ROV.

Selanjutnya, Bengkalis menjadi panggung pembuktian. Bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga untuk menunjukkan bahwa inovasi robotik bawah air karya mahasiswa UM Gresik mampu bersaing di level nasional dan menjadi bagian dari pengembangan teknologi kemaritiman Indonesia.

📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK

Credit by Humas UM Gresik

Scroll to Top