HARI KEBANGKITAN NASIONAL BUKAN HANYA SATU LEDAKAN SEJARAH

Oleh : Muhammad Bagus Hariyadi

Anggota Lembaga Pers Lontar UMG

 

20 Mei identik dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas). Peringatan tersebut pertama kali dicetuskan oleh Presiden Soekarno pada tahun 1948, pasca kemerdekaan Indonesia. Dipilihnya tanggal 20 Mei sebagai Hari Kebangkitan Nasional, berkenaan dengan sejarah didirikannya organisasi Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908. Sebuah organisasi besar yang bergerak dalam bidang sosial, ekonomi, serta kebudayaan untuk membangkitkan kembali semangat nasionalisme masyarakat Indonesia kala itu.

Di balik penetapan Hari Kebangkitan Nasional saat itu, Indonesia tengah mengalami gejolak ketidakstabilan politik pasca kemerdekaan, yang dapat memicu adanya perpecahan. Agar tidak menimbulkan perpecahan, Soekarno membutuhkan simbol yang dapat mempersatukan bangsa, dan menguatkan kembali semangat nasionalisme pasca kemerdekaan. Budi utomo dipilih karena dianggap paling moderat, nasionalis, menawarkan jalan tengah, dan yang paling penting Budi Utomo bergerak tanpa melibatkan unsur politik. Kehadiran Budi Utomo memicu semangat para pemuda lainnya untuk turut mendirikan organisasi kebangsaan semacamnya, beberapa di antaranya: Perhimpunan Indonesia (1908), dan Indishe Partij (1912). Karena pengaruh positifnya, Budi Utomo dijadikan simbol kebangkitan nasional. Sehingga, tanggal berdirinya Budi Utomo ditetapkan sebagai Hari Kebangkitan Nasional.

Meski begitu, penetapan Hari Kebangkitan Nasional kala itu dirasa sangat politis. Hingga hari ini, penetapan tersebut memunculkan kesalahan mengenai cara pandang masyarakat yang melihat bahwa Hari Kebangkitan Nasional hanya sebagai refleksi atas lahirnya Organisasi Budi Utomo. Kita cenderung melihatnya sebagai fenomena yang parsial. Hal ini muncul karena kebencian masyarakat waktu itu terhadap kolonialisme. Padahal jika dipahami secara pemaknaan, Hari Kebangkitan Nasional adalah proses panjang tokoh-tokoh pejuang untuk menanamkan sikap nasionalis kepada seluruh masyarakat Indonesia. Adanya penetapan tersebut juga memunculkan konsekuensi, antara lain banyak sekali tokoh yang terpinggirkan sebelum Budi Utomo berdiri. Sebut saja Raden Mas Tirto Adhi Soerjo, salah seorang perintis Pers Pribumi kala itu, atau tokoh-tokoh lain yang sudah mengumpulkan massa, dan mengkonsolidasi gerakan guna membangkitkan kesadaran nasionalis di era penjajahan kala itu.

Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya  tentang Budi Utomo, dan tidak bisa hanya ditetapkan sebagai munculnya suatu organisasi tertentu. Ini adalah proses panjang yang bukan hanya sekadar satu ledakan sejarah, tetapi berkenaan dengan bangkitnya semangat nasionalisme. Menjadi sebuah refleksi bagi kita semua, bahwa untuk membangun bangsa yang lebih baik membutuhkan kesadaran kolektif.


29 June 2022
KELUARGA PUSAT KEHIDUPAN DAN SEKOLAH PERTAMA ANAK
08 June 2022
MEWUJUDKAN INDONESIA MENJADI POROS MARITIM DI DUNIA
31 May 2022
MATIKAN ASAP ROKOK, PEDULI KESEHATAN LINDUNGI LINGKUNGAN