UMGNews, Jolotundo - Komitmen mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 20 dari Universitas Muhammadiyah Gresik dalam mendorong pemberdayaan ekonomi desa diwujudkan melalui program pendampingan sertifikasi halal bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Jolotundo. Program ini secara khusus menyasar produk rengginang, makanan tradisional khas desa yang telah lama diproduksi masyarakat dan memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk unggulan berbasis kearifan lokal.
Rengginang Desa Jolotundo dikenal memiliki cita rasa khas dan proses produksi yang masih mempertahankan cara tradisional. Namun demikian, di tengah persaingan pasar yang semakin kompetitif, aspek legalitas dan jaminan mutu menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing produk. Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN Kelompok 20 menghadirkan pendampingan sertifikasi halal sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sekaligus kepercayaan konsumen.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa memberikan edukasi menyeluruh mengenai urgensi sertifikasi halal, tidak hanya sebagai kewajiban regulatif, tetapi juga sebagai nilai tambah produk. Para pelaku UMKM diberikan pemahaman tentang pentingnya menjaga standar kebersihan tempat produksi, memastikan bahan baku yang digunakan terjamin kehalalannya, serta menerapkan proses produksi yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Selain itu, mahasiswa juga memberikan arahan mengenai teknik pengemasan yang higienis, informatif, dan menarik agar produk lebih siap bersaing di pasar modern.
Pendampingan dilakukan secara bertahap dan partisipatif. Mahasiswa terlibat langsung dalam membantu proses administrasi yang menjadi salah satu tantangan utama bagi pelaku UMKM. Mulai dari pendataan bahan baku, pencatatan alur proses produksi, penyusunan dokumen usaha, hingga melengkapi persyaratan pengajuan sertifikasi halal, seluruh tahapan dijelaskan secara sistematis. Dengan pendekatan ini, pelaku usaha tidak hanya dibantu secara teknis, tetapi juga diberikan pemahaman agar ke depan mampu mengelola proses legalitas secara mandiri.
Antusiasme masyarakat dan pelaku UMKM Desa Jolotundo terlihat dari keterlibatan aktif mereka dalam setiap sesi pendampingan. Mereka menyampaikan bahwa program ini memberikan wawasan baru tentang pentingnya standarisasi produk, pencatatan usaha yang tertib, serta strategi meningkatkan kualitas agar mampu menembus pasar yang lebih luas. Sertifikasi halal dipandang bukan sekadar label, tetapi sebagai simbol profesionalitas dan komitmen terhadap kualitas.
Lebih dari itu, program ini juga membuka perspektif baru mengenai peluang pengembangan ekonomi desa. Dengan adanya sertifikasi halal, produk rengginang Desa Jolotundo memiliki kesempatan lebih besar untuk dipasarkan di toko modern, marketplace, hingga menjangkau konsumen di luar daerah. Hal ini tentu berdampak pada peningkatan nilai jual produk dan potensi pertumbuhan pendapatan masyarakat.
Melalui program pendampingan ini, mahasiswa KKN Kelompok 20 berharap produk rengginang Desa Jolotundo dapat berkembang menjadi ikon kuliner desa yang berdaya saing tinggi. Sertifikasi halal diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem UMKM yang tertib administrasi, berkualitas, dan berorientasi pada pengembangan berkelanjutan.
Program ini sekaligus menjadi wujud nyata KKN berdampak, di mana mahasiswa tidak hanya hadir sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga sebagai mitra strategis masyarakat dalam mendorong kemandirian ekonomi desa. Dengan kolaborasi antara mahasiswa, pelaku UMKM, dan pemerintah desa, diharapkan penguatan sektor usaha lokal dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat Desa Jolotundo.
📌 Informasi lebih lanjut:
🌐 Website: www.umg.ac.id
📱 Instagram: @um_gresik
📺 YouTube: UM_GRESIK
Credit by KKN Kelompok 20 UM Gresik