Gresik, Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Nadhirotul Laily, S.Psi., M.Psi., Ph.D, Psikolog buka kegiatan Pembelajaran Bunda Puspa (Bantuan Untuk Pemberdayaan Perempuan Usaha dan Pendidikan Anak) di Balai Desa Campurejo, Kecamatan Panceng, Jumat (7/6/24). Kegiatan ini merupakan implementasi dari salah satu misi yang diusung Bupati dan Wakil Bupati Gresik yaitu 9 Prioritas Tematik atau Nawa Karsa yang menjadi nafas pembangunan menuju Gresik Baru yakni Gresik Seger (Sejahtera, Bahagia dan Berdikari).
Didampingi oleh Kepala Desa Campurejo, dan Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Kabupaten Gresik dr. Titik Ernawati,M.H acara ini sukses dilaksanakan dan dapatkan respon positif serta antusias dari warganya. Diikuti lebih dari 30 warga yang terdiri dari Ibu rumah tangga dari Desa Campurejo, kegiatan ini diharapkan dapat bawa peningkatan kualitas keluarga melaui pemberdayaan perempuan untuk capai keluarga sejahtera dan kesetaraan gender serta terlaksananya pemenuhan hak anak.
Amudi selaku kepala desa ungkapkan rasa senangnya atas terlaksananya bunda puspa di desanya. Ia katakan juga bahwa program ini sangat baik untuk menunjang kemandirian serta memberdayakan UMKM dari Ibu-ibu yang hadir saat itu. Kedepannya program ini diharapkan dapat membantu kualitas hidup dari para warganya. "Ini merupakan terobosan yang luar biasa, kami merasa berbangga hati dan merasa senang dengan adanya program bunda puspa ini," ucapnya. "Kita berharap dengan adanya bunda puspa ini kedepan ibu-ibu bisa (lebih) mandiri" tambah Amudi.
Rektor UMG, Nadhirotul Laily terangkan juga bahwa UMKM kedepannya akan jadi tulang punggung di Kabupaten Gresik. Sehingga sangat perlu untuk meningkatkan mutu dari sdm yang ada agar dapat mewujudkan hal tersebut. "UMKM itu merupakan tulang punggung dari kabupaten pada nanti dan masa yang akan datang, jadi nanti itu pusat perekonomian di kabupaten Gresik adalah UMKM, dan Ibu-Ibu ini akan jadi tolak ukur dari keberhasilan UMKM di Gresik selain dari UMKM-UMKM yang sudah ada" ucap Rektor Laily.
Dalam kaitannya dengan Bunda Puspa, Laily sampaikan program ini akan jadi satu landasan untuk perempuan bisa hidup secara mandiri dan sejahtera. "Dengan adanya kegiatan sekarang ini yaitu Bunda Puspa, nantinya akan memberikan harapan kepada ibu ibu semua untuk menjadi perempuan yang (lebih) mandiri," terangnya. Ia juga tegaskan kalau perempuan jaman dulu dan sekarang sudah berbeda, kalau dulu istilahnya perempuan identik dengan pekerjaan rumah saja, maka seiring berjalannya waktu hal itu sudah bergeser dan perempuan juga dapat menjadi sebuah tonggak dalam menggerakkan perekonomian disekitarnya. (Humas UMG)