UMGNews, Gresik – Apa yang membuat kinerja sebuah perguruan tinggi terus berkembang dan mampu menjaga mutu secara berkelanjutan? Jawabannya tidak hanya terletak pada capaian akreditasi, tetapi juga pada bagaimana institusi membangun sistem, budaya mutu, serta kinerja yang terukur. Hal tersebut menjadi salah satu fokus dalam kegiatan Pembekalan Kinerja Institusi Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) yang menghadirkan Ketua Majelis Akreditasi Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), Prof. Dr. rer. nat. Imam Buchori, S.T.
Kehadiran Prof. Imam Buchori menjadi momentum penting bagi UM Gresik untuk memperoleh perspektif langsung dari pihak yang memiliki pengalaman dalam proses penilaian dan penjaminan mutu perguruan tinggi. Pembekalan ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam memperkuat kinerja institusi agar semakin terarah, terukur, dan berkelanjutan.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, Rektor menekankan bahwa peningkatan kinerja institusi perlu menjadi komitmen bersama seluruh unsur perguruan tinggi.
Menurutnya, penjaminan mutu dan penguatan kinerja tidak semestinya hanya dipandang sebagai kebutuhan ketika menghadapi akreditasi. Lebih dari itu, keduanya perlu menjadi bagian dari budaya kerja institusi yang diterapkan secara konsisten dalam setiap proses penyelenggaraan pendidikan tinggi.
“Akreditasi bukan menjadi tujuan akhir, tetapi menjadi bagian dari proses untuk memastikan institusi terus melakukan perbaikan dan peningkatan mutu,” menjadi semangat yang mengiringi pelaksanaan pembekalan tersebut.
Selanjutnya, Prof. Dr. rer. nat. Imam Buchori, S.T. menyampaikan materi utama mengenai kinerja institusi perguruan tinggi. Sebagai Ketua Majelis Akreditasi BAN-PT, Prof. Imam memberikan wawasan mengenai pentingnya membangun kinerja institusi yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen, tetapi juga menunjukkan proses dan hasil nyata dari pengelolaan perguruan tinggi.
Pembekalan tersebut mengajak UM Gresik untuk melihat kinerja institusi secara lebih menyeluruh. Setiap capaian, proses, hingga evaluasi perlu dikelola secara sistematis sehingga dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah pengembangan institusi ke depan.
Penguatan kinerja juga membutuhkan keterlibatan berbagai unsur di lingkungan perguruan tinggi. Karena itu, budaya mutu perlu dibangun secara kolektif, mulai dari tingkat universitas hingga unit kerja dan program studi. Dengan budaya tersebut, evaluasi tidak lagi sekadar dilakukan ketika menghadapi proses akreditasi, tetapi menjadi bagian dari siklus peningkatan mutu yang berjalan secara berkelanjutan.
Pemaparan materi kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang dimoderatori oleh Syaiful Huda, S.Pd., M.Si., selaku Kepala Pusat Penjaminan Mutu Eksternal Universitas Muhammadiyah Gresik. Sesi ini memberikan ruang bagi peserta untuk menggali lebih dalam berbagai hal terkait penguatan kinerja institusi, penjaminan mutu, serta tantangan perguruan tinggi dalam menghadapi tuntutan pendidikan tinggi yang terus berkembang.
Melalui kegiatan Pembekalan Kinerja Institusi ini, UM Gresik menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan peningkatan kualitas tata kelola perguruan tinggi. Masukan dan wawasan yang diperoleh dari Ketua Majelis Akreditasi BAN-PT diharapkan dapat menjadi pijakan dalam menyusun langkah strategis pengembangan institusi.
Lebih dari sekadar mempersiapkan diri menghadapi akreditasi, pembekalan ini menjadi bagian dari perjalanan UM Gresik untuk membangun kinerja institusi yang unggul, adaptif, terukur, dan berorientasi pada peningkatan mutu secara berkelanjutan.
📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK
Credit by Humas UM Gresik