Menggetarkan! Kajian Rutin UM Gresik Bongkar Strategi Membangun SDM Unggul ala Muhammadiyah

Gresik – Masjid Faqih Oesman Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) kembali menjadi saksi semaraknya tradisi intelektual dan spiritual. Melalui kajian rutin yang digelar Biro Pengkajian dan Pengembangan Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (BPAIK), kali ini diangkat tema strategis yang menggugah: “UM Gresik Membangun SDM Unggul.”

IMG_9336_11zon.jpg (186 KB)

Kajian yang menghadirkan Ust. Dr. Moh. Sulthon Amien, M.M., Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Pengembangan Cabang PWM Jawa Timur ini menegaskan bahwa penguatan SDM tidak hanya soal kompetensi akademik, tetapi juga menyangkut spiritualitas, etos kerja, dan panggilan hidup.

Dalam pemaparannya, Ust. Sulthon menyoroti fenomena global, termasuk prediksi Pew Research Center yang menyebut Islam akan menjadi agama terbesar di dunia pada 2075. Fakta tersebut menjadi alarm penting bagi perguruan tinggi Islam untuk menyiapkan umat melalui jalur pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan.

Ia juga menguraikan kerangka tujuh level perkembangan SDM akademik. Dimulai dari Level 1: Kepastian (kesejahteraan dan status kepegawaian), Level 2: Tantangan (dorongan berprestasi dan naik jabatan), hingga Level 7: Meaning & Purpose (profesi dosen dan pendidik sebagai panggilan hidup dan ibadah).

Setiap level, menurutnya, bukan sekadar teori, tetapi mencerminkan perjalanan nyata dosen dan tenaga kependidikan. Karena itu, peran pimpinan kampus menjadi krusial: menciptakan ekosistem kerja yang sehat, mendukung riset, serta menanamkan visi bahwa “mengajar adalah dakwah, meneliti adalah jihad intelektual.”

Kepala BPAIK UM Gresik menambahkan bahwa forum ini menjadi sarana refleksi diri bagi sivitas akademika. “Melalui kajian rutin di Masjid Faqih Oesman, kita ingin menanamkan kesadaran bahwa membangun SDM unggul bukan semata mengejar gelar dan jabatan, melainkan juga menghidupkan niat ibadah dalam setiap aktivitas akademik,” ungkapnya.

Ust. Sulthon juga mengingatkan pentingnya menjaga hubungan kerja yang sehat. “Jika relasi kerja tidak dikelola, bisa muncul sikap freeze, fight, atau flee. Karena itu, budaya kolaborasi, ukhuwah, dan keteladanan pimpinan adalah kunci agar organisasi tetap solid,” tegasnya.

Dengan hadirnya kajian rutin ini, UM Gresik membuktikan bahwa masjid kampus bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat peradaban. Masjid Faqih Oesman menjadi ruang bertemunya ilmu, iman, dan amal, sekaligus menghidupkan semangat visi UM Gresik: Unggul dalam Ilmu, Mandiri dalam Karya, dan Islami dalam Jiwa.

📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: Unmuhgresikofficial

Credit by Humas UMG