Gresik - Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Gresik mengadakan Yudisium Sarjana yang Ke XXXVIII Tahun 2021. Dilaksanakan secara blended daring dan luring, Kamis (25/02), kegiatan ini dihadiri oleh para calon wisudawan serta dosen dari FKIP UMG. Kegiatan yudisium ini dilaksanakan secara luring di Hall Sang Pencerah Universitas Muhammadiyah Gresik, dengan perwakilan calon wisudawan dari masing-masing program studi, serta diikuti secara daring melalui aplikasi Zoom oleh yang lainnya. Tema yang diangkat pada kegiatan yudisium kali ini adalah “Siap Lampaui Batas dengan Berkreasi di Era New Normal”.
Terdapat 59 calon wisudawan dari tiga program studi di FKIP dengan rincian, 13 mahasiswa dari prodi Pendidikan Matematika, 23 mahasiswa dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris, dan 23 mahasiswa dari prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Adapun wisudawan terbaik Fakultas diraih oleh Faizatus Sholihah dari prodi Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3,84 dan masa studi 3,5 tahun. Diikuti oleh Zelly Siskha Yunita dari prodi PGSD dengan IPK 3,76 dan Dwi Meilinda dengan IPK 3,74 dengan lama masa studi masing-masing 4,5 tahun.
Dekan FKIP Universitas Muhammadiyah Gresik, Dr. Slamet Asari, M.Pd., menyebutkan bahwa dirinya bangga FKIP telah kembali berhasil meluluskan mahasiswanya meskipun dalam keadaan pandemi Covid-19. Menurutnya, ini adalah kali kedua FKIP UMG mengadakan yudisium secara blended luring dan daring, karena tetap harus mengikuti protokol kesehatan. Namun demikian, Dr. Asari tetap bersyukur bahwa kegiatan dapat dilaksanakan dengan baik.
Dalam sambutannya, Dr. Asari juga mengingatkan para calon wisudawan bahwa yudisium merupakan fase tertinggi dalam rentetan perjalanan di Perguruan Tinggi. Penyampaian SK kelulusan dalam yudisium berarti bahwa mahasiswa telah selesai menunaikan tugas belajar di tingkat pendidikan tinggi, yang berarti bahwa setelahnya sudah tidak ada lagi tanggungan yang harus diselesaikan oleh mahasiswa di kampus. Namun demikian, bukan berarti tugas dan perjuangan para calon wisudawan berakhir pada yudisium. Ada tugas yang lebih berat menanti para wisudawan yang bergelar Sarjana Pendidikan ini.
“Setelah ini tugas yang harus dilakukan adalah mengaplikasikan ilmu yang telah didapatkan selama ini, dan menjadikannya bermanfaat bagi masyarakat,” terangnya.
Dirinya berharap bahwa meskipun dengan adanya kendala pandemi, nantinya lulusan FKIP akan dapat tetap berkembang dengan baik dan mengaplikasikan ilmu yang telah didapat dalam dunia pekerjaan dan berguna di tengah-tengah masyarakat. Dr. Asari juga menyebutkan bahwa keberhasilan FKIP dalam meluluskan begitu banyak lulusan selama ini adalah berkat dukungan dan kontribusi dari semua pihak, baik dosen, mahasiswa serta para orang tua mahasiswa yang telah mempercayakan pendidikan pada FKIP UMG.
“Sampaikan hal-hal yang baik tentang FKIP UMG kepada sanak saudara, keluarga, rekan dan lainnya, sehingga nantinya mereka dapat ikut serta bergabung dengan FKIP, yang jelek silahkan disampaikan pada kaprodi dan dekan sehingga nantinya kami bisa memperbaiki semuanya agar FKIP terus menjadi lebih baik. Sekali lagi selamat atas kelulusannya, dan selamat berkarya di kehidupan nyata,” pungkasnya. (Humas UMG)