Bukan Sekadar Wacana! UM Gresik Matangkan Internasionalisasi Kampus Lewat FGD Strategis

UMGNews - Universitas Muhammadiyah Gresik (UM Gresik) menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat daya saing akademik di tingkat global melalui penyelenggaraan Focus Group Discussion (FGD) Strategi Pengembangan Akademik yang mengangkat isu strategis Internasionalisasi dan Mikrokredensial. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Biro International Relations Office (IRO) sebagai bagian dari upaya konkret UM Gresik dalam menyiapkan transformasi akademik berkelanjutan.

IMG_0179_11zon.jpg (185 KB)

FGD dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Gresik, Prof. Dr. Khoirul Anwar, S.Pd., M.Pd. dan dihadiri oleh seluruh jajaran Rektorat, Pimpinan Biro, Direktorat, Kepala UPT, serta para Dekan di lingkungan UM Gresik. Kehadiran lengkap unsur pimpinan universitas ini menegaskan bahwa agenda internasionalisasi bukan sekadar wacana, melainkan menjadi fokus bersama dalam perencanaan strategis institusi.

Dalam sambutannya, Rektor UM Gresik menekankan bahwa internasionalisasi dan mikrokredensial merupakan kebutuhan mendesak bagi perguruan tinggi untuk menjawab tantangan globalisasi dan tuntutan dunia kerja yang terus berkembang. Menurutnya, UM Gresik harus mampu menghadirkan sistem akademik yang adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada penguatan kompetensi lulusan agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

FGD ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Prof. Dr. Akhsanul In’am, Ph.D. dari Universitas Muhammadiyah Malang dan Dr. Muhammad Fazlurrahman Hadi, Lc., M.Pd.I dari Universitas Muhammadiyah Surabaya. Keduanya memaparkan strategi pengembangan akademik yang aplikatif, mulai dari penguatan kerja sama internasional, integrasi kurikulum global, hingga implementasi mikrokredensial sebagai solusi penguatan kompetensi mahasiswa.

Prof. Akhsanul In’am menyoroti pentingnya internasionalisasi yang terintegrasi dengan tridarma perguruan tinggi, tidak hanya berfokus pada mobilitas mahasiswa dan dosen, tetapi juga pada kualitas pembelajaran dan riset. Sementara itu, Dr. Muhammad Fazlurrahman Hadi menegaskan bahwa mikrokredensial menjadi instrumen strategis dalam menjembatani kebutuhan industri dengan capaian pembelajaran di perguruan tinggi.

Diskusi berlangsung aktif dan konstruktif, dengan berbagai masukan dari pimpinan unit kerja terkait peluang implementasi internasionalisasi dan mikrokredensial di masing-masing fakultas dan unit pendukung. Hasil FGD ini diharapkan menjadi landasan awal dalam merumuskan kebijakan dan program akademik UM Gresik yang lebih adaptif, inovatif, dan berorientasi global.

Melalui kegiatan ini, UM Gresik menegaskan komitmennya untuk terus bertransformasi menjadi perguruan tinggi yang tidak hanya unggul di tingkat lokal, tetapi juga siap bersaing di kancah internasional dengan lulusan yang kompeten, berkarakter, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK

Credit by Humas UM Gresik