UM Gresik dan Gryphon Educational Center Perkuat Manajemen Pembelajaran Bahasa Inggris di Kattakurgan

UMGNews, KATTAKURGAN, 28 April 2026 — Universitas Muhammadiyah Gresik memperluas jejaring akademiknya di Uzbekistan melalui kerja sama dengan Gryphon Educational Center pada Selasa, 28 April 2026, di Kattakurgan. Kerja sama ini diarahkan untuk memperkuat manajemen pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris, terutama dalam peningkatan kapasitas tenaga pengajar yang tidak hanya menguasai bahasa, tetapi juga memiliki keterampilan digital dan pedagogis modern.

uzbeksda2.jpeg (193 KB)

Agenda tersebut berlangsung di tengah meningkatnya perhatian Uzbekistan terhadap penguatan pembelajaran bahasa asing, termasuk bahasa Inggris, bagi pelajar dan mahasiswa. Pemerintah Uzbekistan dalam beberapa tahun terakhir menempatkan pembelajaran bahasa asing sebagai bagian penting dari reformasi pendidikan, antara lain melalui penguatan kompetensi guru bahasa asing, perluasan akses bahan ajar, serta peningkatan perhatian pada pendidikan tinggi dan kesiapan akademik generasi muda.

Kerja sama antara UM Gresik dan Gryphon Educational Center menjadi penting karena menyentuh salah satu kebutuhan mendasar pendidikan bahasa saat ini: bagaimana lembaga pendidikan dapat mengelola pembelajaran bahasa Inggris secara lebih terstruktur, relevan, dan adaptif terhadap perubahan teknologi. Dalam konteks tersebut, bahasa Inggris tidak lagi dipandang semata-mata sebagai mata pelajaran, tetapi sebagai kompetensi strategis yang mendukung akses pelajar dan mahasiswa terhadap pengetahuan global, mobilitas akademik, serta kesiapan profesional.

Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Prof. Dr. Khoirul Anwar, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi bagian dari komitmen UM Gresik untuk berkontribusi dalam penguatan pendidikan lintas negara. Menurutnya, pengalaman UM Gresik dalam pengelolaan pendidikan tinggi, pengembangan kurikulum, dan peningkatan kapasitas akademik dapat menjadi dasar kolaborasi yang saling menopang dengan Gryphon Educational Center.

“Pengelolaan pembelajaran bahasa Inggris hari ini membutuhkan pendekatan yang lebih menyeluruh. Tidak cukup hanya mengajarkan kosakata atau tata bahasa, tetapi juga perlu membangun sistem pembelajaran, kompetensi guru, metode evaluasi, serta pemanfaatan teknologi secara tepat. Melalui kerja sama ini, UM Gresik ingin hadir sebagai mitra akademik yang dapat saling berbagi pengalaman dan belajar bersama,” ujar Prof. Khoirul.

Ia menambahkan, kolaborasi tersebut tidak hanya diarahkan pada penguatan kemampuan bahasa Inggris peserta didik, tetapi juga pada peningkatan kualitas tenaga pengajar. Dalam pandangannya, guru dan instruktur bahasa Inggris perlu memiliki kemampuan pedagogis yang kuat, memahami karakter peserta didik, serta mampu menggunakan perangkat digital untuk memperkaya pengalaman belajar.

Dari pihak Gryphon Educational Center, Direktur Dr. Mavlyanov Bahromjon Avloqulovich menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai kemitraan dengan UM Gresik dapat memperkuat posisi Gryphon sebagai lembaga pendidikan yang berperan dalam mendukung agenda peningkatan kemampuan bahasa Inggris di Kattakurgan.

“Gryphon Educational Center melihat kerja sama ini sebagai langkah penting untuk meningkatkan kualitas pengajaran bahasa Inggris. Kami membutuhkan pengajar yang tidak hanya fasih berbahasa Inggris, tetapi juga mampu mengelola kelas secara kreatif, menggunakan teknologi pembelajaran, dan membangun kepercayaan diri peserta didik. Kegiatan ini berjalan dengan baik dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas,” kata Dr. Mavlyanov.

Menurutnya, kebutuhan pembelajaran bahasa Inggris di Uzbekistan terus berkembang, terutama di kalangan pelajar dan mahasiswa yang ingin mengakses pendidikan tinggi, beasiswa, publikasi ilmiah, dan peluang karier internasional. Karena itu, lembaga pendidikan bahasa perlu memperbarui pendekatan pembelajaran agar tidak tertinggal dari perubahan kebutuhan global.

uzbeksda.jpeg (264 KB)

Kerja sama ini juga menandai adanya pergeseran dalam cara lembaga pendidikan melihat internasionalisasi. Internasionalisasi tidak lagi hanya dipahami sebagai pertukaran mahasiswa atau kunjungan kelembagaan, tetapi juga sebagai proses membangun kapasitas bersama. UM Gresik dan Gryphon Educational Center berupaya menempatkan kerja sama ini sebagai ruang pertukaran praktik baik, terutama dalam manajemen kelas, desain pembelajaran, penguatan kompetensi guru, dan integrasi teknologi dalam pengajaran bahasa Inggris.

Dalam praktiknya, penguatan keterampilan digital menjadi salah satu perhatian penting. Tenaga pengajar bahasa Inggris dituntut mampu memanfaatkan media pembelajaran interaktif, sumber belajar daring, asesmen digital, dan strategi komunikasi kelas yang sesuai dengan generasi pembelajar saat ini. Namun, teknologi tidak diposisikan sebagai pengganti guru. Teknologi justru menjadi alat bantu untuk memperkuat peran guru dalam membimbing, memberi umpan balik, dan membangun suasana belajar yang aktif.

Prof. Khoirul menekankan bahwa keberhasilan pembelajaran bahasa Inggris sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaannya. Kurikulum yang baik, materi yang relevan, metode mengajar yang komunikatif, serta evaluasi yang terukur harus berjalan dalam satu sistem yang saling mendukung.

“Bahasa Inggris adalah pintu menuju pengetahuan global. Namun, pintu itu hanya dapat dibuka secara luas apabila proses pembelajarannya dikelola dengan baik. Karena itu, kerja sama ini kami harapkan dapat menghasilkan tenaga pengajar yang lebih siap, lebih adaptif, dan lebih percaya diri dalam mendampingi peserta didik,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. Mavlyanov menilai kerja sama dengan UM Gresik memberi nilai tambah bagi Gryphon Educational Center karena menghadirkan perspektif perguruan tinggi dalam pengembangan lembaga pendidikan bahasa. Menurutnya, hubungan antara lembaga kursus, sekolah, dan perguruan tinggi perlu diperkuat agar pembelajaran bahasa Inggris dapat berkesinambungan dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi.

Kerja sama UM Gresik dan Gryphon Educational Center di Kattakurgan ini pada akhirnya memperlihatkan bahwa penguatan bahasa Inggris membutuhkan ekosistem yang utuh. Di dalamnya terdapat lembaga pendidikan, pengajar, kurikulum, teknologi, tata kelola, dan jejaring internasional yang bergerak bersama.

Dari Kattakurgan, kolaborasi ini membawa pesan penting: peningkatan kemampuan bahasa Inggris bukan hanya soal kemampuan berbicara, melainkan tentang kesiapan generasi muda untuk memasuki ruang akademik dan profesional global. Melalui kerja sama tersebut, UM Gresik dan Gryphon Educational Center berupaya membangun jembatan pengetahuan antara Indonesia dan Uzbekistan, dengan bahasa Inggris sebagai sarana untuk memperluas akses, memperkuat kapasitas, dan membuka peluang masa depan.

📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK

Credit by Rektor UM Gresik

Scroll to Top