Tantangan Pendidikan Anak di Masa Pandemi

Yasa Griya Sejati, M.Pd

(Dosen PIAUD UMG)

Pada kondisi perkembangan era-Digital ini muncul bencana dunia yang diawali dari Negara China dengan adanya Virus COVID-19. Perkembangan permasalahan, tantangan dan hambatan dalam dunia pendidikan semakin memanas. Jika kondisi pandemi ini terus berkepanjangan, dimungkinkan munculnya permasalahan-permasalahan baru dan lebih kompleks dalam dunia pendidikan. Terkhusus pada pendidikan anak usia dini, dimana anak-anak merupakan individu yang masih perlu adanya eksplorasi dari berbagai lingkup. Seperti halnya lingkup sosial yang berupa lingkungan sekolah maupun masyarakat sekitar. Eksplorasi Lingkungan tersebut dapat dilakukan anak hanya “dirumah saja”, ketika pandemi Covid-19 ini. Untuk itu perlu perhatiannya kondisi fisik maupun psikis anak untuk tetap berbahagia dalam pertumbuhan dan perkembangannya. Peran orang tua menjadi sangat penting untuk mendampingi pertumbuhan dan perkembangan anak untuk “dirumah saja”. Guna menjaga kondisi psikis anak dalam stabilitas mentalnya untuk tetap belajar dirumah dengan menyenangkan dan tidak ada hambatan apapun.

Pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru (teacher centered) ataupun juga berpusat pada peserta didik (student center), melainkan berpusat pada anak (child centered). Mengapa begitu?, karena gurunya adalah orang tuanya dirumah secara penuh untuk bisa memfasilitasi anaknya untuk bermain sambil belajar. Tidak lagi guru kelas yang memberikan kendali proses belajarnya disekolah. Guru kelas hanya bisa memantau perkembangan, memfasilitasi project, mereview dan mengevaluasi proses belajar anak selama “dirumah saja”.

Perubahan kondisi fasilitasi pembelajaran anak merupakan tantangan bagi kita semua selaku orang dewasa untuk dapat menstimulasi dan mendampingi sesuai kebutuhan anak. Kondisi ini, pengetahuan luas saja tidak bisa menjamin untuk dapat memfasilitasi anak. Diperlukan pula kesabaran dan keahlian dalam menyampaikan pesan pembelajaran untuk anak. Serta kolaborasi pihak lembaga pendidikan atas kesediaan dalam membentuk pembagian aktivitas belajar berdasarkan analisis kebutuhan kondisi pekerjaan orang tua. Sehingga anak tetap terdampingi oleh orang tuanya, dan guru tetap bisa memfasilitasi secara optimal dalam pembelajaran “dirumah saja”. Awal membentuk emosi positif anak dalam keinginan untuk belajar akan menjadi enjoyable.


01 September 2020
Tantangan Pendidikan Anak di Masa Pandemi
14 August 2020
Opini hukum terhadap dana bantuan sosial pemerintah bagi karyawan swasta bergaji rendah
26 June 2020
Menjawab Keraguan Guru di Masa Pendemi Covid-19