Biopori Berkelanjutan Jadi Inovasi Mahasiswa KKN Kelompok 20 UM Gresik untuk Desa Jolotundo Ramah Lingkungan

UMGNews, Jolotundo - Desa Jolotundo menjadi lokasi implementasi inovasi lingkungan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 20 Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Gresik. Program kerja ini mengusung penerapan teknologi biopori berkelanjutan sebagai upaya meningkatkan daya resap air tanah, mengurangi genangan saat musim hujan, serta mendukung pengelolaan sampah organik secara ramah lingkungan.

Kegiatan pembuatan lubang biopori dilakukan di berbagai titik strategis, seperti pekarangan rumah warga, area fasilitas umum, lahan terbuka, dan sekitar saluran drainase. Penentuan lokasi dilakukan dengan mempertimbangkan area yang sering mengalami genangan air dan wilayah yang memiliki potensi resapan rendah. Proses pembuatan biopori menggunakan alat linggis dan cangkul dengan kedalaman 80cm agar mampu menampung air hujan dan mempercepat infiltrasi ke dalam tanah.

Lubang biopori yang telah dibuat kemudian dimanfaatkan sebagai media pengolahan sampah organik. Warga dapat memasukkan daun kering, sisa sayuran, dan limbah dapur organik ke dalam lubang untuk mempercepat proses penguraian alami. Hasil penguraian tersebut menghasilkan kompos yang bermanfaat untuk meningkatkan kesuburan tanah serta mendukung pertumbuhan tanaman di pekarangan rumah.

Penerapan teknologi biopori memberikan manfaat lingkungan yang signifikan. Selain meningkatkan penyerapan air dan mengurangi risiko banjir lokal, biopori juga membantu memperbaiki struktur tanah, menjaga kelembapan lahan, serta mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke tempat pembuangan akhir. Dengan demikian, teknologi sederhana ini mampu memberikan dampak ekologis yang berkelanjutan.

Partisipasi masyarakat dalam kegiatan ini menunjukkan kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar. Keterlibatan warga dalam pembuatan dan pemanfaatan biopori diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan menjaga lingkungan serta mendorong penerapan praktik ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui implementasi teknologi biopori berkelanjutan, Desa Jolotundo diharapkan mampu menjadi contoh desa yang adaptif terhadap permasalahan lingkungan, khususnya dalam pengelolaan air dan limbah organik. Upaya ini menjadi langkah nyata menuju lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat sinergi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mewujudkan pembangunan desa yang berwawasan lingkungan.

📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK

Credit by KKN Kelompok 20 UM Gresik