UMGNews, GRESIK – Masa Ta’aruf (MATAF) Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) 2026 memasuki hari kedua dengan rangkaian kegiatan yang semakin memperluas wawasan mahasiswa baru. Tidak hanya menghadirkan penampilan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), hari kedua MATAF juga mempertemukan mahasiswa baru dengan praktisi dari dunia industri serta mengenalkan beragam wadah pengembangan minat dan bakat di lingkungan kampus.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penampilan UKM Tapak Suci yang kemudian dilanjutkan dengan Paduan Suara UM Gresik. Penampilan tersebut menjadi pembuka yang membangun semangat mahasiswa baru sekaligus memperlihatkan keberagaman aktivitas kemahasiswaan yang dapat diikuti selama menempuh pendidikan di UM Gresik.
Memasuki sesi berikutnya, mahasiswa baru mendapatkan wawasan langsung dari praktisi dunia industri melalui pemaparan materi dari External Relations Supervisor PGN Saka (PT Saka Indonesia Pangkah Limited).
Kehadiran praktisi industri tersebut memberikan perspektif kepada mahasiswa baru mengenai dunia profesional serta pentingnya mempersiapkan kompetensi sejak berada di bangku perguruan tinggi. Mahasiswa didorong untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga membangun kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Dari Kampus, Mengenal Lebih Dekat Dunia Industri
Pembekalan dunia industri kemudian dilanjutkan dengan materi yang disampaikan oleh Manager Government PT Freeport Indonesia (PTFI), Mauly Akbar Palembo.
Kehadiran perwakilan PTFI memberikan kesempatan kepada mahasiswa baru untuk melihat gambaran dunia profesional dari perspektif industri. Sesi tersebut menjadi bagian penting dalam MATAF karena mahasiswa mulai diperkenalkan dengan tantangan dan peluang yang akan mereka hadapi setelah menyelesaikan pendidikan tinggi.
Melalui kehadiran dua praktisi industri tersebut, mahasiswa baru diajak memahami bahwa perjalanan sebagai mahasiswa merupakan proses panjang untuk mempersiapkan diri menuju dunia profesional. Pengetahuan, keterampilan, komunikasi, pengalaman organisasi, hingga kemampuan beradaptasi menjadi bagian yang perlu dibangun sejak dini.
Rangkaian pembekalan ini sekaligus memperkuat pesan bahwa perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan akademik, tetapi juga ruang untuk mempersiapkan mahasiswa agar mampu menghadapi dinamika dunia kerja dan perkembangan industri.
Saat Maba Dikenalkan dengan “Dunia” di Luar Kelas
Setelah mendapatkan wawasan dari dunia industri, suasana MATAF semakin semarak melalui Parade UKM UM Gresik.
Parade tersebut menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal berbagai organisasi dan komunitas yang dapat menjadi ruang pengembangan diri selama menjalani kehidupan kampus. Melalui UKM, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengembangkan minat dan bakat sekaligus memperoleh pengalaman berorganisasi, membangun relasi, meningkatkan kepercayaan diri, hingga mengasah kemampuan bekerja sama.
Salah satu yang diperkenalkan adalah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Sebagai organisasi mahasiswa, IMM menjadi salah satu ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan kepemimpinan, organisasi, serta memperluas wawasan.
Selanjutnya, mahasiswa baru diperkenalkan dengan G-Pret, yang turut menjadi bagian dari keberagaman aktivitas mahasiswa di UM Gresik. Kehadiran berbagai UKM tersebut memberikan pilihan bagi mahasiswa baru untuk menemukan lingkungan yang sesuai dengan ketertarikan dan potensi masing-masing.
Parade kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Mahapala Biru, yang menjadi wadah bagi mahasiswa dengan ketertarikan terhadap aktivitas kepencintaalaman dan kegiatan alam bebas.
Tidak kalah menarik, hadir pula LPS (Literasi, Public Speaking, dan Debat). UKM ini memperkenalkan ruang pengembangan kemampuan mahasiswa dalam bidang literasi, berbicara di depan publik, serta menyampaikan gagasan secara kritis dan argumentatif.
Beragamnya UKM yang diperkenalkan menunjukkan bahwa kehidupan mahasiswa di UM Gresik tidak berhenti pada aktivitas akademik di ruang kelas. Mahasiswa memiliki ruang yang luas untuk mengeksplorasi potensi, mengembangkan keterampilan, serta membangun pengalaman yang dapat menjadi bekal untuk masa depan.
MATAF Jadi Pintu Awal Eksplorasi Mahasiswa
Hari kedua MATAF UM Gresik 2026 pada akhirnya memberikan pengalaman yang lebih luas kepada mahasiswa baru. Jika pembekalan dari praktisi PGN Saka dan PT Freeport Indonesia membuka wawasan tentang dunia industri, parade UKM membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mulai menemukan ruang aktualisasi diri di lingkungan kampus.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya UM Gresik dalam memberikan pengalaman awal yang komprehensif kepada mahasiswa baru. Mereka tidak hanya dikenalkan dengan lingkungan perguruan tinggi, tetapi juga diarahkan untuk melihat berbagai peluang pengembangan diri yang dapat dimanfaatkan selama menjalani masa perkuliahan.
MATAF UM Gresik 2026 pun menjadi langkah awal bagi mahasiswa baru untuk mulai menentukan pengalaman seperti apa yang ingin mereka bangun selama berada di kampus.
Sebab, menjadi mahasiswa bukan hanya tentang hadir di ruang kuliah dan mengejar nilai akademik. Ada organisasi yang bisa menjadi tempat belajar, komunitas yang bisa memperluas pertemanan, pengalaman yang bisa membentuk karakter, serta kesempatan untuk mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.
Melalui MATAF 2026, UM Gresik membuka pintu tersebut sejak langkah pertama mahasiswa baru. Tinggal bagaimana mereka memilih untuk masuk, mencoba, berkembang, dan pada akhirnya menciptakan jejaknya sendiri di lingkungan kampus.
📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK
Credit by Humas MATAF UM Gresik 2026