Pengukuhan Doktoral Dosen Matematika UMG

Dilatar belakangi dari kepedulian terhadap anak berkebutuhan khusus (ABK), Nur Fauziyah, M.Pd., Dosen Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Gresik (UMG), berhasil menyelesaikan tingkat akademik tertinggi dan dikukuhkan menjadi Doktor di bidang Pendidikan Matematika di Universitas Negeri Surabaya (UNESA).

Disertasinya yang mengambil judul “Proses Kognisi Siswa Autism Spectrum Disorder (ASD) Tingkat SMA dalam Menyelesaikan Masalah Matematika Berdasarkan Perbedaan Tingkat Inteligensi” mendapatkan apresiasi yang sangat baik dengan nilai sempurna (A) dari tujuh penguji yang terdiri dari Dr. Edy Mintarto, M.Kes. (Direktur Pascasarjana UNESA), Prof. Drs. I Ketut Budayasa, Ph.D. (Guru Besar UNESA), Prof Dr. Dwi Juniati, M.Si. (Guru Besar UNESA), Prof. Drs. Y.E. Sukestiyarno, MS, Ph.D. (Guru Besar UNNES), Prof. Dr. Mega Teguh Budiarto, M.Pd., (Guru Besar UNESA), Prof Dr. Tatag YES, M.Pd. (Guru besar sekaligus Kaprodi S3 Pendidikan Matematika UNESA) dan Rooselyna Ekawati, S.Si. MSc, Ph.D (UNESA).


Nur, begitu sapaan akrabnya, mengatakan bahwa penelitiannya bertujuan untuk mengungkap secara mendalam bagaimana proses kognisi siswa ASD dalam menyelesaikan masalah matematika berdasarkan perbedaan tingkat inteligensi mereka.


“Proses kognisi yang digunakan sebagai grand theory dalam penelitian ini adalah teori pemrosesan informasi dari Atkinson and Shiffrin tahun1968,” papar Nur, yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Lembaga Penelitian & Pengabdian Masyarakat (LPPM) UMG saat ditemui setelah pengukuhan doktoralnya, pada Selasa (21/7).


Nur menambahkan bahwa dirinya membutuhkan waktu yang cukup lama untuk mencari subjek penelitian. Hal ini dikarenakan selain didasarkan pada tingkat IQ yang berbeda, harus juga dipastikan bahwa subjek dapat berkomunikasi dengan baik dengan peneliti sampai ada kedekatan secara emosional.

Sebagai bentuk pendekatan, peneliti turut mengajar di beberapa kelas sekolah inklusi dan pusat terapi sampai akhirnya didapat 3 subjek. Selain itu, dibutuhkan pula ijin dari orang tua subjek, karena penggalian data lebih banyak dilakukan di rumah subjek. Nur juga menjelaskan bahwa resiko penelitian dengan subjek ABK adalah proses penggalian data yang cukup lama dan harus dilakukan berkali-kali.


Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa proses kognisi subjek ASD dengan tingkat inteligensi tinggi tergambarkan sangat kompleks pada setiap tahapan dalam menyelesaikan masalah matematika. Subjek ASD dengan tingkat inteligensi sedang dapat memahami pola dengan baik, namun tidak dapat melakukan generalisasi untuk mendapatkan rumus umum karena subjek tidak memahami variabel dan simbol yang ada dalam soal. Sedangkan subjek ASD dengan tingkat inteligensi rendah tidak dapat memahami pola, proses kognitifnya hanya sampai berpikir secara kualitatif bukan pada tingkat berpikir kuantitatif.


“Dengan demikian dalam proses pembelajaran subjek ASD dengan tingkat inteligensi sedang perlu ditekankan dalam memahami makna variabel dan simbol dalam matematika. Sedangkan subjek ASD dengan tingkat inteligensi rendah lebih fokus pada pemahaman berpikir kuantitatif bukan sekedar berpikir kualitatif,” terangnya.


Nur mengatakan bahwa proses penulisan disertasi ini juga mengantarkannya untuk mendapatkan beasiswa sandwich-like dari DIKTI pada tahun 2017 untuk belajar selama 3 bulan di Flinders University Australia. Program sandwich-like ini sendiri merupakan program peningkatan kualitas publikasi dengan bimbingan dosen dari universitas di luar negeri yang diperuntukkan khusus bagi mahasiswa S3 melalui proses seleksi yang sangat ketat.


“Pengalaman yang paling berkesan adalah pada saat mendapatkan bimbingan dari Dr. Carol Le Lant, dosen special education dari Flinders University Australia,” paparnya. Nur sendiri sebelumnya juga berhasil mendapatkan beasiswa untuk mempelajari Lesson Study selama 1 bulan di Jepang dan berkesempatan mengamati proses pembelajaran untuk anak ASD di Lab. School, Tokyo University.


Nur menyatakan bahwa penelitiannya ini telah menghasilkan lima publikasi, dua publikasi dalam jurnal internasional terindeks Scopus Q2 dan Q4, tiga lainnya dalam proseding seminar internasional terindeks Scopus (IOP).


“Saya tertarik meneliti subjek ASD ini karena belum banyak penelitian yang fokus ke sana terutama penelitian kualitatif. Selanjutnya saya akan melanjutkan penelitian disertasi ini, jadi tidak hanya berhenti sampai meneliti proses kognisinya, tetapi sampai dihasilkan media pembelajaran matematika yang sesuai untuk anak ASD ini. Alhamdulillah proposal penelitian lanjutan disertasi ini saya ajukan di DRPM dan lolos didanai,” pungkas Nur yang berhasil meraih gelar doktor dengan IPK 3,85 ini. (HUMAS UMG)

Nur_Fauziyah_dr.jpg (64 KB)


27 September 2020
Teknik Kimia UMG Adakan Seminar Internasional
27 September 2020
Wakil Rektor III UMG Raih Gelar Doktor
21 September 2020
26 Mahasiswa UMG Ikuti Program Pertukaran Pelajar Tanah Air Nusantara 2020