UMGNews, GRESIK – Siapa sangka, limbah cangkang kerang yang selama ini menumpuk dan dianggap tidak bernilai ternyata dapat diolah menjadi produk konstruksi yang bermanfaat. Melalui kolaborasi dengan PGN Saka, Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) menghadirkan inovasi pengolahan limbah cangkang kerang menjadi paving block yang didukung teknologi mesin pencetak semi otomatis. Inovasi ini melibatkan dua program studi sekaligus, yakni Teknik Sipil dan Teknik Industri UM Gresik, sebagai upaya menghadirkan solusi kreatif dalam mengurangi limbah sekaligus meningkatkan nilai guna material sisa.
Inovasi tersebut merupakan bagian dari Program Pengelolaan Limbah Cangkang Kerang Inovatif (PELANGI) dalam Program Pelibatan dan Pengembangan Masyarakat Bidang Lingkungan Saka Indonesia Pangkah Limited Tahun 2026. Program ini menjadi bentuk kolaborasi antara UM Gresik dan PGN Saka dalam mendorong pengelolaan limbah berbasis inovasi teknologi serta pemberdayaan masyarakat. Melalui Direktorat Sertifikasi Profesi, Pengembangan Bahasa, dan Usaha (DSP2BU), UM Gresik yang dipimpin oleh Direktur Dr. Ir. Djoko Soelistya, M.M., mengoordinasikan keterlibatan dua program studi untuk mengembangkan inovasi tersebut. Kolaborasi ini menggabungkan keahlian Teknik Sipil dalam pengembangan material konstruksi dengan keahlian Teknik Industri dalam perancangan teknologi mesin produksi. Keduanya memiliki peran yang saling melengkapi untuk mengubah limbah cangkang kerang menjadi produk paving yang memiliki potensi nilai ekonomis. Dari Program Studi Teknik Sipil UM Gresik, inovasi pemanfaatan cangkang kerang sebagai bahan alternatif pembuatan paving dikembangkan oleh tim yang terdiri atas Kholidia Ayunaning, S.T., M.T., Rahmat Dwi Sutrisno, S.ST., M.T., dan Mar’atu Rifatil Jannah, S.Tr.T., M.T. Inovasi ini berangkat dari persoalan limbah cangkang kerang yang semakin menumpuk dan belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pendekatan rekayasa material konstruksi, tim Teknik Sipil berupaya mengembangkan alternatif pemanfaatan limbah tersebut agar dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat. Tidak berhenti pada pengembangan material, UM Gresik juga menghadirkan dukungan teknologi untuk mempermudah proses produksinya. Melalui Program Studi Teknik Industri, dikembangkan mesin pencetak paving block semi otomatis oleh dosen Hidayat, S.T., M.Eng., bersama Yanuar Pandu Negoro, S.T., M.LogSCM. Pengembangan mesin ini menjadi bagian penting dalam mendukung proses pengolahan cangkang kerang menjadi paving agar lebih praktis dan efisien. Berbeda dengan proses pencetakan paving secara konvensional yang membutuhkan tenaga dan tahapan pengerjaan lebih intensif, mesin semi otomatis ini dirancang untuk membantu proses pencetakan sehingga pekerjaan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan terarah. Kehadiran mesin tersebut diharapkan mampu mendukung efektivitas produksi serta mempermudah masyarakat dalam mengolah bahan baku menjadi paving block. Sinergi kedua program studi ini kemudian diwujudkan melalui kegiatan Pelatihan Pembuatan Paving dari Cangkang Kerang dan Pelatihan Operasional Mesin Pencetak Paving. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat mendapatkan pengetahuan mengenai pemanfaatan cangkang kerang sebagai bahan alternatif material konstruksi sekaligus pendampingan dalam mengoperasikan mesin pencetak paving semi otomatis. Pelatihan pembuatan paving menjadi kesempatan bagi peserta untuk mengenal potensi limbah cangkang kerang yang dapat dimanfaatkan sebagai material alternatif. Sementara itu, pelatihan operasional mesin memberikan keterampilan teknis agar teknologi yang dikembangkan dapat digunakan secara tepat. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada hasil inovasi, tetapi juga dibekali kemampuan untuk menjalankan proses produksinya. Kolaborasi ini memperlihatkan bahwa pengembangan inovasi tidak cukup hanya dengan menemukan alternatif bahan baku, tetapi juga membutuhkan teknologi yang mampu mendukung proses pengolahannya. Teknik Sipil berkontribusi dalam pengembangan paving berbahan cangkang kerang, sedangkan Teknik Industri menghadirkan mesin pencetak semi otomatis untuk membantu proses produksinya. Kombinasi keduanya menjadi pendekatan terintegrasi dalam menciptakan solusi pengelolaan limbah yang lebih produktif. Melalui Program PELANGI, UM Gresik bersama PGN Saka turut mendorong penerapan prinsip ekonomi sirkular, yaitu mengubah material yang sebelumnya dianggap sebagai limbah menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah. Upaya ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan cangkang kerang sekaligus membuka peluang pemanfaatan potensi lokal menjadi produk yang berpotensi memiliki nilai ekonomi. Bagi UM Gresik, keterlibatan lintas program studi dalam kegiatan ini merupakan wujud implementasi tridarma perguruan tinggi, khususnya melalui pengembangan ilmu pengetahuan, penerapan teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat. Inovasi yang dihasilkan dari lingkungan akademik diharapkan tidak hanya berhenti pada tahap pengembangan, tetapi juga dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan dan persoalan yang dihadapi masyarakat. Ke depan, inovasi paving berbahan cangkang kerang dan mesin pencetak semi otomatis ini diharapkan terus dikembangkan melalui penyempurnaan kualitas material, pengujian teknis, serta peningkatan efektivitas proses produksi. Dengan pengembangan yang berkelanjutan, inovasi tersebut berpotensi menjadi salah satu alternatif pemanfaatan limbah sekaligus mendukung kemandirian masyarakat. Melalui sinergi DSP2BU, Program Studi Teknik Industri, Program Studi Teknik Sipil UM Gresik, dan PGN Saka, limbah cangkang kerang kini memiliki peluang untuk diubah menjadi produk yang lebih bernilai. Kolaborasi ini menjadi bukti bahwa perpaduan ilmu pengetahuan, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan dapat melahirkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga mendukung terciptanya lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. 📌 Informasi lebih lanjut: 🌐 Website: www.umg.ac.id 📱 Instagram: @um_gresik 📺 YouTube: UM_GRESIK Credit by Humas UM Gresik Views: 34