Gresik, Begitu hangat dan kekeluargaan, adalah suasana yang tergambar saat sekitar 484 warga Asiyiyah Kabupaten Gresik mengiktui Seminar Semarak Musyawarah Daerah (Musyda) Asiyiyah XI, pada minggu pagi di Hall Sang Pencerah UMG (29/01). Bertema “Aisyiyah Gerakan Perempuan Berkemajuan Membangun Peradaban” kegiatan yang dihadiri oleh tamu undangan dari pimpinan daerah, pimpinan cabang, pimpinan ranting, perwakilan dari AUM (Amal Usaha Muhammadiyah), perwakilan AUA (Amal Usaha Aisyiyah), juara lomba Dakwah Mubalighat dan pemenang Dikdasment 2023 Majelis Dikdasmen PWA Jawa Timur, serta unsur untur organisasi Muhammadiyah lainnya.
Disampaikan oleh Dr Sofiana Agustin S.Kom.M. Kom sebagai Ketua Panitia Seminar, bahwa tujuan dari seminar ini adalah untuk melengkapi ilmu pengetahuan di tingkat cabang dan ranting, khususnya topik bahasan yang erat dengan bidang perempuan serta bukan hanya untuk menyemarakan Musyda saja.

“Saya mengaturkan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh panitia dan peserta, khusunya pimpinan daerah Aisyiyah dan panitia yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Semoga Allah membalas dengan sebaik baiknya balasan dan dicatat sebagai amal shalih” tuturnya
Menurut Soffi, pada seminar ini akan dibahas beberapa topik tentang perempuan yang akan disampaikan oleh para tokoh-tokoh perempuan diantaranya adalah Wakil ketua DPRD Gresik Nur Saidah, SE, MM yang akan menyampaikan tentang politik perempuan, serta Ketua Pimpinan Pusat Aisyiyah, Dr Siti Aisyiyah, M.Ag yang akan membahas tentang bagaimana seharusnya wanita berkemajuan.
Pada seminar ini Rektor UMG, Nadhirotul Laily, S.Psi, M.Psi, Psikolog juga memberikan sambutan selamat datang kepada seluruh tamu undangan. Beliau menjelaskan tentang perempuan dengan multiperan yang memerlukan support system dari lingkungannya.

“Memiliki multiperan tersebut tentu saja kita menghadapi situasi yang sulit untuk menyelesaikannya. Perempuan menjalankan multiperan diantaranya sebagai ibu, istri, pekerja, anggota dan pengurus persyarikatan juga bagian dari masyarakat” jelasnya
Beliau menyampaikan seminar Semarak Musyda ‘Aisyiyah yang bertema Aisyiyah Gerakan Perempuan Berkemajuan membangun peradaban ini sangat relevan dengan kehidupan kita dimasa sekarang, terutama sebagai seorang wanita yang memiliki multi peran.
“Ternyata kita sebagai seorang wanita dengan multiperan tadi, harus memiliki modal psikologis dan sosial support. Terdiri dari suami, keluarga, supervisor, dan administratif support. Kita membutuhkan circle family support, sehingga kita menjalankan tugas kita. Selanjutnya ini akan dibahas oleh para pemateri yang luar biasa” terangnya
Sebagai salah satu pembicara Dr. Soerajanti Rahaju MA yang menyampaikan tentang Modal Psikologi dan Kerentanan Psikologis Perempuan dalam beragam peran. Koordinator Akademik Program Studi Psikologi Universitas Surabaya (Ubaya) ini menuturkan bahwa dalam mengelola stress hendaknya para wanita melakukan tiga hal ini. Pertama, mengubah cara berpikir dengan tidak menyelahkan diri sendiri. Kedua berfokus pada hikmahnya. Ketiga membuat perencanaan perbaikan.

“Ancaman psikologis bagi perempuan yang bekerja terjadi apabila perempuan tidak menjalankan peran domestik dengan baik. Sebaik apapun peran publik maka ia akan dianggap gagal. Inilah yang dimaksud dengan beban ganda yang dimilki oleh perempuan, bahwa bila ingin sukses maka perempuan harus dapat sukses menjalankan kedua peran ganda tersebut” tuturnya (HUMAS UMG)