JIKA CINTA SATWA, TENTU TIDAK ASING DENGAN BURUNG MIGRAN

Oleh : Dr. Farikhah S.Pi, M.Si

Kaprodi dan Dosen Akuakultur UMG

Masih aroma Hari satwa sedunia lo...banyak kah yg suka satwa? Jika cinta satwa, tentu tidak asing dengan burung migran.  Burung migran adalah sebutan bagi sekelompok jenis burung  yang datang ke Indonesia, jauh-jauh dari berbagai penjuru negara di dunia, pada waktu musim migrasi tiba.  Mereka biasanya terbang (tidak naik kendaraan..) secara berkelompok dalam bermigrasi itu.  Gresik adalah salah satu daerah yang menjadi tempat singgah beberapa jenis burung migran, khususnya dari kelompok burung-burung air.  Penasaran kan?  Mengapa Gresik?  dan apa yang dicari mereka di Gresik?  Penasaran kan?  Nah untuk tahun lebih detil tentang burung migran, maka kita perlu tahu  tentang wetland.  Bagi yang baru dengar istilah itu, yuk simak info sedikit ini.

 Wetland adalah bentang alam yang unik dengan genangan air yang tidak terlalu tinggi. Airnya bisa mengalir, bisa tergenang. Bisa menetap bisa pula berkala. Bisa berasa tawar, payau, maupun asin.  Ekosistem wetland bisa membentuk banyak wajah alam. Muara sungai,  hutan mangrove, pesisir pantai, rawa-rawa..dan kalau di Gresik, kita sering temukan wetland khas Gresik dan ada belasan.. yaitu Embung. Gresik memang kaya wetland.

 Sebagai lahan yang jenuh air, wetland menjadi ekosistem yang kaya produktivitas primer.  Siklus karbon, nitrogen, dan pospor di sini terjadi dalam laju yang luar biasa intens sebab ditunjang dengan iklim mikro bermandikan cahaya mentari kuat.  Aneka diatom dan mikroalgae pirang pun melimpah yang menjadi kesukaan zooplankton satwa renik yang unik dan menarik.  Keduanya saling bekkerja sama dalam menyajikan menu makanan sehat bagi ribuan anakan ikan, kepiting, maupun kekerangan khas wetland Mangrove sehingga mangrove dikatakan sebagai daerah asuhan anak ikan.  Kita pun akhirnya mudah mendapatkan kekerangan, ikan-ikanan, dan aneka kepiting bakau kapan pun di sini. Nah senang kan?

Demikianlah..Jutaan species organisme khas wetland itu saling hidup menghidupi serta membentuk jejaring kehidupan yang saling ketergantungan satu dengan lainnya. 

Mangrove Ujungpangkah adalah salah satu wetland yang ditetapkan sebagai kawasan esensial oleh Petinggi Privinsi Jatim.  Letaknya tepat di muara Sungai Bengawan Solo, sungai terpanjang di Pulau Jawa. Lokasi ini mudah dikenali dengan bentukan mirip tanduk rusa tepat ujung teratas peta Gresik.  Di situ terdapat  vegetasi mangrove yang tebal seluas 1554ha dan trennya seharusnya terus bertambah seiring dengan laju sedimentasi lumpur muara sungai.  Sebagaimana ekosistem mangrove pada umumnya, mangrove Ujungpangkah menjadi tempat bergantung ribuan satwa, termasuk diantaranya adalah burung air yang dominan menghuninya.  Puluhan burung air ppuun dapat kita jumpai di Mangrove Ujungpangkah, tetaptnya lebih dari 100 species.  Uniknya di sini ada burung-burung migran dari Australia, Madagaskar Afrika, Indocina, Tiongkok, dan Rusia, yang singgah setiap satu tahun sekali pada saat musim migrasi tiba.  Burung-burung migran itu tergantung ikan-ikan muara yang jumlahnya meliimpah di Muara Sungai BengawanSolo dan di ratusan hektar lumpur mangrove sebagai Important Bird Area (IBA).  Selain burung migran, ada juga puluhan species burung air dengan status dilindungi dan terancam punah diantaranya yaitu bangau tong tong, kedidi golgol, kuntul besar, kedidi besar, daralaut jambul, daralaut putih, dan masih banyak lagi.  Nah, begitu strategis wetland mangrove sebagai pusat kehidupan berbagai satwa. 

Sebenarnya tidak hanya satwa yang tertolong hidupnya oleh mangrove, akan tetapi manusia juga demikian.  Mangrove Ujungpangkah contohnya, telah menjaga garis pantai Ujungpangkah dari gempuran angin laut, ombak, abrasi, dan intrusi air laut selama bertahun-tahun.  Belum lagi potensi mangrove sebagai sumber makanan dan fitofarmaka, tentu semakin dibutuhkan seiring dengan semakin kompleksnya permasalahan manusia dalam mencukupi kebutuhan pangan dan kesehatan. Nah..uraian singkat ini semoga dapat menambah kepahaman tentang satwa dan mengenalkan nama-nama satwa yang datang bertamu ke Gresik untuk numpang hidup.  Agar mereka tetap mau datang ke Gresik selamanya, maka wetlandnya harus kita jaga agar tetap ada.  Begitulah..wetland tak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia dan satwa.   Kita dan satwa punya potensi dasar yang sama yaitu ditakdir sebagai makhluk heterotrof.    Saat ini mereka bergantung pada kita, esok kita pasti bergantung pada mereka.


19 January 2022
“BONEKA ARWAH (SPIRIT DOLL)” FENOMENA KEGERSANGAN ILMU DAN IMAN
14 January 2022
AUM SEBAGAI LADANG DAKWAH DAN AMAL SALEH
02 January 2022
AWAL TAHUN, HARUSKAH AWAL RESOLUSI BARU?