UMGNews, Sidoarjo – Penguatan mutu pendidikan tinggi tidak cukup dilakukan dengan mengembangkan kurikulum secara internal. Pertukaran pengalaman, praktik baik, fasilitas, hingga pengembangan kompetensi menjadi bagian penting untuk memastikan pembelajaran terus relevan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan industri. Semangat tersebut diwujudkan melalui kolaborasi Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) dan Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (UMSIDA) dalam kegiatan benchmarking kurikulum, Rabu (2/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Sidoarjo tersebut menjadi momentum bagi kedua program studi untuk saling bertukar wawasan dan praktik baik dalam penyelenggaraan pendidikan Teknologi Pangan. Namun, pembahasan tidak berhenti pada penyelarasan kurikulum. Kedua pihak juga melihat peluang yang lebih luas untuk membangun kolaborasi akademik melalui penguatan laboratorium, penelitian, pengembangan produk pangan, hingga peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa.
Kolaborasi tersebut semakin diperkuat dengan penandatanganan kerja sama oleh Ketua Program Studi Teknologi Pangan UM Gresik, Sutrisno Adi Prayitno, S.TP., M.P., dan Ketua Program Studi Teknologi Pangan UMSIDA, Rahma Utami B., S.TP., M.P. Penandatanganan ini menjadi bentuk komitmen kedua program studi untuk membuka ruang sinergi yang lebih luas dalam mendukung pengembangan pendidikan Teknologi Pangan.
Pada tingkat kelembagaan, kegiatan juga ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) oleh Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Muhammadiyah Sidoarjo, Ir. Iswanto, S.T., M.MT., IPM. Kesepakatan tersebut menjadi landasan untuk memperkuat hubungan kerja sama sekaligus mendorong implementasi kolaborasi yang memberikan manfaat bagi kedua institusi.
Dalam sesi benchmarking, pengembangan dan penyelarasan kurikulum menjadi salah satu pembahasan utama. Kurikulum memiliki peran penting dalam memastikan mahasiswa memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan perkembangan teknologi pangan serta kebutuhan dunia kerja. Karena itu, pertukaran pengalaman mengenai penyusunan dan implementasi kurikulum diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi bagi kedua program studi untuk terus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Lebih jauh, kedua program studi juga memberikan perhatian terhadap penguatan laboratorium sebagai salah satu komponen penting dalam pendidikan Teknologi Pangan. Keberadaan laboratorium tidak hanya mendukung kegiatan praktikum mahasiswa, tetapi juga menjadi fasilitas strategis dalam menunjang penelitian, pengembangan inovasi, serta penguatan kompetensi lulusan.
Beberapa fasilitas laboratorium yang menjadi perhatian dalam pembahasan antara lain Laboratorium Rekayasa, Pengolahan dan Pengembangan Produk Pangan, Laboratorium Mikrobiologi, Laboratorium Sensori Pangan, serta Laboratorium Analisis Pangan. Berbagai fasilitas tersebut memiliki peran dalam mendukung proses pembelajaran sekaligus membuka peluang kolaborasi penelitian dan pengembangan produk pangan yang lebih aplikatif.
Penguatan fasilitas dan pemanfaatan laboratorium menjadi semakin penting di tengah perkembangan industri pangan yang terus bergerak. Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga memiliki kemampuan melakukan analisis, pengolahan, pengembangan produk, pengujian mutu, hingga memahami berbagai proses yang berkaitan dengan teknologi pangan.
Melalui kerja sama ini, UM Gresik dan UMSIDA memiliki peluang untuk saling berbagi sumber daya dan kompetensi. Pemanfaatan fasilitas laboratorium secara kolaboratif dapat menjadi salah satu bentuk implementasi kerja sama yang mendukung kegiatan pembelajaran maupun penelitian. Selain itu, kolaborasi juga dapat diarahkan pada pengembangan produk pangan inovatif yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut.
Tidak kalah penting, sinergi kedua program studi diharapkan dapat memberikan ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk memperluas pengalaman akademiknya. Pertukaran pengetahuan, kolaborasi penelitian, kegiatan akademik bersama, hingga pengembangan kompetensi dapat menjadi bagian dari bentuk kerja sama yang dibangun secara berkelanjutan.
Kolaborasi ini juga menjadi langkah strategis dalam menciptakan ekosistem pendidikan yang lebih terbuka. Dengan saling belajar dan berbagi praktik baik, kedua program studi dapat mengidentifikasi keunggulan masing-masing untuk kemudian dikembangkan menjadi kekuatan bersama. Pendekatan tersebut diharapkan mampu memberikan dampak yang lebih luas dibandingkan kegiatan benchmarking yang hanya berorientasi pada perbandingan sistem.
Bagi mahasiswa, kolaborasi ini diharapkan memberikan manfaat dalam bentuk pengalaman belajar yang semakin beragam. Kesempatan untuk mengenal fasilitas, metode, maupun pendekatan pembelajaran dari institusi lain dapat memperluas wawasan mahasiswa sekaligus mendukung kesiapan mereka menghadapi tantangan di dunia profesional.
Sementara bagi dosen dan program studi, kerja sama ini dapat menjadi ruang untuk mengembangkan jejaring akademik, memperkuat kegiatan penelitian, serta menghasilkan inovasi yang dapat memberikan kontribusi bagi perkembangan bidang Teknologi Pangan. Dengan demikian, hubungan antara kedua program studi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diarahkan menjadi kolaborasi yang memiliki keberlanjutan dan menghasilkan luaran nyata.
Ketua Program Studi Teknologi Pangan UM Gresik, Sutrisno Adi Prayitno, S.TP., M.P., bersama Ketua Program Studi Teknologi Pangan UMSIDA, Rahma Utami B., S.TP., M.P., melalui penandatanganan kerja sama tersebut menegaskan komitmen untuk terus membuka peluang sinergi di berbagai bidang yang relevan. Sementara itu, dukungan kelembagaan melalui penandatanganan MoA menjadi penguat agar kolaborasi dapat diimplementasikan secara lebih terarah.
Ke depan, kerja sama antara Program Studi Teknologi Pangan UM Gresik dan UMSIDA diharapkan berkembang menjadi kolaborasi yang mencakup lebih banyak aspek, mulai dari pengembangan kurikulum, pemanfaatan laboratorium, penelitian bersama, pengembangan produk pangan, peningkatan kompetensi dosen dan mahasiswa, hingga kegiatan akademik lainnya.
Melalui sinergi tersebut, benchmarking kurikulum bukan menjadi titik akhir, melainkan menjadi langkah awal untuk membangun kolaborasi yang lebih besar. UM Gresik dan UMSIDA terus mendorong pendidikan Teknologi Pangan yang adaptif terhadap perkembangan zaman, dekat dengan kebutuhan industri, serta mampu melahirkan lulusan yang kompeten, inovatif, dan memiliki daya saing.
Kolaborasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa penguatan mutu pendidikan dapat tumbuh melalui semangat berbagi dan saling menguatkan. Dari penyelarasan kurikulum, pengembangan laboratorium, hingga inovasi pangan, UM Gresik dan UMSIDA membuka peluang untuk bersama-sama menciptakan pendidikan Teknologi Pangan yang semakin unggul dan berdampak.
📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK
Credit by Humas UM Gresik