UMGNews - Kreativitas dapat lahir dari mana saja, termasuk dari tangan mahasiswa Tuli yang memaknai perbedaan sebagai kekuatan. Aisyah Grisseeta Azzahra, mahasiswa Teknik Informatika UM Gresik, menunjukkan bahwa identitas Tuli tidak menghalangi proses berkarya dan berinovasi.
Bersama rekannya Eidelweis Syahida Ayazhi, mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Aisyah mengolah botol dan gelas plastik bekas menjadi pot tanaman serta hiasan rumah yang estetik dan ramah lingkungan. Proses kreatif ini lahir dari kesadaran akan pentingnya daur ulang sekaligus sebagai media ekspresi seni yang inklusif.
Perpaduan latar belakang keilmuan keduanya melahirkan karya unik. Aisyah berkontribusi dalam pengembangan konsep dan pemanfaatan teknologi, sementara Ayazhi mengeksekusi ide visual dengan sentuhan artistik. Kolaborasi ini menegaskan bahwa komunikasi dan imajinasi dapat tumbuh melalui berbagai cara, termasuk bahasa isyarat.
Bagi Aisyah dan Ayazhi, kegiatan ini bukan sekadar aktivitas produktif, melainkan juga upaya menyampaikan pesan kepada masyarakat bahwa barang bekas memiliki nilai guna dan estetika apabila dikelola secara kreatif.
“Kami ingin menunjukkan bahwa daur ulang itu penting dan bisa menjadi karya yang bermanfaat,” ungkap Aisyah dan Ayazhi melalui bahasa isyarat, Jumat (9/1/2026).
Ke depan, karya-karya tersebut direncanakan untuk dipasarkan melalui media sosial serta diperkenalkan langsung kepada masyarakat pada kegiatan ruang publik seperti Car Free Day (CFD). Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas akses dan apresiasi publik terhadap karya mahasiswa Tuli.
Dukungan keluarga turut menguatkan perjalanan kreatif ini. Ratna Rahayu, ibunda Aisyah, menyampaikan bahwa keluarga senantiasa mendorong putrinya untuk tetap aktif, percaya diri, dan mengembangkan potensi yang dimiliki.
“Kami terus mendukung agar Aisyah dan temannya memiliki kegiatan yang positif dan bisa mengembangkan kreativitasnya,” tuturnya.
Melalui karya daur ulang tersebut, Aisyah dan Ayazhi berharap dapat terus belajar, berkreasi, serta berkontribusi bagi lingkungan dan masyarakat. Kisah mereka menjadi pengingat bahwa keberagaman cara berkomunikasi dan berekspresi adalah bagian dari kekuatan bersama, dan kampus inklusif menjadi ruang penting untuk bertumbuh.
📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK
Credit by Humas UM Gresik